Sabtu, 8 Agustus 2026
Palu  

Dewan Desak BPD Palu Terapkan e-Tax

PALU EKSPRES, PALU – Komisi B DPRD Palu mendesak Badan Pendapatan Daerah (BPD) Kota Palu segera menerapkan pola penagihan pajak daerah menggunakan elektronik Tax (e-Tax).

Pola yang menggunakan teknologi informasi ini dinilai mempermudah BPD mematau transaksi omset wajib pajak. Sekretaris Komisi B DPRD Palu, Joppy Alvi Kekung yang menjadi mitra langsung BPD Palu menuturkan,  pola itu efektif digunakan karena OPD bersangkutan dapat melihat langsung data transaksi harian konsumen pada objek pajak.

“Data pembayaran konsumen itu langsung terekam dalam server, sehingga wajib pajak tidak bisa berbohong dalam melaporkan omset dan nilai pajak yang harus mereka bayarkan,”kata Joppy, Senin (8/5).

Menurutnya jika pola itu diterapkan, besar kemungkinan pendapatan asli daerah (PAD) bisa terdongkrak naik. Khususnya pendapatan yang berasal dari sektor pajak daerah. Realisasi PAD Palu tahun 2016 mencapai Rp102miliar. Tahun ini Pemkot sebutnya menargetkan PAD sebesar Rp113 miliar.

“Artinya jika menerapkan e-tax realisasi PAD tahun 2017 ini kami optimis tercapai. Bahkan bisa melampaui,”jelas Joppy.

Apalagi sebut Joppy, saat ini ada aturan pelimpahan wewenang sejumlah urusan daerah ke tingkat provinsi. Bisa jadi, dimasa datang pelimpahan wewenang itu akan menarik sekaligus sumber pajak daerah.

“Saat ini mungkin belum. Contohnya urusan pertambangan. Semua administrasi perizinan menjadi tanggung jawab provinsi. Tidak menutup kemungkinan pajaknya juga nanti beralih ke provinsi. Daerah bisa jadi pula hanya menerima bagi hasil,”jelasnya.
Karena itu Joppy berharap BPD Palu merespon segala tantangan dengan mengembangkan inovasi. Agar nantinya BPD sudah punya alternatif untuk menutupi sumber pendapatan daerah yang berpotensi hilang.
Politisi PDIP ini menilai ada efisiensi dengan pola itu.

Pertama, BPD tidak lagi mengeluarkan biaya operasional untuk petugas penagih pajak. Kedua, potensi kebocoran laporan omset juga dijamin tidak menjadi permainan wajib pajak. Karena seluruh data transaski pelanggan pada suatu objke pajak terekam langsung ke server induk di BPD.

“Selama ini kita masih menggunakan self asessment, yakni menyerahkan sepenuhnya penyusunan data omset dan laporan transaksi ke wajib pajak, kita tidak mengetahui berapa sebenarnya omset. Karena laporan itu sifatnya sepihak,”ujarnya.

Joppy menjelaskan, pola ini sudah lama direkomendasikan. Baik dalam laporan keterangan pertanggungjawaban (LKPj) walikota maupun dalam rencana pembangunan jangka menengah daerah (RPJMD).
Rekomendasi penerapan e-tax itu minimal untuk empat objek pajak. Yakni pajak hotel, restoran, hiburan dan pajak parkir. Untuk itu sambung Joppy, dalam waktu dekat pihaknya akan mengundang BPD Palu untuk rapat dengar pendapat (RDP) usai sidang paripurna pembukaan masa sidang catur wulan dua 2017.

“Kami mau tahu sejauh mana rekomendasi itu ditindaklanjuti BPD Palu. Ini sudah hampir 2 tahun belum ada perkembangan,”kata Joppy.

Dia menambahkan pola itu berhasil diterapkan di DKI Jakarta dan Kota Makassar. PAD dua daerah itu sebutnya terdongkrak naik dengan adanya penerapan e-tax. “Ada satu alat disebut berbond yang dipasang di CPU milik BPD. Alat itu mengintegrasikan langsung CPU milik wajip pajak. Jadi memudahkan pemantauan,”pungkasnya.

(mdi/Palu Ekspres)

Fleksibilitas Baru Dalam Pengelolaan Infrastruktur Dihadirkan Oleh Teknologi Berbasis Cloud
Efisiensi Operasional Meningkat Berkat Teknologi Analitik Modern Dengan Pemantauan Berkelanjutan
Fondasi Baru Untuk Efisiensi Operasional Terbentuk Dari Platform Digital Modern
Adaptasi Terhadap Perubahan Teknologi Dipercepat Melalui Integrasi Kecerdasan Buatan
Pengelolaan Sistem Lebih Efektif Didukung Oleh Teknologi Pemantauan Cerdas
Stabilitas Operasional Terjaga Berkat Teknologi Digital Terintegrasi Dengan Analisis Berkelanjutan
Tantangan Transformasi Digital Dihadapi Secara Efektif Melalui Infrastruktur Modern Berbasis Analitik
Kolaborasi Dan Efisiensi Operasional Diperkuat Oleh Integrasi Teknologi Berbasis Cloud
Akurasi Evaluasi Kinerja Sistem Meningkat Berkat Platform Monitoring Digital
Ketahanan Operasional Di Era Digital Meningkat Melalui Pemanfaatan Analisis Data
Optimalisasi Pola Mahjong Ways Dilakukan melalui Algoritma Probabilistik Cerdas
Dompet Digital Mengubah Kebiasaan Transaksi dalam Ekosistem Monopoly Live
Ancaman Siber Mendorong Industri Permainan Memperkuat Keamanan Infrastruktur Digital
Digitalisasi Administrasi Pangkas Waktu Verifikasi Pengguna Live Blackjack
Perilaku Pemain Modern Dikaji melalui Model Adaptasi Strategis
Media Sosial Memperkuat Hubungan Provider dengan Komunitas Penggemar Gates of Olympus
Mahjong Wins 3 Menunjukkan Pergeseran Tren Hiburan Berbasis Teknologi Modern
Analisis Distribusi Mengungkap Kendala Penayangan Crazy Time di Berbagai Wilayah
Pemetaan Digital Memperkuat Distribusi Server serta Manajemen Trafik Lightning Roulette
Peluang Baru Industri Mahjong Indonesia Muncul dari Pergeseran Perilaku Digital