Sabtu, 8 Agustus 2026
Daerah  

Keharmonisan Sosial Sebagai Fitrah

PALU EKSPRES, PALU – Di tengah problem kebangsaan yang sedang dalam ujian, tema kesetiakawanan sosial menjadi isu hangat yang menjadi diskursus kebangsaan hari ini.

Renggangnya komitmen kebangsaan yang dipicu meluasnya kebencian berbasis agama dan ras menjadi tema yang dipilih oleh Dr Azma N Marjun M.Pd, Wakil Rektor IAIN Palu, pada khutbah Idul Fitri 2017 yang dipusatkan di Halaman Masjid Agung Darussalam Palu, Ahad 25 Juni 2017.

Salah satu fitrah manusia ungkap Marjun adalah senantiasa membangun keharmonisan hidup. Dengan demikian sarana puasa memberikan penyadaran kepada manusia akan pentingnya sebuah keharmonisan hidup.

Sebaliknya, jika keharmonisan itu gagal diraihnya maka manusia itu gagal meraih kembali fitrahnya. Sekaligus gagal menjalankan puasanya.

Sering keharomisan kata dia, sulit diraih karena manusia sibuk dengan urusannya masing masing.

”Kita sibuk dengan segala tuntutan kemoderenan. Kita sibuk dengan kegiatan yang hampir tidak bisa lagi memerhatikan orang di sekitar kita. Kita kehilangan kasih sayang. Sebagai gantinya kita mengembangkan sikap kasar, egois dan agresif,” urainya panjang lebar.

Menurut dia, puasa mendidik manusia dapat memandang orang lain sebagai bagian dari dirinya. Sehingga muncul solidaritas terhadap orang-orang di sekitarnya.

Manusia katanya tidak selalu berhasil memelihara kasih sayang yang dititipkan Allah SWT kepada hambaNya. Seperseratus kasih sayang yang dititipkan sering diabaikan dan dilupakan. Marjun juga menyuarakan keprihatinannya terhadap beredarnya berita bohong (hoaks) yang mengancam rasa persaudaraan sesama bangsa.

Aneka kabar hoaks yang berseliweran linimasa media sosial bertujuan untuk mengganggu kestabilan nasional. Sebagai bangsa Indonesia, maka Pancasila, NKRI dan UUD 45 dan Bhineka Tunggal Ika adalah final yang tidak bisa diganggu gugat.

Salat Idul Fitri tingkat Provinsi Sulawesi Tengah yang dipusatkan di Masjid Agung dihadiri oleh Gubernur Sulteng Longki Djanggola dan Ny Zalzulmida Djanggola, Kanwil Kemenag Sulteng Abdullah Latopada dan Ibu serta Wakil Ketua Komisi V DPR RI Muhidin M Said.

Halaman salat id tidak bisa menampung ribuan jamaah. Sebagian lagi bahkan harus membuat shaf di jalan Datu Pamusu di luar kompleks Masjid Agung.

(kia/Palu Ekspres)

Fleksibilitas Baru Dalam Pengelolaan Infrastruktur Dihadirkan Oleh Teknologi Berbasis Cloud
Efisiensi Operasional Meningkat Berkat Teknologi Analitik Modern Dengan Pemantauan Berkelanjutan
Fondasi Baru Untuk Efisiensi Operasional Terbentuk Dari Platform Digital Modern
Adaptasi Terhadap Perubahan Teknologi Dipercepat Melalui Integrasi Kecerdasan Buatan
Pengelolaan Sistem Lebih Efektif Didukung Oleh Teknologi Pemantauan Cerdas
Stabilitas Operasional Terjaga Berkat Teknologi Digital Terintegrasi Dengan Analisis Berkelanjutan
Tantangan Transformasi Digital Dihadapi Secara Efektif Melalui Infrastruktur Modern Berbasis Analitik
Kolaborasi Dan Efisiensi Operasional Diperkuat Oleh Integrasi Teknologi Berbasis Cloud
Akurasi Evaluasi Kinerja Sistem Meningkat Berkat Platform Monitoring Digital
Ketahanan Operasional Di Era Digital Meningkat Melalui Pemanfaatan Analisis Data
Optimalisasi Pola Mahjong Ways Dilakukan melalui Algoritma Probabilistik Cerdas
Dompet Digital Mengubah Kebiasaan Transaksi dalam Ekosistem Monopoly Live
Ancaman Siber Mendorong Industri Permainan Memperkuat Keamanan Infrastruktur Digital
Digitalisasi Administrasi Pangkas Waktu Verifikasi Pengguna Live Blackjack
Perilaku Pemain Modern Dikaji melalui Model Adaptasi Strategis
Media Sosial Memperkuat Hubungan Provider dengan Komunitas Penggemar Gates of Olympus
Mahjong Wins 3 Menunjukkan Pergeseran Tren Hiburan Berbasis Teknologi Modern
Analisis Distribusi Mengungkap Kendala Penayangan Crazy Time di Berbagai Wilayah
Pemetaan Digital Memperkuat Distribusi Server serta Manajemen Trafik Lightning Roulette
Peluang Baru Industri Mahjong Indonesia Muncul dari Pergeseran Perilaku Digital