Jumat, 28 Agustus 2026
Agama  

Gila dan Puasa Burung Dara

Oleh: Sofyan arsyad, S.Pd.I, M.Si
Kasi Urais dan Pembinaan Syariah Kanwil Kemenag Sulteng

Suatu ketika, Nabi Muhammad SAW menghampiri para sahabat yang sedang berkumpul mengelilingi orang gila. ”Ada apa ini, mengapa kalian berkumpul disini?” tanya Rasulullah.
”Ya Rasul, ini ada orang gila sedang mengamuk”, jawab sahabat Nabi.

Apa respon Rasul Beliau diam sejenak dan memberi nasihat; ”Wahai sahabatku, ketahuilah orang ini bukan gila. Ia hanya sedang mendapat musibah.”

Lalu, Nabi Muhammad SAW balik bertanya, tahukah kalian, siapa orang gila yang sebenarnya? Tanpa menunggu jawaban para sahabat, Rasulullah menjelaskan enam ciri orang gila yang sebenarnya yaitu: 1) orang yang berjalan dengan sombong; 2) memandang orang lain dengan pandangan merendahkan; 3) membusungkan dada; 4) berharap surga sambil tetap berbuat maksiat; 5) kejelekannya membuat orang tidak aman dan kebaikannya tidak pernah diharapkan.
”Itulah orang gila sebenarnya. Kalau orang gila di depan kalian, dia cuma sedang kena musibah,” kata Rasulullah.
Dalam terminologi bahasa Arab, orang gila disebut ”majnun”, dengan akar kata ”jannat” yang artinya menutupi.

Dengan demikian, orang berkelakukan aneh yang biasa kita sebut ”gila”, sebetulnya adalah seseorang yang masih memiliki akal. Namun akal mereka telah tertutupi oleh hawa nafsunya, sehingga akalnya tidak mampu menerangi perilakunya.

Kisah ini seharusnya memberikan pelajaran kepada kita untuk mengintrospeksi diri, apakah ciri-ciri orang gila sebenarnya seperti yang digambarkan Nabi, bersemayam pada diri kita. Terlepas apapun jawabannya, saat ini kita ibarat sedang berada di ”rumah sakit jiwa terbesar di dunia”.

Rumah Sakit Ramadan namanya. Sebulan penuh, jiwa dan hati kita dirawat di rumah sakit made in Allah SWT tersebut. Jika kita bersungguh-sungguh berobat dan mematuhi anjuran ”dokter”, maka ketika keluar dari rumah sakit Ramadan (1 Syawal), jiwa dan hati kita yang mungkin dahulu dilumuri noda, akan kembali bersih, sehat, dan suci ibarat bayi yang baru dilahirkan.

Berbeda dengan rumah sakit di dunia, kesembuhan penyakit di rumah sakit ramadan lebih banyak ditentukan oleh seberapa besar kesungguhan ”pasien” dalam memahami esensi puasa dan melaksanakan resep/anjuran ”dokter” yang diracik dalam bentuk; mempuasakan seluruh anggota badan, shalat berjmaah diawal waktu, menghidupkan qiyamul lail, tadarrus al Qur’an, i’tikaf di masjid, gemar bersedekah, rajin beristighfar, zakat fitrah, serta amalan-amalan utama ramadan lainnya.

Dalam hal ini, sang ”dokter” tak lain adalah para muballigh, yang memberi resep melalui tausiyah ramadan baik di masjid maupun lewat media cetak dan elektronik.
Merujuk pada penjelasan Rasulullah di atas, maka salah satu ciri orang gila sebenarnya adalah memiliki sifat sombong.

Sebuah perilaku, yang antara lain dipicu oleh sifat attakasur yang ada dalam diri manusia. Allah SWT berpesan: ”Bermegah-megahan telah melalaikan kamu, sampai kamu masuk ke dalam kubur” (Q.S Attakasur, 1-2).

Attakastur, adalah keinginan memperbanyak kesenangan dan perhiasan dunia, serta selalu berniat mengalahkan orang lain dengan harta. Dari takasur, lahirlah tiga penyakit rohani manusia, yaitu: takabbur (sombong), dengki dan dendam. Takasur membuat kita menjadi sombong.

Karena merasa kaya, kita cenderung merendahkan orang lain. Rasa sayang kepada mereka yang nasibnya lebih malang, berubah menjadi kebencian. Kita lemparkan sumpah serapah kepada kaum fuqara dan masakin. Kita usir mereka karena dianggap mengganggu kesibukan. Kita lupa bahwa Allah hanya menitipkan harta, dan mereka datang meminta hak/titipan tersebut.

Di samping membuat sombong, takasur juga menyuburkan rasa dengki. Ketika kita melihat orang lain lebih kaya, berpengaruh, populer, dan lebih dihormati, kita pun iri hati dan marah. Dengan segala cara kita berusaha menjatuhkan mereka, melalui penyebaran aib dan fitnah.  Lalu, kita bahagia dan tersenyum bangga ketika berhasil membuat mereka hidup menderita. Bahaya takastur yang paling besar adalah dendam. Kita membenci orang yang memenangkan persaingan, dan berusaha membalas kekalahan itu dengan mencelakakan mereka.

Kita berubah dari makhluk Allah yang dititipkan seperseratatus kasih sayang Allah, menjadi makhluk yang jahat seperti iblis dengan seratus macam tipu dayanya.
Oleh karena itu, di bulan Ramadan 1438 H ini, mari kita reparasi sifat-sifat buruk tersebut, agar bobot puasa kita tak jauh lebih baik dari kualitas puasa seekor burung dara.

Mengapa? Karena jika kita baru sebatas mampu menahan makan, minum dan tidak bersetubuh di siang hari, maka apa bedanya kita dengan burung dara yang kita masukkan ke dalam sangkar sendirian tanpa diberi makan dan minum, dari fajar sampai menjelang malam. Wallahu a’lam.

Studi Kasus Mahjong Ways Menunjukkan Perubahan Cara Pemain Membaca Susunan Simbol Akibat Baris Tambahan
Sering Terjadi Kesalahpahaman Bahwa Transformasi Simbol Emas Mahjong Ways Menandakan Hasil Putaran Berikutnya
Perbandingan Tampilan Antara Mahjong Ways Dan Sekuelnya Dalam Menyajikan Informasi Fitur Di Layar Seluler Modern
Direkapitulasi Perjalanan Mahjong Ways Dari Tema Tradisional Menuju Industri Game Digital Modern
Tanpa Mencampurkan Dengan Peran Wild, Fungsi Scatter Mahjong Ways Dapat Dikenali Dalam Susunan Kemenangan
Penyelaman Mengungkap Perubahan Dan Makna Baru Dunia Baccarat Di Era Digital
Media Gaming Mengungkap Perjalanan Mahjong Ways 2 Dalam Menghadapi Perubahan Tren Industri Hiburan Digital
Baccarat Ditampilkan Dalam Catatan Perubahan Platform Media Gaming Masa Kini Yang Mengubah Cara Bermain
Pergeseran Media Modern Menjadikan Wacana Kasino Online Sebagai Sorotan Baru Masyarakat
Perubahan Gaya Platform Membawa Bakarat Digital Menjadi Sorotan Baru Dalam Percakapan Modern
Perkembangan Komunitas Mahjong Ways Digital Dorong Kebangkitan Popularitas di Indonesia
Tren Mahjong Ways Mobile Gaming Terbaru Hadirkan Kebangkitan Jadi Sorotan Utama
Kenapa Mahjong Ways Tetap Viral? Alasan Ini Bikin Kaget!
Fenomena Game Bertema Oriental Bangkit Kembali, Mahjong Ways Jadi Sorotan Utama
Strategi Mahjong Ways Tetap Digemari Di Tengah Persaingan Game Online Diungkap Media Digital
Transformasi Industri Mahjong Ways Digital Perjalanan Panjang Menuju Inovasi
Kebangkitan Platform Game Mahjong Ways dalam Era Perkembangan Digital
Meski Zaman Berubah, Mahjong Ways Tetap Favorit! Ini Rahasianya
Mahjong Ways Masih Jadi Perbincangan Hangat! Komunitas Gaming Ungkap Alasannya
Evolusi Mahjong Ways Dari Masa Ke Masa Yang Bikin Penasaran Diungkap Laporan Industri
Mahjong Ways Tetap Eksis! Ini Rahasia Bertahan di Tengah Persaingan Industri Game Ketat
Identitas Visual Mahjong Ways Bikin Penggemar Terpikat! Media Online Soroti Konsistensinya
Tren Digital Menggairahkan Lagi! Game Penghasil Uang Cepat Jadi Sorotan Publik
Kenapa Game Penghasil Uang Cepat Menarik Minat Pemain Indonesia? Ini Alasannya!
Benarkah Game Penghasil Uang Cepat Makin Diminati? Faktanya Mengejutkan!
Majestic Treasures Menarik Perhatian Komunitas Game Digital Lewat Pesona Khas dan Ragam Strategi Menarik
Mahjong Ways 2 Ramai Dibahas Lagi! Ini Dampak Besar pada Industri Game Digital Indonesia
Mahjongways Kasino Online Viral di Komunitas Game dan Mulai Disebut sebagai Sumber Penghasilan Baru
Mahjong Ways Kembali Jadi Sorotan! Penggemar Game Penghasil Uang di Indonesia Serbu
Game Penghasil Uang Mulai Dilirik Media Game Mobile di Tengah Pergeseran Tren Global