Jumat, 18 September 2026

Ahok Tak Hadiri Sidang Buni Yani, Ini Langkah Jaksa

PALU EKSPRES, JAKARTA – Sidang lanjutan kasus pelanggaran UU ITE dengan terdakwa Buni Yani berlangsung di Gedung Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip) Kota Bandung, Jalan Seram Kota Bandung, Selasa (8/8). Seharusnya terpidana kasus penodaan agama, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok hadir menjadi saksi.

Namun, Ahok tidak hadir. Tim Jaksa Penuntut Umum Kejaksaan Tinggi Jawa Barat, pun akan kembali melakukan pemanggilan terhadap Ahok untuk menghadiri persidangan dan menjadi saksi dalam kasus dugaan pelanggaran ITE tersebut.

JPU Andi M Taufik mengatakan, pihaknya diberikan kesempatan satu kali untuk melayangkan surat pemanggilan. Saat ditanya apakah akan ada upaya paksa, dari pihak JPU untuk menghadirkan Ahok, Taufik menegaskan hal tersebut tidak bisa dilakukan.
Suasana sidang Buni Yani

”Tidak bisa dipaksa, karena dia (Ahok) juga kan sudah ditahan, kita hanya bisa upayakan dulu,” kata Taufik usai sidang Buni Yani di Gedung Perpustakaan dan Arsip.

Taufik mengungkapkan, bahwa ketidakhadiran Ahok sesungguhnya tidak menjadi masalah yang krusial melihat berkas kesaksiannya sebagai fakta dalam sidang tersebut sudah disumpah. “Berkas kesaksian kan sudah disumpah, menurut kami nilainya sama dengan yang bersangkutan datang ke sidang. Jadi ini sama saja tidak ada masalah,” ungkapnya.

Selanjutnya, Tim JPU Kejati Jabar juga menyikapi pernyataan saksi ahli IT Teguh Arifiyadi dari Direktorat Informasi dan Elektronika mengenai durasi dalam cuplikan pidato Ahok di Kepulauan Seribu yang mengutip surat Al Maidah dan diduga diposting ke media sosial oleh terdakwa Buni Yani.

”Dengan adanya durasi yang dikurangi, berarti ada proses editing yang berarti diubah. Berarti kalau seperti ini pasal 32 itu benar,” ucapnya dilansir Bandung Ekspres (Jawa Pos Group).

Sementara itu, Aldwin Rahadian kuasa hukum terdakwa Buni Yani menyayangkan Jaksa Penuntut Umum mengajukan saksi ahli pidana yang dinilai tidak berkompeten. ”Kami menilai saksi ahli yang diajukan oleh jaksa tidak berkompeten,” ungkap Aldwin.

Menurut pantauan, ahli pidana yang menjadi saksi dalam sidang tersebut yaitu Effendi Saragih dari Universitas Trisakti Jakarta. Aldwin menegaskan pihaknya menilai saksi ahli tidak berkompeten karena melihat banyaknya pertanyaan-pertanyaan yang tidak terjawab.

”Karena disertasinya juga perdata tentang abritrase, terus di sini diposisikan sebagai ahli pidana, dan saat menjawab pertanyaan seperti orang-orang umum saja,” katanya.

Namun, lanjut Aldwin, pihaknya menghargai proses persidangan seluruh kesaksian yang diberikan saksi ahli pidana tersebut dikembalikan kepada penilaian Majelis Hakim. ”Tapi apapun itu kita hargai, dan biarkan hakim menilai bagaimana seorang ahli itu yang diajukan jaksa,” tuturnya.

Dia juga menyikapi tidak datangnya Ahok yang berkapasitas sebagai saksi fakta dalam kasus dugaan pelanggaran IT hingga akhirmya meyeret nama Buni Yani. Padahal katanya, seharusnya Ahok mengikuti aturan dengan datang dan mengikuti proses persidangan. ”Harus ada equal treatment, perlakuan yang sama seperti perkara-perkara yang lain harusnya bisa dipaksa hadir,” ucapnya.

Sidang Buni Yani kembali ditutup, dan akan kembali disidangkan Selasa (15/8) pekan depan dengan agenda saksi ahli sosiologi, digital forensik, agama , dan bahasa.

(yuz/jpg/JPC)

Pengalaman Pengguna Game Penghasil Saldo DANA Lebih Cepat Adaptif Dan Efisien Dibawa Oleh Inovasi Teknologi
Pergeseran Mutu Produksi Kosmetik Terdeteksi Lebih Akurat Berkat Aliran Data Langsung
Pengalaman Pengguna Semakin Responsif Adaptif Dan Efisien Berkat Perkembangan Teknologi Modern
Momentum Tetap Terarah Dan Terkendali Dipertahankan Melalui Taktik Mode Pemburu Sic Bo Live
Keputusan Tetap Terukur Dalam Game Online Dipertahankan Melalui Pengelolaan Modal Cerdas
Kapitalisasi Pasar Dan Inovasi Kasino Online Berubah Di Tengah Disrupsi Teknologi Modern
Strategi Baru Untuk Meningkatkan Keunggulan Kompetitif Dibuka Melalui Business Model Canvas Mahjong Ways
Kualitas Sistem Mahjongways Kasino Online Dipahami Melalui Identifikasi Nilai Pembayaran Game Penghasil Saldo DANA
Perspektif Baru Dalam Menganalisis Perkembangan Mahjong Ways Dibuka Melalui Modernisasi Strategi
Kasino Menjadi Studi Sistem Informasi Bagi Mahasiswa Melalui Pelatihan Enterprise Architecture
Mahjongways Kasino Online Dijadikan Acuan Strategi Marketing dalam Lingkungan Pemerintahan
Keamanan Informasi Jadi Fondasi Utama Layanan Konsultasi Kosmetik Berbasis Teknologi
Teknologi Pemantauan Membantu Mengukur Frekuensi Pembayaran secara Lebih Objektif dan Terukur
Kajian Statistik Pola RTP Menyoroti Perkembangan Teknologi Neural Sintetis Regulatoris
Simulasi Statistik Membuka Pendekatan Baru Memahami Mahjong Game Sungai Penuh secara Terukur
Statistik Objektif Membantu Membaca Pola Mahjong Game Sungai Penuh dengan Lebih Rasional
Strategi Mahjong Game Sungai Penuh Makin Terarah melalui Pendekatan Statistik Modern
Pendekatan Data Objektif Membantu Mengkaji Mahjong Game Saldo DANA Sungai Penuh secara Lebih Terstruktur
Mahjong Game Sungai Penuh Dikaji lewat Simulasi Statistik untuk Membaca Pola Aktivitas
Aturan Mahjong Digital dari Dua Kartu Awal hingga Penentuan Rentang Nilai Game Penghasil Saldo DANA
Pendekatan Adaptif MahjongWays Kasino Online Membantu Menjaga Keseimbangan Anggaran Hiburan
Kemunculan Simbol Unik MahjongWays Kasino Online Perlu Dibaca Secara Lebih Rasional
Mahjong Ways Menarik Minat Pemain di Tengah Ketatnya Persaingan Game Digital
Pengaturan Tempo MahjongWays Kasino Online Tidak Menentukan Munculnya Kombinasi Khusus
Starlight Princess Kembali Merebut Perhatian Pemain MBG Berkat Daya Tariknya
Membaca Pola Mahjong Ways dan Tren Permainan Lewat Data Saldo DANA Terbaru
Disiplin Mental MahjongWays Kasino Online Membantu Mencegah Keputusan Finansial yang Terlalu Impulsif
Mengenal Sweet Bonanza sebagai Game Digital Online dengan Tema Manis yang Menarik
Rotasi Awal MahjongWays Kasino Online Bukan Tolok Ukur Kemurahan Sistem Permainan
Menelusuri Strategi Terbaik dalam Bermain Game Penghasil Saldo DANA Secara Lebih Mendalam