JAKARTA, PALUEKSPRES.COM – Presiden Prabowo Subianto menegaskan Indonesia tetap memegang teguh prinsip politik luar negeri bebas aktif dalam membangun hubungan dengan negara-negara di dunia.
Prinsip tersebut membuat Indonesia tidak menempatkan diri dalam blok kekuatan tertentu, sekaligus membuka ruang persahabatan dan kerja sama dengan berbagai negara.
Hal itu disampaikan Prabowo dalam program Presiden Prabowo Menjawab, Rabu (16/9).
Ia menjelaskan, sikap Indonesia dalam hubungan internasional sejak lama berangkat dari prinsip nonblok dan keinginan untuk menjalin hubungan baik dengan semua pihak.
“Jadi sikap Indonesia secara tradisi, pandangan kita terhadap hubungan internasional, bahwa kita selalu ingin bebas aktif. Kita dari dulu non-aligned, kita tidak mau ikut blok-blok manapun. Jadi, dari suatu pihak, bisa dikatakan kita ingin bersahabat dengan siapa saja,” kata Prabowo.
Menurut Prabowo, prinsip tersebut juga menjadi salah satu alasan dirinya memenuhi undangan dari berbagai negara. Ia menyebut telah beberapa kali melakukan kunjungan ke sejumlah negara, mulai dari Eropa, Asia, hingga kawasan Timur Tengah.
Prabowo menegaskan bahwa kunjungan-kunjungan tersebut tidak menunjukkan keberpihakan Indonesia kepada satu kekuatan tertentu.
Sebaliknya, kehadiran Indonesia di berbagai forum internasional merupakan bagian dari upaya menjaga hubungan baik dengan negara-negara yang memiliki posisi penting di dunia, termasuk Rusia.
“Bahwa Rusia termasuk yang paling sering atau agak sering undang Presiden Indonesia, kan tidak baik kalau diundang kita tidak datang. Tapi saya juga bisa dikatakan sangat sering ke Perancis, saya sangat sering ke Inggris, saya sangat sering ke Turki, sangat sering ke negara-negara Arab, ke Mesir, ke Emirates, ke Qatar, juga ke Tiongkok, ke Jepang,” ujar Prabowo.
Ia mengatakan, selama mendapat undangan dan memiliki kesempatan untuk hadir, dirinya berupaya memenuhi undangan tersebut, terlebih jika datang dari negara yang memiliki peran strategis dalam percaturan internasional.
Prabowo juga menjelaskan alasan pentingnya Indonesia menjaga komunikasi dengan Rusia. Menurut dia, Rusia memiliki posisi strategis dalam hubungan internasional, antara lain sebagai anggota tetap Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), memiliki wilayah yang luas, serta kekayaan sumber daya alam yang besar.
“Apalagi diundang oleh negara kunci di dunia. Bagaimanapun, Rusia itu anggota Dewan Keamanan. Rusia dari segi wilayah, itu negara yang terbesar di dunia. Dan dia punya sumber alam yang sangat besar. Dan secara tradisi hubungan kita baik sama Rusia. Jadi, saya kira itu biasa saja,” tutur Prabowo.
Ia menambahkan, prinsip yang sama juga berlaku ketika Indonesia mendapat undangan dari Amerika Serikat maupun negara-negara lainnya.
Bagi Prabowo, memenuhi undangan negara sahabat merupakan bagian dari diplomasi yang menjaga komunikasi dan hubungan baik.
“Tapi kalau saya diundang, kalau ke Amerika saya diundang, saya datang. Kan begitu kan? Jadi, intinya itu,” ucapnya.
Rangkaian kunjungan tersebut menggambarkan pendekatan diplomasi Indonesia yang berupaya menjaga hubungan terbuka dengan berbagai kekuatan dunia.
Bagi Indonesia, politik luar negeri bebas aktif memberikan ruang untuk tetap mandiri dalam menentukan sikap sekaligus aktif membangun hubungan, komunikasi, dan kerja sama dengan sebanyak mungkin negara.






