Jumat, 15 Mei 2026

PBNU Tetap Hargai Jamaah yang Baru Salat Ied Hari Senin

PALU EKSPRES, JAKARTA – Ketua Lembaga Dakwah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Maman Imanulhaq, menanggapi kelompok masyarakat yang baru melaksanakan salat Idul Fitri hari ini, Senin (26/6).

Dia menjelaskan, PBNU tetap menghargai perbedaan dalam menyikapi awal dan akhir Ramadan. “Toleransi dalam hal ini karena perbedaan metode dan referensi,” ujarnya kepada JawaPos.com.

Namun, NU katanya tetap menganjurkan masyarakat terutama kaum Nahdliyin untuk mengikuti keputusan pemerintah. “Baik dalam penetapan awal Ramadan, Idul Fitri dan Idul Adha,” imbau Maman.

Hal ini menurutnya, sesuai dengan Hadits Nabi yang diriwayatkan Abu Hurairah Radhiallahu’anhu. Di dalam HR. Tirmidzi 632, Ad Daruquthni 385 menyebutkan, Nabi Muhammad SAW bersabda, ‘hari puasa adalah hari ketika orang-orang berpuasa, Idul Fitri adalah hari ketika orang-orang berbuka, dan Idul Adha adalah hari ketika orang-orang menyembelih’.

“Faidah hadist ini adalah puasa dan lebaran bersama pemerintah dan mayoritas orang setempat,” jelasnya.

Dalam hadits itu, At Tirmidzi setelah membawakan hadits tersebut berkata, “Hadits ini hasan gharib, sebagian ulama menafsirkan hadits ini, mereka berkata bahwa maknanya adalah puasa dan berlebaran itu bersama Al Jama’ah dan mayoritas manusia,” pungkas Maman.

Diketahui, setidaknya ada empat masjid di Jakarta yang menjalankan salat Idul Fitri hari ini, Senin (26/6). Selain Masjid Ghairu Jami Baitur Rahman, ada pula Masjid Marzuqiyah di Cipinang Muara, dan Masjid Baiturrahman di Tebet Timur dan Tebet Selatan.

“Di Jakarta ada empat tempat,” ujar Pengurus Masjid Ghairu Jami Baitur Rahman, Al Faqih Ustaz Abdul Khair bin Mugni di Cipinang Muara, Jakarta.

Adapun keempat masjid itu dalam menentukan hari penting bagi umat Islam, berdasarkan kitab Tamizulhaq dan Aiqozonmiyam karangan Said Usman bin Abdullah bin Aqil bin Yahya.

“Sesuai dengan kaidah mufalaqiyah, kami hanya jalankan keyakinan yang dibimbing guru-guru kami,” tutur Al Faqih.

Adapun salat Id yang diselenggarakan hari ini karena mereka melihat dengan mata telanjang, hilal di awal Ramadan hampir delapan derajat.

“Pada saat itu perjalanan bulan berikutya, bulan sudah ditentukan. Kondisi empat derajat atau di bawahnya. Alhamdulillah tidak bisa dibuktikan di Jakarta dan sekitarnya. Itupun di daerah timur Indonesia,” jelas Al Faqih.

Karena itu, mereka belum bisa mengikuti ketetapan pemerintah bahwa Idul Fitri jatuh pada hari, Minggu (25/6) kemarin. “Karena keyakinan kami belum sampai waktunya melaksanakan Idul Fitri. Kami ikuti berdasarkan pengetahuan falakiyah yang ada. Kitabnya kami punya dan nggak ngasal,” pungkas Al Faqih.

(jpg/fajar)

gamespools

aceplay99

dewaslot88

slot anti rungkat

ace99play

slot777

Penyusunan Arah Digital yang Lebih Efisien melalui Kajian Rinci pada Ritme Bermain Akurat
Kebiasaan Pemain Saat Ini Makin Sering Ditelusuri demi Merancang Taktik Main Lebih Efisien dan Terstruktur
Mekanisme Adaptif Gates Of Olympus Perlahan Mengubah Alur Respons dan Memunculkan Formasi Baru yang Lebih Dinamis
Pendekatan Pengendalian Risiko dalam Game Online Viral lewat Pemantauan Skema Kemenangan
Perkembangan Media Sosial Terkini Dinilai Membuat Tampilan Feed Pengguna Majong Ways 2 Kian Beragam
Taktik Bermain Game Online
Sugar Rush
Gameplay Interaktif
Sistem Permainan Modern
Mahjongways Kasino Online
probabilitas game soft
pola Mahjong Ways 2
elemen slot online
interaksi pemain game modern
strategi bermain terukur
Mahjong Wins 3
Starlight Princess 1000 online
pendekatan rasional game
pola slot online
engagement pengguna game online