Minggu, 9 Agustus 2026
Opini  

Islam Nusantara

Tasrief Siara

Ketika berada dalam shaf di dalam masjid, kita jarang  menemukan jamaah Indonesia yang seenaknya melangkahi jamaah yang sedang duduk apalagi sedang shalat.

Jamaah dari negera lain, tanpa beban melangkahi jamaah karena sedang mencari posisi shaf yang kosong, bahkan mereka tanpa sungkan melangkahi orang yang sedang shalat sunah atau shalat wajib. Fenomena seperti ini seperti menjadi hal yang biasa di Masjidil Haram, bahkan petugas keamanan di Masjdil Haram terkadang meminta jamaah berhenti shalat sunnah ketika sebuat alat berat akan dipindahkan didalam Masjidil Haram yang  sedang direnovasi itu.

Itulah wajah Islam nusantara jika diturunkan dalam tingkatan praksis. Seorang jamaah dari Brunei saat kami berbincang tentang perilaku intoleran jamaah dari belahan dunia lain saat menanti waktu azan tiba, bilang pada saya, jamaah asal ASEAN umumnya sangat sopan.

Saya juga sempat berbincang untuk waktu yang beda dengan jamaah asal Afganistan, saat menanti waktu shalat magrib dan jamaah asal Iran saat menanti shalat subuh di pelataran Kabah, mereka secara terbuka menyampaikan kekagumannya terhadap calon jamaah haji Indonesia, yang sopan dan sangat hormat terhadap jamaah lain.

Bahkan petugas kebersihan Masjidil Haram sangat senang dengan jamaah Indonesia. Mereka sering bilang: Indonesia bagus.

Dalam pikiran saya yang sangat sederhana berpikir, itulah wajah Islam Nusantara yang tengah “didemonstrasikan” jamaah haji Indonesia yang toleran, sopan, terbuka dengan jamaah dari negara lain.  Bangga rasanya bisa melihat secara langsung fenomena ini.

Tapi yang saya heran – dan ini membutuhkan kajian para sosiolog – mengapa ketika kita bertemu dengan sesama jamaah asal Indonesia, sikap toleran itu terkadang tenggelam ditelan oleh sikap egoisme masing-masing.

Seperti rebutan naik bus jemputan, atau rebutan masuk pintu lift hotel. Heran awak menyaksikan itu. Selamat berpuasa untuk anda yang sedang menjani shaum ramadhan 1438 hijriah.

Penulis merupakan praktisi komunikasi massa

***

Fleksibilitas Baru Dalam Pengelolaan Infrastruktur Dihadirkan Oleh Teknologi Berbasis Cloud
Efisiensi Operasional Meningkat Berkat Teknologi Analitik Modern Dengan Pemantauan Berkelanjutan
Fondasi Baru Untuk Efisiensi Operasional Terbentuk Dari Platform Digital Modern
Adaptasi Terhadap Perubahan Teknologi Dipercepat Melalui Integrasi Kecerdasan Buatan
Pengelolaan Sistem Lebih Efektif Didukung Oleh Teknologi Pemantauan Cerdas
Stabilitas Operasional Terjaga Berkat Teknologi Digital Terintegrasi Dengan Analisis Berkelanjutan
Tantangan Transformasi Digital Dihadapi Secara Efektif Melalui Infrastruktur Modern Berbasis Analitik
Kolaborasi Dan Efisiensi Operasional Diperkuat Oleh Integrasi Teknologi Berbasis Cloud
Akurasi Evaluasi Kinerja Sistem Meningkat Berkat Platform Monitoring Digital
Ketahanan Operasional Di Era Digital Meningkat Melalui Pemanfaatan Analisis Data
Optimalisasi Pola Mahjong Ways Dilakukan melalui Algoritma Probabilistik Cerdas
Dompet Digital Mengubah Kebiasaan Transaksi dalam Ekosistem Monopoly Live
Ancaman Siber Mendorong Industri Permainan Memperkuat Keamanan Infrastruktur Digital
Digitalisasi Administrasi Pangkas Waktu Verifikasi Pengguna Live Blackjack
Perilaku Pemain Modern Dikaji melalui Model Adaptasi Strategis
Media Sosial Memperkuat Hubungan Provider dengan Komunitas Penggemar Gates of Olympus
Mahjong Wins 3 Menunjukkan Pergeseran Tren Hiburan Berbasis Teknologi Modern
Analisis Distribusi Mengungkap Kendala Penayangan Crazy Time di Berbagai Wilayah
Pemetaan Digital Memperkuat Distribusi Server serta Manajemen Trafik Lightning Roulette
Peluang Baru Industri Mahjong Indonesia Muncul dari Pergeseran Perilaku Digital