Sabtu, 8 Agustus 2026

Tidak Ada Sejarahnya Madrasah Mengajarkan Kekerasan

Abdullah Latopada

PALU EKSPRES, PALU – Sepanjang sejarah pendidikan madrasah di Indonesia, khususnya di Sulteng. tidak pernah ada madrasah, yang mengajarkan tentang kekerasan, terutama yang berkaitan dengan paham keagamaan.

Penegasan ini, disampaikan Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kementerian Agama (Kemenag) Sulteng, H. Abdullah Latopada, pada acara penandatanganan kesepakatan bersama, antara pihak Kemenag Sulteng dengan Polda Sulteng, terkait sinergitas Polri dan Stakeholder, dalam mewujudkan Binkamtibmas terhadap pelajar Madrasah Aliyah (MA) di Sulteng, di aula Asrama Haji Palu.

“Di madrasah ini kita ajarkan Islam yang rahmatn lil alamin, yakni Islam yang mengayomi semua kelompok paham kecuali paham yang bertentangan dengan Pancasila dan UUD 1945. Dan tidak ada sejarahnya, di madrasah mengajarkan kekerasan apalagi kebencian,” kata Abdullah.

Secara umum, Abdullah juga menegaskan, bahwa dalam Islam, tidak dikenal ajaran tentang kebencian.
“Kalaupun ada didengar di media-media, itu bukan ajaran Islam,” imbuhnya.

Ia menyebutkan, ajaran Islam dalam bermasyarakat, telah dicontohkan oleh Nabi Muhammad SAW, melalui konstitusi Madinah, atau piagam Madinah. Yang pada saat itu, Nabi Muhammad menjadi pemimpin, bagi semua golongan dan agama di Madinah.

“Maka kita berdasarkan seperti itu, Rasulullah luar biasa sebagai pemimpin waktu itu. Ini yang mau kita terapkan, Islam yang bisa menghargai eksistensi orang lain, bukan Islam yang mencaci maki dan mencela satu sama lainnya,” ujarnya lagi.

Terkait dengan sinergi yang dibangun bersama pihak Polda Sulteng, Abdullah menyebutkan, bahwa hal tersebut merupakan salah satu bentuk, dari peran Kementerian Agama, khususnya madrasah dalam menjaga stabilitas keamanan bangsa dan negara.

“Kalau Polda, penanggung jawab masalah pengamanan dari segi hukum, dan sebagainya, maka kita penanggung jawab dari segi akhlaknya. Olehnya, dalam pembentukan akhlak ini, kita memulai dari madrasah. Nantinya, dari madrasah-madrasah, mereka yang akan menunjang dan memberikan pemahaman-pemahaman, baik nilai-nilai beragama, maupun nilai berbangsa dan bernegara,” tandasnya.

(abr/Palu Ekspres)

Fleksibilitas Baru Dalam Pengelolaan Infrastruktur Dihadirkan Oleh Teknologi Berbasis Cloud
Efisiensi Operasional Meningkat Berkat Teknologi Analitik Modern Dengan Pemantauan Berkelanjutan
Fondasi Baru Untuk Efisiensi Operasional Terbentuk Dari Platform Digital Modern
Adaptasi Terhadap Perubahan Teknologi Dipercepat Melalui Integrasi Kecerdasan Buatan
Pengelolaan Sistem Lebih Efektif Didukung Oleh Teknologi Pemantauan Cerdas
Stabilitas Operasional Terjaga Berkat Teknologi Digital Terintegrasi Dengan Analisis Berkelanjutan
Tantangan Transformasi Digital Dihadapi Secara Efektif Melalui Infrastruktur Modern Berbasis Analitik
Kolaborasi Dan Efisiensi Operasional Diperkuat Oleh Integrasi Teknologi Berbasis Cloud
Akurasi Evaluasi Kinerja Sistem Meningkat Berkat Platform Monitoring Digital
Ketahanan Operasional Di Era Digital Meningkat Melalui Pemanfaatan Analisis Data
Optimalisasi Pola Mahjong Ways Dilakukan melalui Algoritma Probabilistik Cerdas
Dompet Digital Mengubah Kebiasaan Transaksi dalam Ekosistem Monopoly Live
Ancaman Siber Mendorong Industri Permainan Memperkuat Keamanan Infrastruktur Digital
Digitalisasi Administrasi Pangkas Waktu Verifikasi Pengguna Live Blackjack
Perilaku Pemain Modern Dikaji melalui Model Adaptasi Strategis
Media Sosial Memperkuat Hubungan Provider dengan Komunitas Penggemar Gates of Olympus
Mahjong Wins 3 Menunjukkan Pergeseran Tren Hiburan Berbasis Teknologi Modern
Analisis Distribusi Mengungkap Kendala Penayangan Crazy Time di Berbagai Wilayah
Pemetaan Digital Memperkuat Distribusi Server serta Manajemen Trafik Lightning Roulette
Peluang Baru Industri Mahjong Indonesia Muncul dari Pergeseran Perilaku Digital