Sabtu, 8 Agustus 2026

Fakta di Balik Pengungkapan Sabu 1 Ton asal Tiongok

Gidion menyebutkan, tiga saksi itu adalah SKS (perempuan), RS (laki-laki), dan JHR (laki-laki). Ketiganya memiliki peran yang berbeda. “SKS dan JHR adalah satu teman. Keduanya asli Serang, Banten. Kalau RS itu asli Jakarta.”

Mantan Kapolres Banyumas, Jawa Tengah, tersebut menjelaskan peran ketiganya sesuai hasil pemeriksaan. Dia menyatakan, SKS berperan sebagai penerjemah.

Sebenarnya, sehari-hari SKS tidak berprofesi penerjemah. Namun, karena pernah bekerja di Taiwan, dia paham sedikit bahasa Taiwan.

Dalam menjalankan tugasnya itu, SKS mengajak temannya, JHR. Pelaku membayar SKS hingga belasan juta rupiah. “Kami memperkirakan pelaku membayar SKS dua kali lipat. Angkanya belasan juta,” terang Gidion.

Namun, SKS tidak hanya bertugas sebagai penerjemah para pelaku. SKS, ungkap Gidion, juga bertugas mencarikan lokasi penginapan dan restoran bagi para pelaku. “Pokoknya, SKS ini meng-cover seluruh kebutuhan pelaku. Termasuk mencari sim card (kartu telepon seluler) untuk berkomunikasi,” ucapnya.

Menurut Gidion, SKS dan JHR menemani para pelaku ke mana pun pergi selama hampir sebulan. Para pelaku menginap di salah satu hotel di kawasan Harmoni, Jakarta Pusat. Sayang, Gidion enggan menyebutkan nama hotel itu.

Ketika bepergian selama di Jakarta-Anyer, para pelaku menggunakan moda transportasi berbasis online atau aplikasi Grab dengan akun milik SKS. Nah, polisi juga memeriksa RS sebagai sopir Grab yang mengantarkan pelaku.

Gidion mengatakan, meski sudah berinteraksi sekitar sebulan dengan ketiga saksi, para pelaku sangat erat menutup rencana kedatangan paket kiriman di Pantai Anyer. Ketika suatu hari meminta ditunjukkan Pantai Anyer, pelaku bilang hanya ingin memancing dan melihat pemandangan pantai.

Sejak Selasa (11/7) atau dua hari menjelang kedatangan kapal pengangkut sabu-sabu, ketiga saksi sudah tidak diminta menjadi penerjemah atau sopir. Artinya, sejak dua hari menjelang datangnya kiriman sabu-sabu, pelaku tidak lagi menggunakan orang lokal untuk operasi sehari-hari. “Analisis kami, mereka khawatir ketahuan,” kata Gidion.

(jun/sam/c9/owi)

Fleksibilitas Baru Dalam Pengelolaan Infrastruktur Dihadirkan Oleh Teknologi Berbasis Cloud
Efisiensi Operasional Meningkat Berkat Teknologi Analitik Modern Dengan Pemantauan Berkelanjutan
Fondasi Baru Untuk Efisiensi Operasional Terbentuk Dari Platform Digital Modern
Adaptasi Terhadap Perubahan Teknologi Dipercepat Melalui Integrasi Kecerdasan Buatan
Pengelolaan Sistem Lebih Efektif Didukung Oleh Teknologi Pemantauan Cerdas
Stabilitas Operasional Terjaga Berkat Teknologi Digital Terintegrasi Dengan Analisis Berkelanjutan
Tantangan Transformasi Digital Dihadapi Secara Efektif Melalui Infrastruktur Modern Berbasis Analitik
Kolaborasi Dan Efisiensi Operasional Diperkuat Oleh Integrasi Teknologi Berbasis Cloud
Akurasi Evaluasi Kinerja Sistem Meningkat Berkat Platform Monitoring Digital
Ketahanan Operasional Di Era Digital Meningkat Melalui Pemanfaatan Analisis Data
Optimalisasi Pola Mahjong Ways Dilakukan melalui Algoritma Probabilistik Cerdas
Dompet Digital Mengubah Kebiasaan Transaksi dalam Ekosistem Monopoly Live
Ancaman Siber Mendorong Industri Permainan Memperkuat Keamanan Infrastruktur Digital
Digitalisasi Administrasi Pangkas Waktu Verifikasi Pengguna Live Blackjack
Perilaku Pemain Modern Dikaji melalui Model Adaptasi Strategis
Media Sosial Memperkuat Hubungan Provider dengan Komunitas Penggemar Gates of Olympus
Mahjong Wins 3 Menunjukkan Pergeseran Tren Hiburan Berbasis Teknologi Modern
Analisis Distribusi Mengungkap Kendala Penayangan Crazy Time di Berbagai Wilayah
Pemetaan Digital Memperkuat Distribusi Server serta Manajemen Trafik Lightning Roulette
Peluang Baru Industri Mahjong Indonesia Muncul dari Pergeseran Perilaku Digital