Jumat, 18 September 2026
Agama  

Gila dan Puasa Burung Dara

Oleh: Sofyan arsyad, S.Pd.I, M.Si
Kasi Urais dan Pembinaan Syariah Kanwil Kemenag Sulteng

Suatu ketika, Nabi Muhammad SAW menghampiri para sahabat yang sedang berkumpul mengelilingi orang gila. ”Ada apa ini, mengapa kalian berkumpul disini?” tanya Rasulullah.
”Ya Rasul, ini ada orang gila sedang mengamuk”, jawab sahabat Nabi.

Apa respon Rasul Beliau diam sejenak dan memberi nasihat; ”Wahai sahabatku, ketahuilah orang ini bukan gila. Ia hanya sedang mendapat musibah.”

Lalu, Nabi Muhammad SAW balik bertanya, tahukah kalian, siapa orang gila yang sebenarnya? Tanpa menunggu jawaban para sahabat, Rasulullah menjelaskan enam ciri orang gila yang sebenarnya yaitu: 1) orang yang berjalan dengan sombong; 2) memandang orang lain dengan pandangan merendahkan; 3) membusungkan dada; 4) berharap surga sambil tetap berbuat maksiat; 5) kejelekannya membuat orang tidak aman dan kebaikannya tidak pernah diharapkan.
”Itulah orang gila sebenarnya. Kalau orang gila di depan kalian, dia cuma sedang kena musibah,” kata Rasulullah.
Dalam terminologi bahasa Arab, orang gila disebut ”majnun”, dengan akar kata ”jannat” yang artinya menutupi.

Dengan demikian, orang berkelakukan aneh yang biasa kita sebut ”gila”, sebetulnya adalah seseorang yang masih memiliki akal. Namun akal mereka telah tertutupi oleh hawa nafsunya, sehingga akalnya tidak mampu menerangi perilakunya.

Kisah ini seharusnya memberikan pelajaran kepada kita untuk mengintrospeksi diri, apakah ciri-ciri orang gila sebenarnya seperti yang digambarkan Nabi, bersemayam pada diri kita. Terlepas apapun jawabannya, saat ini kita ibarat sedang berada di ”rumah sakit jiwa terbesar di dunia”.

Rumah Sakit Ramadan namanya. Sebulan penuh, jiwa dan hati kita dirawat di rumah sakit made in Allah SWT tersebut. Jika kita bersungguh-sungguh berobat dan mematuhi anjuran ”dokter”, maka ketika keluar dari rumah sakit Ramadan (1 Syawal), jiwa dan hati kita yang mungkin dahulu dilumuri noda, akan kembali bersih, sehat, dan suci ibarat bayi yang baru dilahirkan.

Berbeda dengan rumah sakit di dunia, kesembuhan penyakit di rumah sakit ramadan lebih banyak ditentukan oleh seberapa besar kesungguhan ”pasien” dalam memahami esensi puasa dan melaksanakan resep/anjuran ”dokter” yang diracik dalam bentuk; mempuasakan seluruh anggota badan, shalat berjmaah diawal waktu, menghidupkan qiyamul lail, tadarrus al Qur’an, i’tikaf di masjid, gemar bersedekah, rajin beristighfar, zakat fitrah, serta amalan-amalan utama ramadan lainnya.

Dalam hal ini, sang ”dokter” tak lain adalah para muballigh, yang memberi resep melalui tausiyah ramadan baik di masjid maupun lewat media cetak dan elektronik.
Merujuk pada penjelasan Rasulullah di atas, maka salah satu ciri orang gila sebenarnya adalah memiliki sifat sombong.

Sebuah perilaku, yang antara lain dipicu oleh sifat attakasur yang ada dalam diri manusia. Allah SWT berpesan: ”Bermegah-megahan telah melalaikan kamu, sampai kamu masuk ke dalam kubur” (Q.S Attakasur, 1-2).

Attakastur, adalah keinginan memperbanyak kesenangan dan perhiasan dunia, serta selalu berniat mengalahkan orang lain dengan harta. Dari takasur, lahirlah tiga penyakit rohani manusia, yaitu: takabbur (sombong), dengki dan dendam. Takasur membuat kita menjadi sombong.

Karena merasa kaya, kita cenderung merendahkan orang lain. Rasa sayang kepada mereka yang nasibnya lebih malang, berubah menjadi kebencian. Kita lemparkan sumpah serapah kepada kaum fuqara dan masakin. Kita usir mereka karena dianggap mengganggu kesibukan. Kita lupa bahwa Allah hanya menitipkan harta, dan mereka datang meminta hak/titipan tersebut.

Di samping membuat sombong, takasur juga menyuburkan rasa dengki. Ketika kita melihat orang lain lebih kaya, berpengaruh, populer, dan lebih dihormati, kita pun iri hati dan marah. Dengan segala cara kita berusaha menjatuhkan mereka, melalui penyebaran aib dan fitnah.  Lalu, kita bahagia dan tersenyum bangga ketika berhasil membuat mereka hidup menderita. Bahaya takastur yang paling besar adalah dendam. Kita membenci orang yang memenangkan persaingan, dan berusaha membalas kekalahan itu dengan mencelakakan mereka.

Kita berubah dari makhluk Allah yang dititipkan seperseratatus kasih sayang Allah, menjadi makhluk yang jahat seperti iblis dengan seratus macam tipu dayanya.
Oleh karena itu, di bulan Ramadan 1438 H ini, mari kita reparasi sifat-sifat buruk tersebut, agar bobot puasa kita tak jauh lebih baik dari kualitas puasa seekor burung dara.

Mengapa? Karena jika kita baru sebatas mampu menahan makan, minum dan tidak bersetubuh di siang hari, maka apa bedanya kita dengan burung dara yang kita masukkan ke dalam sangkar sendirian tanpa diberi makan dan minum, dari fajar sampai menjelang malam. Wallahu a’lam.

Pengalaman Pengguna Game Penghasil Saldo DANA Lebih Cepat Adaptif Dan Efisien Dibawa Oleh Inovasi Teknologi
Pergeseran Mutu Produksi Kosmetik Terdeteksi Lebih Akurat Berkat Aliran Data Langsung
Pengalaman Pengguna Semakin Responsif Adaptif Dan Efisien Berkat Perkembangan Teknologi Modern
Momentum Tetap Terarah Dan Terkendali Dipertahankan Melalui Taktik Mode Pemburu Sic Bo Live
Keputusan Tetap Terukur Dalam Game Online Dipertahankan Melalui Pengelolaan Modal Cerdas
Kapitalisasi Pasar Dan Inovasi Kasino Online Berubah Di Tengah Disrupsi Teknologi Modern
Strategi Baru Untuk Meningkatkan Keunggulan Kompetitif Dibuka Melalui Business Model Canvas Mahjong Ways
Kualitas Sistem Mahjongways Kasino Online Dipahami Melalui Identifikasi Nilai Pembayaran Game Penghasil Saldo DANA
Perspektif Baru Dalam Menganalisis Perkembangan Mahjong Ways Dibuka Melalui Modernisasi Strategi
Kasino Menjadi Studi Sistem Informasi Bagi Mahasiswa Melalui Pelatihan Enterprise Architecture
Mahjongways Kasino Online Dijadikan Acuan Strategi Marketing dalam Lingkungan Pemerintahan
Keamanan Informasi Jadi Fondasi Utama Layanan Konsultasi Kosmetik Berbasis Teknologi
Teknologi Pemantauan Membantu Mengukur Frekuensi Pembayaran secara Lebih Objektif dan Terukur
Kajian Statistik Pola RTP Menyoroti Perkembangan Teknologi Neural Sintetis Regulatoris
Simulasi Statistik Membuka Pendekatan Baru Memahami Mahjong Game Sungai Penuh secara Terukur
Statistik Objektif Membantu Membaca Pola Mahjong Game Sungai Penuh dengan Lebih Rasional
Strategi Mahjong Game Sungai Penuh Makin Terarah melalui Pendekatan Statistik Modern
Pendekatan Data Objektif Membantu Mengkaji Mahjong Game Saldo DANA Sungai Penuh secara Lebih Terstruktur
Mahjong Game Sungai Penuh Dikaji lewat Simulasi Statistik untuk Membaca Pola Aktivitas
Aturan Mahjong Digital dari Dua Kartu Awal hingga Penentuan Rentang Nilai Game Penghasil Saldo DANA
Pendekatan Adaptif MahjongWays Kasino Online Membantu Menjaga Keseimbangan Anggaran Hiburan
Kemunculan Simbol Unik MahjongWays Kasino Online Perlu Dibaca Secara Lebih Rasional
Mahjong Ways Menarik Minat Pemain di Tengah Ketatnya Persaingan Game Digital
Pengaturan Tempo MahjongWays Kasino Online Tidak Menentukan Munculnya Kombinasi Khusus
Starlight Princess Kembali Merebut Perhatian Pemain MBG Berkat Daya Tariknya
Membaca Pola Mahjong Ways dan Tren Permainan Lewat Data Saldo DANA Terbaru
Disiplin Mental MahjongWays Kasino Online Membantu Mencegah Keputusan Finansial yang Terlalu Impulsif
Mengenal Sweet Bonanza sebagai Game Digital Online dengan Tema Manis yang Menarik
Rotasi Awal MahjongWays Kasino Online Bukan Tolok Ukur Kemurahan Sistem Permainan
Menelusuri Strategi Terbaik dalam Bermain Game Penghasil Saldo DANA Secara Lebih Mendalam