Sabtu, 8 Agustus 2026

Segini Biaya Pemindahan Ibu Kota

PAU EKSPRES, PALANGKA RAYA – Rencana pemerintah memindahkan ibu kota dari Jakarta ke Kalimantan Tengah bakal menelan dana yang sangat besar.

Pakar ekonomi makro dari Universitas Gadjah Mada (UGM) Tony Prasetiantono mengatakan, memindahkan ibu kota ke Palangka Raya membutuhkan dana sekitar Rp 500 triliun.

Nominal tersebut lebih besar ketimbang dana yang dikeluarkan Grup Lippo untuk membangun Meikarta sebesar Rp 27 triliun.

“Kalau di Kalimantan pasti lebih mahal. Minimal Rp 500 triliun menurut perkiraan saya,” ujar Tony, Minggu (9/7).

Menurut Tony, daripada digunakan untuk memindahkan ibu kota, uang sebesar itu lebih baik dipakai membangun infrastruktur di Papua, Sulawesi, dan Kalimantan.

“Ini juga lebih cepat memeratakan pembangunan. Menurut saya bakal lebih efektif,” imbuh Tony.

Tony mengatakan, wacana pemindahan ibu kota memang bagus.

Namun, dia menyarankan Presiden Joko Widodo fokus dengan program kerja kabinetnya.

Yakni, mendorong pembangunan infrastruktur yang menelan dana Rp 300 triliun.

Menurut Tony, nominal itu belum cukup. Idealnya, sambung Tony, belanja infrastruktur untuk negara emerging market seperti Indonesia adalah lima persen dari produk domestik bruto (PDB).

Artinya, pemerintah membutuhkan dana sebesar Rp 600 triliun hingga Rp 650 triliun.

“Nah, apa jadinya kalau belanja infrastruktur tersebut masih harus dibebani biaya membangun ibu kota baru? Sebaiknya kita fokus dulu untuk membangun infrastruktur,” jelas Tony.

Dia menilai terjadi konflik target. Di satu sisi, Jokowi ingin ngebut untuk mengejar ketertinggalan infrastruktur.

Di sisi lain, ada keinginan untuk memindahkan ibu kota yang pasti akan memakan biaya besar.

“Kedua kepentingan bertabrakan, terjadi konflik. Saran saya, sebaiknya pemerintah fokus saja dengan pembangunan infrastruktur. Itu sudah benar. Jangan lalu pecah fokus,” tegas Tony.

Tony mengakui beberapa negara memang sukses memindahkan ibu kota atau memisahkan pusat pemerintahan dengan bisnis.

Misalnya, Australia yang membuat ibu kota baru di Canberra. Namun, penduduk Australia hanya sekitar 20 juta. Australia pun cuma memiliki satu daratan.

Tony menambahkan, jika berkantor di Kalimantan, menteri Kabinet Kerja tetap saja akan sering ke Jawa. Sebab, pusat ekonomi dan penduduk ada di Jawa.

“Kalau Canberra, kan, letaknya di antara Sydney dan Melbourne. Jadi, relatif tidak masalah. By the way, PM Australia juga banyak tinggal di Sydney,” tegas Tony.

(dna/nto)

Fleksibilitas Baru Dalam Pengelolaan Infrastruktur Dihadirkan Oleh Teknologi Berbasis Cloud
Efisiensi Operasional Meningkat Berkat Teknologi Analitik Modern Dengan Pemantauan Berkelanjutan
Fondasi Baru Untuk Efisiensi Operasional Terbentuk Dari Platform Digital Modern
Adaptasi Terhadap Perubahan Teknologi Dipercepat Melalui Integrasi Kecerdasan Buatan
Pengelolaan Sistem Lebih Efektif Didukung Oleh Teknologi Pemantauan Cerdas
Stabilitas Operasional Terjaga Berkat Teknologi Digital Terintegrasi Dengan Analisis Berkelanjutan
Tantangan Transformasi Digital Dihadapi Secara Efektif Melalui Infrastruktur Modern Berbasis Analitik
Kolaborasi Dan Efisiensi Operasional Diperkuat Oleh Integrasi Teknologi Berbasis Cloud
Akurasi Evaluasi Kinerja Sistem Meningkat Berkat Platform Monitoring Digital
Ketahanan Operasional Di Era Digital Meningkat Melalui Pemanfaatan Analisis Data
Optimalisasi Pola Mahjong Ways Dilakukan melalui Algoritma Probabilistik Cerdas
Dompet Digital Mengubah Kebiasaan Transaksi dalam Ekosistem Monopoly Live
Ancaman Siber Mendorong Industri Permainan Memperkuat Keamanan Infrastruktur Digital
Digitalisasi Administrasi Pangkas Waktu Verifikasi Pengguna Live Blackjack
Perilaku Pemain Modern Dikaji melalui Model Adaptasi Strategis
Media Sosial Memperkuat Hubungan Provider dengan Komunitas Penggemar Gates of Olympus
Mahjong Wins 3 Menunjukkan Pergeseran Tren Hiburan Berbasis Teknologi Modern
Analisis Distribusi Mengungkap Kendala Penayangan Crazy Time di Berbagai Wilayah
Pemetaan Digital Memperkuat Distribusi Server serta Manajemen Trafik Lightning Roulette
Peluang Baru Industri Mahjong Indonesia Muncul dari Pergeseran Perilaku Digital