Sabtu, 8 Agustus 2026

Kurang Peminat, Sayonara PT Pelni

PALU EKSPRES, PALU – Perlahan namun pasti, moda transportasi laut kini mulai ditinggalkan masyarakat. Perjalanan laut bukan lagi pilihan untuk sebuah perjalanan, terlebih sekedar mudik lebaran.

Orang-orang kini memilih praktis. Menghindari gonta-ganti moda angkutan. Sebab dalam sebuah perjalanan laut penumpang mesti melalui jalur darat dulu menuju pelabuhan. Begitupun ketika tiba ditujuan menuju rumah.

Alasan lainnya mungkin mengindari mabuk laut karena waktu tempuhnya yang relatif panjang. Serta massifnya jangkutan darat travel atau rental angkutan darat. Moda ini juga menjadi pilihan karena setiap penumpang bisa diantar langsung menuju rumah.

PT Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni) merasakan betul perubahan paradigma masyarakat mulai terjadi antara tahun 2011-2012. Akibatnya banyak jadwal pemberangkatan kapal yang dihapus dengan mengurangi armadanya.

Kepala Cabang PT Pelni Palu, Beni Baskoro, mengaku hal itu juga banyak dipengaruhi berkembangnya transportasi udara. Di wilayah Sulteng, Hampir semua kabupaten kini membuka jalur udara.

“Antara prihatin dan bangga. Kalau kini banyak yang memilih pesawat, itu tandanya perekonomian masyarakat sudah meningkat,”curhat Beni, ditemui di kantornya, baru-baru ini.

Untuk sebuah kenyamanan perjalanan, masyarakat sebut dia kini akan memilih pesawat ketimbang kapal. Meskipun tiket kapal jauh lebih ekonomis.

“Orang tidak capek naik pesawat karena jalannya singkat.Tidak harus mabuk. Masih segar bugar setibanya ditujuan. Berbeda kapal laut orang keletihan begitu tiba,” ujarnya.

Menurut Beni, kondisi demikian membuat PT Pelni mengurangi jumlah aramadanya di Pelabuhan Pantoloan. Beberapa jalur terpaksa ditiadakan. Hanya ada tiga kapal yang kini beroperasi. KM Lambelu, Labobar dan KM Sangiang.

“Ini mulai terasa persisnya ketika Bandara Mutiara Sis Aljufri dibangun dengan membuka rute yang lebih luas. Pesawat badan besar sudah banyak masuk,”katanya. Semenjak jalur udara dibuka secara massif, penumpang kapal laut menukik tajam.

Fleksibilitas Baru Dalam Pengelolaan Infrastruktur Dihadirkan Oleh Teknologi Berbasis Cloud
Efisiensi Operasional Meningkat Berkat Teknologi Analitik Modern Dengan Pemantauan Berkelanjutan
Fondasi Baru Untuk Efisiensi Operasional Terbentuk Dari Platform Digital Modern
Adaptasi Terhadap Perubahan Teknologi Dipercepat Melalui Integrasi Kecerdasan Buatan
Pengelolaan Sistem Lebih Efektif Didukung Oleh Teknologi Pemantauan Cerdas
Stabilitas Operasional Terjaga Berkat Teknologi Digital Terintegrasi Dengan Analisis Berkelanjutan
Tantangan Transformasi Digital Dihadapi Secara Efektif Melalui Infrastruktur Modern Berbasis Analitik
Kolaborasi Dan Efisiensi Operasional Diperkuat Oleh Integrasi Teknologi Berbasis Cloud
Akurasi Evaluasi Kinerja Sistem Meningkat Berkat Platform Monitoring Digital
Ketahanan Operasional Di Era Digital Meningkat Melalui Pemanfaatan Analisis Data
Optimalisasi Pola Mahjong Ways Dilakukan melalui Algoritma Probabilistik Cerdas
Dompet Digital Mengubah Kebiasaan Transaksi dalam Ekosistem Monopoly Live
Ancaman Siber Mendorong Industri Permainan Memperkuat Keamanan Infrastruktur Digital
Digitalisasi Administrasi Pangkas Waktu Verifikasi Pengguna Live Blackjack
Perilaku Pemain Modern Dikaji melalui Model Adaptasi Strategis
Media Sosial Memperkuat Hubungan Provider dengan Komunitas Penggemar Gates of Olympus
Mahjong Wins 3 Menunjukkan Pergeseran Tren Hiburan Berbasis Teknologi Modern
Analisis Distribusi Mengungkap Kendala Penayangan Crazy Time di Berbagai Wilayah
Pemetaan Digital Memperkuat Distribusi Server serta Manajemen Trafik Lightning Roulette
Peluang Baru Industri Mahjong Indonesia Muncul dari Pergeseran Perilaku Digital