Minggu, 9 Agustus 2026
Daerah  

Bayu: Tunjangan Penghasilan Tidak Membuat Makin Kaya

“Kita hanya mengawal usulannya, yang eksekusi teknisnya itu dinas teknis,” rincinya.

Namun tidak semua aspirasi itu bisa dipenuhi melalui APBD. Nah di sini biasanya aspirasi masyarakat itu harus ditutupi dengan kocek pribadi.

“Sekali jalan kita harus siap Rp40 – Rp60 juta. Karena banyak kegiatan kemasyarakatan yang harus dibantu secepatnya. Misalnya, gelar lomba atau tiba-tiba ada yang harus ke rumah sakit. Yang seperti ini kan tidak bisa diatasi dengan proposal ke Pemda. Otomatis harus diatasi sendiri,” tegasnya.

Dana reses yang disiapkan negara untuk anggota dewan saat berkunjung ke daerah pemilihan, kata dia tidak bisa digunakan untuk membiayai permintaan sumbangan yang sifatnya tentatif.

Misalnya, sumbangan kegiatan lomba dan semacamnya. Dana reses yang jumlahnya sekira Rp30 juta sekali jalan, hanya bisa digunakan untuk membiayai operasional reses. Misalnya, biaya pertemuan dengan warga, sewa tenda, sewa akomodasi dan transportasi selama kegiatan yang dimaksud hingga konsumsi.

Apakah itu cukup? Menurut wakil ketua Partai Hanura Sulteng itu, jumlah Rp30 juta tidak cukup. Dari pengalamannya menggelar reses, dana sebesar Rp30 juta justru harus ditombok dengan kocek pribadi.

Misalnya, sesuai ketentuan undangan reses cukup 125 orang. Namun yang datang bisa 700 – 1.000 orang. Otomatis biaya konsumsi membengkak. ”Nah dari sini biasa harus kita tutup dari kantong pribadi,” katanya.
Olehnya, ia meminta tambahan penghasilan anggota dewan yang dari Rp21 juta selama ini menjadi Rp30 juta dengan dengan adanya PP Nomor 18/2017 tersebut, tidak perlu ditanggapi berlebihan. Apalagi dianggap dewan makin kaya. Pasalnya, beban sosial juga cukup besar.

Beruntung kata dia, dirinya terjun kedunia politik setelah terlebih dahulu mapan secara ekonomi. Dengan demikian tidak menjadikan pekerjaan anggota dewan sebagai ajang mencari tambahan penghasilan. Tetap semata mata ladang pengabdian kepada masyarakat.

Ia merasa perlu mengatakan seperti itu, untuk membuka perspektif para pengeritik, seolah-olah PP baru tersebut membuat anggota dewan makin kaya.

Fleksibilitas Baru Dalam Pengelolaan Infrastruktur Dihadirkan Oleh Teknologi Berbasis Cloud
Efisiensi Operasional Meningkat Berkat Teknologi Analitik Modern Dengan Pemantauan Berkelanjutan
Fondasi Baru Untuk Efisiensi Operasional Terbentuk Dari Platform Digital Modern
Adaptasi Terhadap Perubahan Teknologi Dipercepat Melalui Integrasi Kecerdasan Buatan
Pengelolaan Sistem Lebih Efektif Didukung Oleh Teknologi Pemantauan Cerdas
Stabilitas Operasional Terjaga Berkat Teknologi Digital Terintegrasi Dengan Analisis Berkelanjutan
Tantangan Transformasi Digital Dihadapi Secara Efektif Melalui Infrastruktur Modern Berbasis Analitik
Kolaborasi Dan Efisiensi Operasional Diperkuat Oleh Integrasi Teknologi Berbasis Cloud
Akurasi Evaluasi Kinerja Sistem Meningkat Berkat Platform Monitoring Digital
Ketahanan Operasional Di Era Digital Meningkat Melalui Pemanfaatan Analisis Data
Optimalisasi Pola Mahjong Ways Dilakukan melalui Algoritma Probabilistik Cerdas
Dompet Digital Mengubah Kebiasaan Transaksi dalam Ekosistem Monopoly Live
Ancaman Siber Mendorong Industri Permainan Memperkuat Keamanan Infrastruktur Digital
Digitalisasi Administrasi Pangkas Waktu Verifikasi Pengguna Live Blackjack
Perilaku Pemain Modern Dikaji melalui Model Adaptasi Strategis
Media Sosial Memperkuat Hubungan Provider dengan Komunitas Penggemar Gates of Olympus
Mahjong Wins 3 Menunjukkan Pergeseran Tren Hiburan Berbasis Teknologi Modern
Analisis Distribusi Mengungkap Kendala Penayangan Crazy Time di Berbagai Wilayah
Pemetaan Digital Memperkuat Distribusi Server serta Manajemen Trafik Lightning Roulette
Peluang Baru Industri Mahjong Indonesia Muncul dari Pergeseran Perilaku Digital