Sabtu, 8 Agustus 2026

Jaksa Kembali Terjaring OTT, Harusnya M Prasetyo Mengundurkan Diri

Jaksa Agung Prasetyo

PALU EKSPRES, JAKARTA – Pegiat antikorupsi Uchok Sky Khadafi mengkritik kejaksaan yang tak kunjung berubah meski sudah berkali-kali ada jaksa terjaring operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Bahkan selama M Prasetyo menjabat jaksa agung saja, paling tidak ada lima jaksa yang dijerat KPK.

Menurut Uchok, semestinya Prasetyo malu karena di era kepemimpinannya di Korps Adhyaksa ternyata banyak jaksa berurusan dengan KPK. Bahkan, Uchok mendesak kader Partai NasDem itu segera mundur dari posisi jaksa agung.

“Ada lima jaksa yang di-OTT. Seharusnya jaksa agung malu dan mengundurkan diri,” ungkap Uchok, Kamis (3/8) malam.

Lebih lanjut Uchok memerinci jaksa-jaksa yang diciduk KPK selama Prasetyo menjadi jaksa agung. Yang pertama pada Agustus 2016, ada jaksa Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Barat Fahri Nurmalo dan Devyanti Rochaeni yang ditangkap KPK karena menerima suap dalam penanganan kasus korupsi di Subang.

Selanjutnya pada September 2016, KPK menetapkan jaksa Kejaksaan Tinggi Sumatera Barat (Sumbar) Fahrizal sebagai tersangka kasus suap penanganan perkara penjualan gula ilegal. Sedangkan Juni 2017, KPK menggelar OTT di Bengkulu dan menangkap jaksa Parlin Purba terkait suap penangann korupsi proyek-proyek di Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera VII.

Terbaru, KPK menangkap dan menetapkan Kepala Kejaksaan Negeri (Kejari) Pamekasan Rudi Indra Prasetya sebagai tersangka penerima suap pengamanan kasus korupsi dana desa. Nilai suapnya Rp 250 juta.

Uchok yang kini memimpin Center for Budget Analysis (CBA) menegaskan, sudah seharusnya Presiden Joko Widodo mengevaluasi posisi Prasetyo sebagai jaksa agung. “Sudah seharusnya itu (evaluasi, red) dilakukan,” tegas Uchok.

Dia mengatakan, harus ada pembenahan mental aparat hukum negeri ini. Dia meyakini masih banyak aparat penegak hukum yang baik dan berintegritas.

“Karena, masih banyak yang bagus, dan tidak bermental dari duit,” tuntas Uchok.

(Fajar/jpnn)

Fleksibilitas Baru Dalam Pengelolaan Infrastruktur Dihadirkan Oleh Teknologi Berbasis Cloud
Efisiensi Operasional Meningkat Berkat Teknologi Analitik Modern Dengan Pemantauan Berkelanjutan
Fondasi Baru Untuk Efisiensi Operasional Terbentuk Dari Platform Digital Modern
Adaptasi Terhadap Perubahan Teknologi Dipercepat Melalui Integrasi Kecerdasan Buatan
Pengelolaan Sistem Lebih Efektif Didukung Oleh Teknologi Pemantauan Cerdas
Stabilitas Operasional Terjaga Berkat Teknologi Digital Terintegrasi Dengan Analisis Berkelanjutan
Tantangan Transformasi Digital Dihadapi Secara Efektif Melalui Infrastruktur Modern Berbasis Analitik
Kolaborasi Dan Efisiensi Operasional Diperkuat Oleh Integrasi Teknologi Berbasis Cloud
Akurasi Evaluasi Kinerja Sistem Meningkat Berkat Platform Monitoring Digital
Ketahanan Operasional Di Era Digital Meningkat Melalui Pemanfaatan Analisis Data
Optimalisasi Pola Mahjong Ways Dilakukan melalui Algoritma Probabilistik Cerdas
Dompet Digital Mengubah Kebiasaan Transaksi dalam Ekosistem Monopoly Live
Ancaman Siber Mendorong Industri Permainan Memperkuat Keamanan Infrastruktur Digital
Digitalisasi Administrasi Pangkas Waktu Verifikasi Pengguna Live Blackjack
Perilaku Pemain Modern Dikaji melalui Model Adaptasi Strategis
Media Sosial Memperkuat Hubungan Provider dengan Komunitas Penggemar Gates of Olympus
Mahjong Wins 3 Menunjukkan Pergeseran Tren Hiburan Berbasis Teknologi Modern
Analisis Distribusi Mengungkap Kendala Penayangan Crazy Time di Berbagai Wilayah
Pemetaan Digital Memperkuat Distribusi Server serta Manajemen Trafik Lightning Roulette
Peluang Baru Industri Mahjong Indonesia Muncul dari Pergeseran Perilaku Digital