Sabtu, 8 Agustus 2026

Awas! Kolesterol dan Hipertensi Membuntuti Pasca Idul Adha

PALU EKSPRES, JAKARTA – Suasana Idul Adha membuat masyarakat ramai-ramai menyantap hewan kurban. Daging kambing yang melimpah terkadang membuat orang lupa diri ketika menyantapnya. Tak jarang, usai Idul Adha berakhir, klinik dan rumah sakit banjir pasien yang mengeluhkan darah tinggi atau kolesterolnya kumat.

Sebetulnya seberapa besar pengaruh daging kambing memicu kolesterol dan hipertensi?

Tentu jika seseorang memiliki riwayat dua penyakit itu semestinya ingat batasan untuk menyantap daging kambing.

Ahli Gizi Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (FKM UI) Diah M. Utari menjelaskan, catatan kandungan gizi yang terdiri dari energi, lemak dan protein daging kambing.

Daging kambing memiliki kandungan energi atau kalori 154 kalori per 100 gram bahan. Kandungan protein 16,6 gram per 100 gram bahan. Kandungan lemak 9,2 gram per 100 gram bahan.

Sementara daging sapi memiliki kandungan energi atau kalori 207 kalori per 100 gram bahan. Kandungan protein 17,1 gram per 100 gram bahan. Kandungan lemak 14 gram per 100 gram bahan.

“Lemak daging kambing sebenarnya lebih sedikit di banding daging sapi,” kata Diah kepada JawaPos.com, Kamis (31/8).

Namun yang menjadi masalah, katanya, biasanya orang mengonsumsi sate kambing saat hari raya Idul Adha tak menyadari batasannya karena stok yang melimpah. Setiap orang bisa makan sampai 1 porsi atau 10 tusuk seorang diri.

“Sate 1 porsi yakni 10 tusuk kira-kira beratnya bisa 200-300 gram, tergantung dari potongan dagingnya,” papar Diah.

Sementara kalau makan daging sapi (empal atau rendang, paling hanya 1 potong sekitar 40-50 gram). Sehingga yang menyebabkan kolesterol atau darah tinggi kambuh bukan pada daging kambingnya, tetapi pada semangat menyantap yang berlebih di hari raya.

“Oleh sebab itu, makan sate kambing bisa jadi menyebabkan kolesterol atau darah tinggi tiba-tiba kambuh,” tukasnya.

(ika/JPC)

Fleksibilitas Baru Dalam Pengelolaan Infrastruktur Dihadirkan Oleh Teknologi Berbasis Cloud
Efisiensi Operasional Meningkat Berkat Teknologi Analitik Modern Dengan Pemantauan Berkelanjutan
Fondasi Baru Untuk Efisiensi Operasional Terbentuk Dari Platform Digital Modern
Adaptasi Terhadap Perubahan Teknologi Dipercepat Melalui Integrasi Kecerdasan Buatan
Pengelolaan Sistem Lebih Efektif Didukung Oleh Teknologi Pemantauan Cerdas
Stabilitas Operasional Terjaga Berkat Teknologi Digital Terintegrasi Dengan Analisis Berkelanjutan
Tantangan Transformasi Digital Dihadapi Secara Efektif Melalui Infrastruktur Modern Berbasis Analitik
Kolaborasi Dan Efisiensi Operasional Diperkuat Oleh Integrasi Teknologi Berbasis Cloud
Akurasi Evaluasi Kinerja Sistem Meningkat Berkat Platform Monitoring Digital
Ketahanan Operasional Di Era Digital Meningkat Melalui Pemanfaatan Analisis Data
Optimalisasi Pola Mahjong Ways Dilakukan melalui Algoritma Probabilistik Cerdas
Dompet Digital Mengubah Kebiasaan Transaksi dalam Ekosistem Monopoly Live
Ancaman Siber Mendorong Industri Permainan Memperkuat Keamanan Infrastruktur Digital
Digitalisasi Administrasi Pangkas Waktu Verifikasi Pengguna Live Blackjack
Perilaku Pemain Modern Dikaji melalui Model Adaptasi Strategis
Media Sosial Memperkuat Hubungan Provider dengan Komunitas Penggemar Gates of Olympus
Mahjong Wins 3 Menunjukkan Pergeseran Tren Hiburan Berbasis Teknologi Modern
Analisis Distribusi Mengungkap Kendala Penayangan Crazy Time di Berbagai Wilayah
Pemetaan Digital Memperkuat Distribusi Server serta Manajemen Trafik Lightning Roulette
Peluang Baru Industri Mahjong Indonesia Muncul dari Pergeseran Perilaku Digital