Sabtu, 29 Agustus 2026

Sistem Zonasi Penerimaan Siswa Baru, Batas Maksimal 17 Kilometer

PALU EKSPRES, CIREBON – Sistem zonasi penerimaan siswa baru tahun 2017, seperti diatur Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) 17/2017, tidak diterapkan untuk jenjang SMA dan SMK.

Kepala Balai Wilayah V Dinas Pendidikan Jawa Barat (Disdik Jabar), Dra Hj Dewi Nurhulaela MPd mengatakan, acuan yang digunakan ialah Peraturan Gubernur (Pergub) 16/2017 tentang pedoman penerimaan peserta didik baru (PPDB).

“Ada zonasi, tapi menggunakan sistem khusus. Aturan ini sudah kita sosialisasikan,” ujar Dewi, kepada Radar Cirebon, Jumat (26/5).

Dewi memastikan, SMA dan SMK, tidak menggunakan batas kelurahan. Kalaupun ada zonasi yang diatur dalam produk hukum gubernur Jabar itu, batas maksimal 17 kilometer dari sekolah.

Begitu juga penentuan rombongan belajar dan jumlah siswa. “Disdik Jabar punya sistem khusus,” sebutnya.

Dewi menjelaskan, saat mendaftar secara online, calon peserta didik melampirkan scan KTP dan Kartu Keluarga (KK).

Dari data kependudukan akan terbaca alamat calon peserta didik. Dengan sistem general positioning system (GPS), secara otomatis akan menentukan calon peserta didik terdekat dan terjauh.

Sistem khusus ini sangat rahasia. Bahkan, Disdik Jabar sendiri tidak mengetahui operasionalnya, karena dijalankan oleh tim dari Institut Teknologi Bandung (ITB).

Tujuannya, untuk mencegah kecurangan dan meminimalisasi titip menitip. Perempuan berkacamata ini optimis dengan sistem yang disebutnya canggih dan update.

“Satu detik setelah penutupan pendaftaran, nama peserta didik yang diterima otomatis langsung muncul,” tuturnya.

Dewi menjelaskan, SMAN 1 dan SMAN 2 Kota Cirebon maksimal 12 ruang kelas dengan rombel per kelas maksimal 36 orang.

Artinya, dua sekolah itu masing-masing maksimal menerima 432 siswa. Lebih dari itu, kepala sekolah bisa dikenakan sanksi.

Mengenai batas maksimal zonasi 17 kilometer, Dewi menyebutkan, tujuannya agar warga Kabupaten Cirebon tidak bersekolah di Kota Cirebon. Sebab, setiap daerah sudah memiliki sekolah.

Semangat pemerataan pendidikan dan prinsip berkeadilan berlaku. Adapun kuota zonasi, untuk SMA maksimal 40 persen. Sedangkan SMK paling banyak 60 persen dari total jumlah peserta didik.

Dari 40 dan 60 persen maksimal itu, masih terbagi lagi untuk siswa miskin dan terdekat. “Kita tidak menerapkan permendikbud, karena kita pakai pergub,” tegasnya.

Di tempat terpisah, Sekretaris Daerah Pemerintah Kota Cirebon Drs Asep Dedi MSi mengatakan, sistem zonasi dengan batas kelurahan untuk SMP dan SD, merupakan langkah baik dalam upaya pemerataan pendidikan.

Sehingga kedepan tidak ada lagi sekolah favorit. “Semua sekolah sama. Saya mendukung sistem zonasi kelurahan,” ucapnya.

Dengan adanya zonasi, Asep menilai, tidak perlu menggunakan ranking nilai. Sehingga semua siswa bisa merasakan akses pendidikan yang sama. Baginya, yang terpenting tidak ada lagi aksi titip menitip.

“Saya kira ini baik, semua sekolah akan menerima siswa sesuai rombel. Tidak ada lagi pilih-pilih dan pemaksaan kehendak,” katanya.

Asep mendesak sistem ini disosialisasikan ke orang tua. Sebab, aksi titip menitip itu kerap dilakukan karena orang tua tidak kuasa menolak keinginan anaknya yang ingin masuk ke sekolah tertentu.

(ysf)

Studi Kasus Mahjong Ways Menunjukkan Perubahan Cara Pemain Membaca Susunan Simbol Akibat Baris Tambahan
Sering Terjadi Kesalahpahaman Bahwa Transformasi Simbol Emas Mahjong Ways Menandakan Hasil Putaran Berikutnya
Perbandingan Tampilan Antara Mahjong Ways Dan Sekuelnya Dalam Menyajikan Informasi Fitur Di Layar Seluler Modern
Direkapitulasi Perjalanan Mahjong Ways Dari Tema Tradisional Menuju Industri Game Digital Modern
Tanpa Mencampurkan Dengan Peran Wild, Fungsi Scatter Mahjong Ways Dapat Dikenali Dalam Susunan Kemenangan
Penyelaman Mengungkap Perubahan Dan Makna Baru Dunia Baccarat Di Era Digital
Media Gaming Mengungkap Perjalanan Mahjong Ways 2 Dalam Menghadapi Perubahan Tren Industri Hiburan Digital
Baccarat Ditampilkan Dalam Catatan Perubahan Platform Media Gaming Masa Kini Yang Mengubah Cara Bermain
Pergeseran Media Modern Menjadikan Wacana Kasino Online Sebagai Sorotan Baru Masyarakat
Perubahan Gaya Platform Membawa Bakarat Digital Menjadi Sorotan Baru Dalam Percakapan Modern
Perkembangan Komunitas Mahjong Ways Digital Dorong Kebangkitan Popularitas di Indonesia
Tren Mahjong Ways Mobile Gaming Terbaru Hadirkan Kebangkitan Jadi Sorotan Utama
Kenapa Mahjong Ways Tetap Viral? Alasan Ini Bikin Kaget!
Fenomena Game Bertema Oriental Bangkit Kembali, Mahjong Ways Jadi Sorotan Utama
Strategi Mahjong Ways Tetap Digemari Di Tengah Persaingan Game Online Diungkap Media Digital
Transformasi Industri Mahjong Ways Digital Perjalanan Panjang Menuju Inovasi
Kebangkitan Platform Game Mahjong Ways dalam Era Perkembangan Digital
Meski Zaman Berubah, Mahjong Ways Tetap Favorit! Ini Rahasianya
Mahjong Ways Masih Jadi Perbincangan Hangat! Komunitas Gaming Ungkap Alasannya
Evolusi Mahjong Ways Dari Masa Ke Masa Yang Bikin Penasaran Diungkap Laporan Industri
Mahjong Ways Tetap Eksis! Ini Rahasia Bertahan di Tengah Persaingan Industri Game Ketat
Identitas Visual Mahjong Ways Bikin Penggemar Terpikat! Media Online Soroti Konsistensinya
Tren Digital Menggairahkan Lagi! Game Penghasil Uang Cepat Jadi Sorotan Publik
Kenapa Game Penghasil Uang Cepat Menarik Minat Pemain Indonesia? Ini Alasannya!
Benarkah Game Penghasil Uang Cepat Makin Diminati? Faktanya Mengejutkan!
Majestic Treasures Menarik Perhatian Komunitas Game Digital Lewat Pesona Khas dan Ragam Strategi Menarik
Mahjong Ways 2 Ramai Dibahas Lagi! Ini Dampak Besar pada Industri Game Digital Indonesia
Mahjongways Kasino Online Viral di Komunitas Game dan Mulai Disebut sebagai Sumber Penghasilan Baru
Mahjong Ways Kembali Jadi Sorotan! Penggemar Game Penghasil Uang di Indonesia Serbu
Game Penghasil Uang Mulai Dilirik Media Game Mobile di Tengah Pergeseran Tren Global