Sabtu, 8 Agustus 2026

Ekspor Kendaraan Roda 4 Meningkat 30 Persen

PALU EKSPRES, JAKARTA – Data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) menunjukkan, ekspor kendaraan roda empat meningkat 30 persen pada periode Januari–April 2017.

Yakni, dari 55.728 unit pada empat bulan pertama tahun lalu menjadi 74.947 unit. Salah satu pengereknya adalah pertumbuhan ekspor PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) sebesar sepuluh persen.

Meski demikian, kenaikan tersebut diprediksi hanya disebabkan seasonal timing.

”Grafiknya memang seperti itu. Kuartal pertama tumbuh pesat, nanti pada pertengahan melandai. Hasil keseluruhan memang harus menunggu akhir tahun,” jelas Presiden Direktur TMMIN Warih Andang Tjahjono pada akhir pekan kemarin.

Peningkatan permintaan pasar yang paling terasa terjadi di Asia, sedangkan permintaan dari kawasan Timur Tengah masih stagnan.

”Beberapa model yang tumbuh paling signifikan adalah Fortuner, Agya, dan Avanza,” kata Warih.

Secara volume, TMMIN berhasil mencatat pertumbuhan signifikan dalam bentuk completely built-up (CBU) sepanjang Januari–Maret 2017.

Angkanya mencapai 49.300 unit dibanding periode yang sama pada 2016 sebesar 34.700 unit.

Pencapaian pada kuartal pertama tahun ini juga disumbang pengenalan serangkaian model mobil baru.

Secara keseluruhan, tahun ini TMMIN menargetkan pertumbuhan ekspor sepuluh persen jika dibandingkan dengan 2016.

Lonjakan permintaan yang paling besar dialami Toyota Fortuner hingga mencapai 191 persen atau menjadi 16.600 unit.

Pasar terbesar sport utility vehicle itu adalah Asia Tenggara, Timur Tengah, dan Amerika Latin.

Sementara itu, Innova membukukan kenaikan 84,2 persen menjadi 3.500 unit. Ekspor Toyota Vios relatif stabil di angka 7.900 unit.

Sedangkan Toyota Sienta hanya menyumbang 2.200 unit. Volume ekspor CBU model lain, terutama  Avanza, Lite Ace, dan Agya, secara total mencapai 19.100 unit.

Selain kendaraan utuh, TMMIN melakukan ekspor dalam bentuk completely knocked down (CKD) sebanyak 12.300 unit. Sedangkan ekspor komponen otomotif mencapai 24 juta unit.

Ekspor mesin bensin tipe TR mencapai 8.800 unit, mesin etanol tipe TR 1.200 unit, mesin bensin tipe NR 20.300 unit, dan mesin etanol tipe NR 1.000 unit.

(agf/c23/noe)

Fleksibilitas Baru Dalam Pengelolaan Infrastruktur Dihadirkan Oleh Teknologi Berbasis Cloud
Efisiensi Operasional Meningkat Berkat Teknologi Analitik Modern Dengan Pemantauan Berkelanjutan
Fondasi Baru Untuk Efisiensi Operasional Terbentuk Dari Platform Digital Modern
Adaptasi Terhadap Perubahan Teknologi Dipercepat Melalui Integrasi Kecerdasan Buatan
Pengelolaan Sistem Lebih Efektif Didukung Oleh Teknologi Pemantauan Cerdas
Stabilitas Operasional Terjaga Berkat Teknologi Digital Terintegrasi Dengan Analisis Berkelanjutan
Tantangan Transformasi Digital Dihadapi Secara Efektif Melalui Infrastruktur Modern Berbasis Analitik
Kolaborasi Dan Efisiensi Operasional Diperkuat Oleh Integrasi Teknologi Berbasis Cloud
Akurasi Evaluasi Kinerja Sistem Meningkat Berkat Platform Monitoring Digital
Ketahanan Operasional Di Era Digital Meningkat Melalui Pemanfaatan Analisis Data
Optimalisasi Pola Mahjong Ways Dilakukan melalui Algoritma Probabilistik Cerdas
Dompet Digital Mengubah Kebiasaan Transaksi dalam Ekosistem Monopoly Live
Ancaman Siber Mendorong Industri Permainan Memperkuat Keamanan Infrastruktur Digital
Digitalisasi Administrasi Pangkas Waktu Verifikasi Pengguna Live Blackjack
Perilaku Pemain Modern Dikaji melalui Model Adaptasi Strategis
Media Sosial Memperkuat Hubungan Provider dengan Komunitas Penggemar Gates of Olympus
Mahjong Wins 3 Menunjukkan Pergeseran Tren Hiburan Berbasis Teknologi Modern
Analisis Distribusi Mengungkap Kendala Penayangan Crazy Time di Berbagai Wilayah
Pemetaan Digital Memperkuat Distribusi Server serta Manajemen Trafik Lightning Roulette
Peluang Baru Industri Mahjong Indonesia Muncul dari Pergeseran Perilaku Digital