Jumat, 18 September 2026

Sistem Zonasi Penerimaan Siswa Baru, Batas Maksimal 17 Kilometer

PALU EKSPRES, CIREBON – Sistem zonasi penerimaan siswa baru tahun 2017, seperti diatur Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) 17/2017, tidak diterapkan untuk jenjang SMA dan SMK.

Kepala Balai Wilayah V Dinas Pendidikan Jawa Barat (Disdik Jabar), Dra Hj Dewi Nurhulaela MPd mengatakan, acuan yang digunakan ialah Peraturan Gubernur (Pergub) 16/2017 tentang pedoman penerimaan peserta didik baru (PPDB).

“Ada zonasi, tapi menggunakan sistem khusus. Aturan ini sudah kita sosialisasikan,” ujar Dewi, kepada Radar Cirebon, Jumat (26/5).

Dewi memastikan, SMA dan SMK, tidak menggunakan batas kelurahan. Kalaupun ada zonasi yang diatur dalam produk hukum gubernur Jabar itu, batas maksimal 17 kilometer dari sekolah.

Begitu juga penentuan rombongan belajar dan jumlah siswa. “Disdik Jabar punya sistem khusus,” sebutnya.

Dewi menjelaskan, saat mendaftar secara online, calon peserta didik melampirkan scan KTP dan Kartu Keluarga (KK).

Dari data kependudukan akan terbaca alamat calon peserta didik. Dengan sistem general positioning system (GPS), secara otomatis akan menentukan calon peserta didik terdekat dan terjauh.

Sistem khusus ini sangat rahasia. Bahkan, Disdik Jabar sendiri tidak mengetahui operasionalnya, karena dijalankan oleh tim dari Institut Teknologi Bandung (ITB).

Tujuannya, untuk mencegah kecurangan dan meminimalisasi titip menitip. Perempuan berkacamata ini optimis dengan sistem yang disebutnya canggih dan update.

“Satu detik setelah penutupan pendaftaran, nama peserta didik yang diterima otomatis langsung muncul,” tuturnya.

Dewi menjelaskan, SMAN 1 dan SMAN 2 Kota Cirebon maksimal 12 ruang kelas dengan rombel per kelas maksimal 36 orang.

Artinya, dua sekolah itu masing-masing maksimal menerima 432 siswa. Lebih dari itu, kepala sekolah bisa dikenakan sanksi.

Mengenai batas maksimal zonasi 17 kilometer, Dewi menyebutkan, tujuannya agar warga Kabupaten Cirebon tidak bersekolah di Kota Cirebon. Sebab, setiap daerah sudah memiliki sekolah.

Semangat pemerataan pendidikan dan prinsip berkeadilan berlaku. Adapun kuota zonasi, untuk SMA maksimal 40 persen. Sedangkan SMK paling banyak 60 persen dari total jumlah peserta didik.

Dari 40 dan 60 persen maksimal itu, masih terbagi lagi untuk siswa miskin dan terdekat. “Kita tidak menerapkan permendikbud, karena kita pakai pergub,” tegasnya.

Di tempat terpisah, Sekretaris Daerah Pemerintah Kota Cirebon Drs Asep Dedi MSi mengatakan, sistem zonasi dengan batas kelurahan untuk SMP dan SD, merupakan langkah baik dalam upaya pemerataan pendidikan.

Sehingga kedepan tidak ada lagi sekolah favorit. “Semua sekolah sama. Saya mendukung sistem zonasi kelurahan,” ucapnya.

Dengan adanya zonasi, Asep menilai, tidak perlu menggunakan ranking nilai. Sehingga semua siswa bisa merasakan akses pendidikan yang sama. Baginya, yang terpenting tidak ada lagi aksi titip menitip.

“Saya kira ini baik, semua sekolah akan menerima siswa sesuai rombel. Tidak ada lagi pilih-pilih dan pemaksaan kehendak,” katanya.

Asep mendesak sistem ini disosialisasikan ke orang tua. Sebab, aksi titip menitip itu kerap dilakukan karena orang tua tidak kuasa menolak keinginan anaknya yang ingin masuk ke sekolah tertentu.

(ysf)

Pengalaman Pengguna Game Penghasil Saldo DANA Lebih Cepat Adaptif Dan Efisien Dibawa Oleh Inovasi Teknologi
Pergeseran Mutu Produksi Kosmetik Terdeteksi Lebih Akurat Berkat Aliran Data Langsung
Pengalaman Pengguna Semakin Responsif Adaptif Dan Efisien Berkat Perkembangan Teknologi Modern
Momentum Tetap Terarah Dan Terkendali Dipertahankan Melalui Taktik Mode Pemburu Sic Bo Live
Keputusan Tetap Terukur Dalam Game Online Dipertahankan Melalui Pengelolaan Modal Cerdas
Kapitalisasi Pasar Dan Inovasi Kasino Online Berubah Di Tengah Disrupsi Teknologi Modern
Strategi Baru Untuk Meningkatkan Keunggulan Kompetitif Dibuka Melalui Business Model Canvas Mahjong Ways
Kualitas Sistem Mahjongways Kasino Online Dipahami Melalui Identifikasi Nilai Pembayaran Game Penghasil Saldo DANA
Perspektif Baru Dalam Menganalisis Perkembangan Mahjong Ways Dibuka Melalui Modernisasi Strategi
Kasino Menjadi Studi Sistem Informasi Bagi Mahasiswa Melalui Pelatihan Enterprise Architecture
Mahjongways Kasino Online Dijadikan Acuan Strategi Marketing dalam Lingkungan Pemerintahan
Keamanan Informasi Jadi Fondasi Utama Layanan Konsultasi Kosmetik Berbasis Teknologi
Teknologi Pemantauan Membantu Mengukur Frekuensi Pembayaran secara Lebih Objektif dan Terukur
Kajian Statistik Pola RTP Menyoroti Perkembangan Teknologi Neural Sintetis Regulatoris
Simulasi Statistik Membuka Pendekatan Baru Memahami Mahjong Game Sungai Penuh secara Terukur
Statistik Objektif Membantu Membaca Pola Mahjong Game Sungai Penuh dengan Lebih Rasional
Strategi Mahjong Game Sungai Penuh Makin Terarah melalui Pendekatan Statistik Modern
Pendekatan Data Objektif Membantu Mengkaji Mahjong Game Saldo DANA Sungai Penuh secara Lebih Terstruktur
Mahjong Game Sungai Penuh Dikaji lewat Simulasi Statistik untuk Membaca Pola Aktivitas
Aturan Mahjong Digital dari Dua Kartu Awal hingga Penentuan Rentang Nilai Game Penghasil Saldo DANA
Pendekatan Adaptif MahjongWays Kasino Online Membantu Menjaga Keseimbangan Anggaran Hiburan
Kemunculan Simbol Unik MahjongWays Kasino Online Perlu Dibaca Secara Lebih Rasional
Mahjong Ways Menarik Minat Pemain di Tengah Ketatnya Persaingan Game Digital
Pengaturan Tempo MahjongWays Kasino Online Tidak Menentukan Munculnya Kombinasi Khusus
Starlight Princess Kembali Merebut Perhatian Pemain MBG Berkat Daya Tariknya
Membaca Pola Mahjong Ways dan Tren Permainan Lewat Data Saldo DANA Terbaru
Disiplin Mental MahjongWays Kasino Online Membantu Mencegah Keputusan Finansial yang Terlalu Impulsif
Mengenal Sweet Bonanza sebagai Game Digital Online dengan Tema Manis yang Menarik
Rotasi Awal MahjongWays Kasino Online Bukan Tolok Ukur Kemurahan Sistem Permainan
Menelusuri Strategi Terbaik dalam Bermain Game Penghasil Saldo DANA Secara Lebih Mendalam