Sabtu, 8 Agustus 2026
Daerah  

4 Napi Asing Lapas Kerobokan Kabur

PALU EKSPRES, BALI – Kapolda Bali Irjen Petrus R Golose tak tinggal menerima laporan di balik meja. Perwira tinggi dengan dua bintang di pundaknya itu terlibat aktif dalam pengejaran empat napi yang merupakan warga negara asing penghuni Lembaga Pemasyarakatan Kerobokan.

Keempat napi yang kabur pada Senin, 19 Juni 2017 itu masing-masing, Shaun Edward Davidson alias Eddie Lonsdale alias Michael John Bayman Bin Eddi, 33, (Australia), Dimitar Nikolov Iliev alias Kermi Bin Alm Nikola Iliev, 43, (Bulgaria).

Kemudian Sayed Mohammed Said, 31, (India), dan Tee Kok King Bin Tee Kim Sai, 50, (Malaysia).

Hasil dari pengejaran itu, Polda Bali berhasil menangkap dua tahanan kabur. Mereka adalah Dimitar Nikolov Iliev dan Sayed Mohammed Said di di Hotel Timor Dili, Timor Leste, Kamis (22/6). Dua tahanan lainnya masih dalam tahap pengejaran aparat kepolisian.

“Kasus ini sungguh luar biasa, bagaimana terpidana asing bisa kabur dengan mudah antarnegara. Karena itu, akan kami dalami,” ujar Irjen Petrus seperti yang dilansir Radar Bali (Jawa Pos Group).

Apakah tahanan kabur melalui gorong-gorong lalu kabur lewat jalan darat masuk ke Timor Leste? Orang nomor satu di Polda Bali yang juga Mantan petugas Deputi Bidang Kerja Sama Internasional Badan Nasional Penanggulangan Polri ini mengatakan akan mendalaminya.

Dia mengaku belum bisa menyimpulkan karena kasusnya masih dalam tahap penyidikan.

Menurut Irjen Petrus, kedua napi yang berhasil ditangkap itu berdasarkan informasi yang diperoleh dari informan aparat di Timor Leste.

Yang menarik, ternyata salah satu pelaku asal Bulgaria, Dimitar Nikolav Illiev sudah pernah melakukan tindak pidana di Timor Leste. Sayang ia berhasil kabur waktu itu.

“Setelah terlibat masalah di Indonesia, dan kabur dari Lapas Kerobokan ke sana lagi akhirnya diketahui oleh informan,” bebernya.

Di lain sisi, negera tetangga ini sudah mengetahui bahwa mereka merupakan buronan Indonesia sehingga mereka langsung berkoordinasi dengan Kepolisian Bali.

Karena itu, dia langsung dibekuk lalu di jemput dan dilakukan deportasi. “Kenapa tidak proses di sana, salah satu pelaku ini, diduga prosedur hukum yang diterapkan bukan menggunakan produk hukum seperti hukum Indonesia melainkan hukum yang terbaru yakni Portugis. Karena itu diserahkan ke kami,” bebernya.

(dre/mus/jpnn)

Fleksibilitas Baru Dalam Pengelolaan Infrastruktur Dihadirkan Oleh Teknologi Berbasis Cloud
Efisiensi Operasional Meningkat Berkat Teknologi Analitik Modern Dengan Pemantauan Berkelanjutan
Fondasi Baru Untuk Efisiensi Operasional Terbentuk Dari Platform Digital Modern
Adaptasi Terhadap Perubahan Teknologi Dipercepat Melalui Integrasi Kecerdasan Buatan
Pengelolaan Sistem Lebih Efektif Didukung Oleh Teknologi Pemantauan Cerdas
Stabilitas Operasional Terjaga Berkat Teknologi Digital Terintegrasi Dengan Analisis Berkelanjutan
Tantangan Transformasi Digital Dihadapi Secara Efektif Melalui Infrastruktur Modern Berbasis Analitik
Kolaborasi Dan Efisiensi Operasional Diperkuat Oleh Integrasi Teknologi Berbasis Cloud
Akurasi Evaluasi Kinerja Sistem Meningkat Berkat Platform Monitoring Digital
Ketahanan Operasional Di Era Digital Meningkat Melalui Pemanfaatan Analisis Data
Optimalisasi Pola Mahjong Ways Dilakukan melalui Algoritma Probabilistik Cerdas
Dompet Digital Mengubah Kebiasaan Transaksi dalam Ekosistem Monopoly Live
Ancaman Siber Mendorong Industri Permainan Memperkuat Keamanan Infrastruktur Digital
Digitalisasi Administrasi Pangkas Waktu Verifikasi Pengguna Live Blackjack
Perilaku Pemain Modern Dikaji melalui Model Adaptasi Strategis
Media Sosial Memperkuat Hubungan Provider dengan Komunitas Penggemar Gates of Olympus
Mahjong Wins 3 Menunjukkan Pergeseran Tren Hiburan Berbasis Teknologi Modern
Analisis Distribusi Mengungkap Kendala Penayangan Crazy Time di Berbagai Wilayah
Pemetaan Digital Memperkuat Distribusi Server serta Manajemen Trafik Lightning Roulette
Peluang Baru Industri Mahjong Indonesia Muncul dari Pergeseran Perilaku Digital