Sabtu, 8 Agustus 2026
Agama  

Menag: HTI Dilarang Bukan Karena Aktifitas Dakwahnya, Tapi…

PALU EKSPRES, PALU – Menteri Agama (Menag) RI, Lukman Hakim Saifudin, menjelaskan bahwa pembubaran organisasi kemasyarakatan (ormas) Islam, Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) oleh Pemerintah, hendaknya tidak dinilai sebagai bentuk sikap anti-Islam oleh pemerintah.

Menurutnya, tindakan pembubaran tersebut, merupakan hasil evaluasi pemerintah, terhadap aktifitas politik yang dilakukan oleh HTI, bukan karena aktifitas dakwah Islam yang juga sering dilakukan oleh ormas tersebut. Penjelasan ini disampaikan Lukman Hakim Saifudin, saat melakukan kunjungan kerja, di Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kemenag) Sulteng, Senin (15/5).

“Apakah pemerintah anti ormas Islam? Jawabannya tentu saja tidak. Hizbut Tahrir dilarang, bukan karena aktivitas dakwah Islamnya, tapi ia dilarang karena aktivitas politiknya. Jadi, sebagai gerakan politik bukan sebagai gerakan dakwah,” jelas Lukman, di hadapan para Aparatur Sipil Negara (ASN) Kemenag Sulteng.

Ia menjelaskan, aktifitas politik yang dimaksud, ialah upaya HTI untuk menyebarluaskan, mengampanyekan tegaknya khilafah (sistem pemerintahan yang dipimpin khalifah). Upaya ini, menurut Lukman, akan mengubah tatanan sendi-sendi kehidupan, berbangsa dan bernegara di Indonesia.

“Tidak hanya mengubah dasar kita Pancasila, tidak hanya mempersoalkan atau mengganti konsepsi bentuk negara NKRI, semboyan kita Bhineka Tunggal Ika, dan tentu konstitusi kita UUD. Karena tatanan khilafah itu, kemudian menghapus Nation State kita, artinya mengubah sesuatu yang sangat mendasar. Dan pemerintah tidak boleh berdiam diri, ketika ada sebuah ormas seperti itu,” lanjutnya.

Lukman bahkan menyebutkan, pelarangan aktifitas politik Hizbut Tahrir, tidak hanya dilakukan di Indonesia. Hal tersebut, telah dilakukan di 20 negara lain di dunia, bahkan beberapa di antaranya ialah negara Islam, seperti Arab Saudi, Mesir dan Pakistan.

Fleksibilitas Baru Dalam Pengelolaan Infrastruktur Dihadirkan Oleh Teknologi Berbasis Cloud
Efisiensi Operasional Meningkat Berkat Teknologi Analitik Modern Dengan Pemantauan Berkelanjutan
Fondasi Baru Untuk Efisiensi Operasional Terbentuk Dari Platform Digital Modern
Adaptasi Terhadap Perubahan Teknologi Dipercepat Melalui Integrasi Kecerdasan Buatan
Pengelolaan Sistem Lebih Efektif Didukung Oleh Teknologi Pemantauan Cerdas
Stabilitas Operasional Terjaga Berkat Teknologi Digital Terintegrasi Dengan Analisis Berkelanjutan
Tantangan Transformasi Digital Dihadapi Secara Efektif Melalui Infrastruktur Modern Berbasis Analitik
Kolaborasi Dan Efisiensi Operasional Diperkuat Oleh Integrasi Teknologi Berbasis Cloud
Akurasi Evaluasi Kinerja Sistem Meningkat Berkat Platform Monitoring Digital
Ketahanan Operasional Di Era Digital Meningkat Melalui Pemanfaatan Analisis Data
Optimalisasi Pola Mahjong Ways Dilakukan melalui Algoritma Probabilistik Cerdas
Dompet Digital Mengubah Kebiasaan Transaksi dalam Ekosistem Monopoly Live
Ancaman Siber Mendorong Industri Permainan Memperkuat Keamanan Infrastruktur Digital
Digitalisasi Administrasi Pangkas Waktu Verifikasi Pengguna Live Blackjack
Perilaku Pemain Modern Dikaji melalui Model Adaptasi Strategis
Media Sosial Memperkuat Hubungan Provider dengan Komunitas Penggemar Gates of Olympus
Mahjong Wins 3 Menunjukkan Pergeseran Tren Hiburan Berbasis Teknologi Modern
Analisis Distribusi Mengungkap Kendala Penayangan Crazy Time di Berbagai Wilayah
Pemetaan Digital Memperkuat Distribusi Server serta Manajemen Trafik Lightning Roulette
Peluang Baru Industri Mahjong Indonesia Muncul dari Pergeseran Perilaku Digital