Sabtu, 8 Agustus 2026

Prabowo: Kepemimpinan Tak Bisa Dihadiahkan, Lahir Lewat Kesulitan dan Keberanian

Jakarta, PaluEkspres.com – Presiden RI Prabowo Subianto mengatakan jiwa kepemimpinan bukan “hadiah” yang bisa didapatkan begitu saja. Menurutnya, jiwa kepemimpinan hanya bisa didapatkan lewat kesulitan serta kerja keras.

“Saudara-saudara, kepemimpinan tidak bisa diberi sebagai hadiah. Kepemimpinan itu didapatkan melalui kerja keras, melalui sikap, melalui nilai-nilai yang ada dalam seorang,” ujar Prabowo dalam acara peluncuran buku ‘Sepuluh Karya Nyata untuk Negeri’ sekaligus perayaan ulang tahun ke-50 Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia di Djakarta Theater, Jakarta, Jumat (7/8).

Prabowo menilai, orang yang tak pernah mengalami kesulitan dan penderitaan tak bisa jadi pemimpin. Ia menilai hambatan dan rintangan membentuk karakter seseorang.

“Kondisi yang memberatkan, kondisi rintangan, kondisi hambatan, justru kondisi-kondisi ini yang membesarkan seorang pemimpin. Hampir bisa dikatakan, orang yang tidak menghadapi hambatan, tidak menghadapi kesulitan, tidak mengalami penderitaan, hampir bisa dikatakan ndak jadi pemimpin. Itu kenyataan,” tegasnya.

Selain itu, kata Prabowo, keberanian juga merupakan salah satu sikap yang harus dimiliki seorang pemimpin. Namun, keberanian mesti didukung dengan kebijaksanaan. Jika tidak, maka pemimpin tersebut bisa membahayakan orang-orang di sekitarnya.

“Keberanian syarat jadi pemimpin. Tapi keberanian harus juga ditopang oleh nilai kebaikan, nilai kebajikan, nilai-nilai empati,” kata Prabowo.

“Berani tanpa kebajikan akan muncul sebagai pemimpin, tapi mungkin pemimpin yang tidak hati-hati, pemimpin yang tidak arif, pemimpin yang ujungnya membahayakan yang dipimpin,” tambahnya.

Prabowo pun bercerita soal dirinya yang sempat memimpin pasukan khusus TNI Angkatan Darat (AD). Ia mengaku dengan pengalamannya sebagai pemimpin, ia memiliki kemampuan untuk menilai seseorang hanya dengan interaksi sekilas.

“Dari muda kita sudah berhadapan dengan 30 orang, pertama kali itu. Bahkan di Akademi kita sudah berurusan dengan orang, jadi kita sudah bisa lihat. Kita bisa menangkap apakah itu dikatakan getaran, apa dikatakan insting, mungkin bahasa Inggrisnya vibes atau chemistry. Dan kita bisa menilai dari dua-tiga kalimat, dari pembicaraan, dari tanggapan,” tuturnya.

Karena itu, Prabowo mengingatkan pentingnya mempersiapkan generasi mendatang agar memiliki ketangguhan menghadapi persaingan antarbangsa yang semakin keras. Ia tak ingin generasi penerus Indonesia mudah menyerah atau mengeluh.

“Apakah generasi-generasi penerus kita sekarang ini nanti kuat menghadapi persaingan antarbangsa yang semakin keras? Atau mudah menyerah, mudah mengeluh, mudah minta bantuan?” ucap dia.

Fleksibilitas Baru Dalam Pengelolaan Infrastruktur Dihadirkan Oleh Teknologi Berbasis Cloud
Efisiensi Operasional Meningkat Berkat Teknologi Analitik Modern Dengan Pemantauan Berkelanjutan
Fondasi Baru Untuk Efisiensi Operasional Terbentuk Dari Platform Digital Modern
Adaptasi Terhadap Perubahan Teknologi Dipercepat Melalui Integrasi Kecerdasan Buatan
Pengelolaan Sistem Lebih Efektif Didukung Oleh Teknologi Pemantauan Cerdas
Stabilitas Operasional Terjaga Berkat Teknologi Digital Terintegrasi Dengan Analisis Berkelanjutan
Tantangan Transformasi Digital Dihadapi Secara Efektif Melalui Infrastruktur Modern Berbasis Analitik
Kolaborasi Dan Efisiensi Operasional Diperkuat Oleh Integrasi Teknologi Berbasis Cloud
Akurasi Evaluasi Kinerja Sistem Meningkat Berkat Platform Monitoring Digital
Ketahanan Operasional Di Era Digital Meningkat Melalui Pemanfaatan Analisis Data