Minggu, 9 Agustus 2026

Gerindra Pesimistis dengan Pertumbuhan Ekonomi 2018

PALU EKSPRES, JAKARTA – Anggota Komisi XI DPR dari Fraksi Gerindra Heri Gunawan pesimistis pertumbuhan ekonomi 2018 bakal mencapai target hingga 6,1 persen, seperti yang dipaparkan Menteri Keuangan Sri Mulyani kepada DPR, Jumat (19/5) kemarin.

Dia menilai pidato terkait pertumbuhan ekonomi tersebut hanya lips service. Bagi rakyat, katanya, tidak soal berapa pun angkanya.

“Pendeknya, pertumbuhan ekonomi harus berkualitas. Kembali lagi, pemerintah menyodorkan sebuah proposal pertumbuhan ekonomi yang ambisius hingga ditaksir mencapi 6,1 persen. Pertanyaan besarnya, pertumbuhan itu berkualitas tidak, atau justru kembali memble?” kata Heri dalam pernyataan tertulis, Minggu (21/5).

Dari data yang ada, pada tahun 2015 ekonomi nasional hanya tumbuh 4,79 persen, tahun 2016 sebesar lima persen, dan pada tahun 2017 diprediksi mencapai 5,2 persen. Sayangnya, pertumbuhan itu menurutnya kurang berkontribusi besar terhadap persoalan bangsa.

“Pengangguran cenderung naik, kemiskinan makin dalam, dan ketimpangan masih menganga,” tegas politikus asal Jawa Barat ini.

Dia menyorot dari sudut pengangguran, jika dibandingkan dengan angka tahun 1986 yang hanya 2,7 persen, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) meningkat menjadi 5,61 persen pada tahun 2016 atau naik hampir 3 persen. Dibandingkan dengan sebelum krisis 1998 yang hanya 5,61 persen, rata-rata TPT pasca krisis meningkat drastis menjadi 7,94 persen.

“Artinya, pertumbuhan yang ada selama ini belum memberi perbaikan yang signifikan atas masalah pengangguran,” sebut Heri.

Pada sudut kemiskinan, periode sebelum pemerintahan Joko Widodo, tingkat kedalaman kemiskinan ada pada angka 1,75 (tahun 2014). Namun, pada tahun 2015 memburuk menjadi 1,97 pada tahun 2015 dan 1,94 pada tahun 2016.
Lebih jauh, kedalaman kemiskinan di desa masih lebih parah dibandingkan dengan daerah perkotaan. “Kemiskinan di luar Pulau Jawa melebihi kemiskinan nasional sebesar 10,86 persen,” ujar Heri.

Karena itu ke depan, politikus asal Jawa Barat ini meminta Menteri Keuangan mampu menghadirkan ekonomi yang tidak saja tumbuh tinggi. “Namun harus bisa berkontribusi bagi masalah bangsa,” tandasnya.

(fat/jpnn)

Fleksibilitas Baru Dalam Pengelolaan Infrastruktur Dihadirkan Oleh Teknologi Berbasis Cloud
Efisiensi Operasional Meningkat Berkat Teknologi Analitik Modern Dengan Pemantauan Berkelanjutan
Fondasi Baru Untuk Efisiensi Operasional Terbentuk Dari Platform Digital Modern
Adaptasi Terhadap Perubahan Teknologi Dipercepat Melalui Integrasi Kecerdasan Buatan
Pengelolaan Sistem Lebih Efektif Didukung Oleh Teknologi Pemantauan Cerdas
Stabilitas Operasional Terjaga Berkat Teknologi Digital Terintegrasi Dengan Analisis Berkelanjutan
Tantangan Transformasi Digital Dihadapi Secara Efektif Melalui Infrastruktur Modern Berbasis Analitik
Kolaborasi Dan Efisiensi Operasional Diperkuat Oleh Integrasi Teknologi Berbasis Cloud
Akurasi Evaluasi Kinerja Sistem Meningkat Berkat Platform Monitoring Digital
Ketahanan Operasional Di Era Digital Meningkat Melalui Pemanfaatan Analisis Data
Optimalisasi Pola Mahjong Ways Dilakukan melalui Algoritma Probabilistik Cerdas
Dompet Digital Mengubah Kebiasaan Transaksi dalam Ekosistem Monopoly Live
Ancaman Siber Mendorong Industri Permainan Memperkuat Keamanan Infrastruktur Digital
Digitalisasi Administrasi Pangkas Waktu Verifikasi Pengguna Live Blackjack
Perilaku Pemain Modern Dikaji melalui Model Adaptasi Strategis
Media Sosial Memperkuat Hubungan Provider dengan Komunitas Penggemar Gates of Olympus
Mahjong Wins 3 Menunjukkan Pergeseran Tren Hiburan Berbasis Teknologi Modern
Analisis Distribusi Mengungkap Kendala Penayangan Crazy Time di Berbagai Wilayah
Pemetaan Digital Memperkuat Distribusi Server serta Manajemen Trafik Lightning Roulette
Peluang Baru Industri Mahjong Indonesia Muncul dari Pergeseran Perilaku Digital