Sabtu, 8 Agustus 2026

Mahasiswa FH Untad Diskusi Bersama Hakim Agung

PALU EKPSRES, PALU – Para mahasiswa Fakultas Hukum (FH) Universitas Tadulako (Untad), bersama unsur civitas akademika lainnya, berkesempatan melakukan diskusi, dengan salah seorang Hakim Agung dari Mahkamah Agung (MA) RI, yakni Dr. H. Ibrahim, di ruang conference FH Untad, Jumat (26/5).

Dalam diskusi yang mengambil tema “Kebebasan Hakim dalam Sistem Penegakan Hukum di Indonesia” tersebut, Dr. Ibrahim, menyampaikan bahwa dalam setiap kasus, pertimbangan seorang hakim harus bertumpu pada hukum moral dan etika, yang dari pertimbangan itulah, kemudian lahir kebebasan seorang hakim.

“Setiap kasus memiliki karakter masing-masing, dan karakter itu yang menjadi acuan dan pertimbangan hakim, dalam memutus sebuah perkara. Kemudian pertimbangan hakim itu, harus bertumpu pada hukum moral dan etika, dan dari pertimbangan itu kemudian diharapkan ada kebebasan hakim,” jelasnya.

Ia juga menyampaikan kepada para civitas FH Untad, bahwa keputusan hakim harusnya tidak hanya sekadar menyelesaikan kasus, tapi juga harus memiliki sifat edukasi. Sifat edukasi inilah, yang disebut mantan Anggota Komisi Yudisial RI ini, dapat mencerminkan rasa keadilan.

Untuk mewujudkan hakim yang dapat memutus suatu putusan, dengan mencerminkan rasa edukasi dan keadilan, lanjutnya, harus memiliki tiga syarat, yang dapat dipersiapkan oleh para calon hakim atau penegak hukum.

Syarat pertama, ialah membangun kompetensi yang bersifat hard competence, atau penguatan di sisi kognitif, yaitu penguasaan materi hukum baik itu hukum materil maupun hukum formil. Olehnya, Ibrahim mengajak para mahasiswa maupun penegak hukum, untuk terus mengikuti perkembangan instrumen hukum, baik nasional maupun internasional.

“Syarat kedua adalah skill competence, dan yang ketiga adalah soft competence atau hati nurani,” lanjutnya.
Lebih lanjut, Ibrahim juga menjelaskan, sifat hukum yang dinamis akan mendorong terjadinya dinamika dalam setiap penegakan hukum. Hal ini, mendorong para penegak hukum, untuk mempersiapkan dirinya, dengan profesionalisme yang tinggi, serta integritas yang kuat.

“Tidak cukup bagi seorang penegak hukum itu, hanya memiliki kekuatan dari sisi profesionalismenya, tetapi juga ada integritas. Dua hal ini, harus dihadirkan oleh mereka, yang melaksanakan tugas-tugas penegakan hukum,” tandasnya.

(abr/Palu Ekspres)

Fleksibilitas Baru Dalam Pengelolaan Infrastruktur Dihadirkan Oleh Teknologi Berbasis Cloud
Efisiensi Operasional Meningkat Berkat Teknologi Analitik Modern Dengan Pemantauan Berkelanjutan
Fondasi Baru Untuk Efisiensi Operasional Terbentuk Dari Platform Digital Modern
Adaptasi Terhadap Perubahan Teknologi Dipercepat Melalui Integrasi Kecerdasan Buatan
Pengelolaan Sistem Lebih Efektif Didukung Oleh Teknologi Pemantauan Cerdas
Stabilitas Operasional Terjaga Berkat Teknologi Digital Terintegrasi Dengan Analisis Berkelanjutan
Tantangan Transformasi Digital Dihadapi Secara Efektif Melalui Infrastruktur Modern Berbasis Analitik
Kolaborasi Dan Efisiensi Operasional Diperkuat Oleh Integrasi Teknologi Berbasis Cloud
Akurasi Evaluasi Kinerja Sistem Meningkat Berkat Platform Monitoring Digital
Ketahanan Operasional Di Era Digital Meningkat Melalui Pemanfaatan Analisis Data
Optimalisasi Pola Mahjong Ways Dilakukan melalui Algoritma Probabilistik Cerdas
Dompet Digital Mengubah Kebiasaan Transaksi dalam Ekosistem Monopoly Live
Ancaman Siber Mendorong Industri Permainan Memperkuat Keamanan Infrastruktur Digital
Digitalisasi Administrasi Pangkas Waktu Verifikasi Pengguna Live Blackjack
Perilaku Pemain Modern Dikaji melalui Model Adaptasi Strategis
Media Sosial Memperkuat Hubungan Provider dengan Komunitas Penggemar Gates of Olympus
Mahjong Wins 3 Menunjukkan Pergeseran Tren Hiburan Berbasis Teknologi Modern
Analisis Distribusi Mengungkap Kendala Penayangan Crazy Time di Berbagai Wilayah
Pemetaan Digital Memperkuat Distribusi Server serta Manajemen Trafik Lightning Roulette
Peluang Baru Industri Mahjong Indonesia Muncul dari Pergeseran Perilaku Digital