Sabtu, 29 Agustus 2026
Daerah  

Duh Miris Banget, Ratusan Atlet Daerah Ini ” Mengemis” Demi Bisa Ikut Porprov

PALU EKSPRES, TABALONG – Miris. mungkin kata itulah yang tepat untuk menggambarkan kondisi atlet di wilayah Kotabaru, Kalimantan Selatan. Karena tidak ada biaya untuk mengikuti kegiatan Porprov X di Tabalong pada Oktober nanti, ratusan atlet terpaksa ‘mengemis’ kepada warga di pusat kota.

Aksi yang diikuti atlet 30 Cabor (cabang olahraga) itu dimulai pada pukul 15.30 Wita. Mereka terdiri dari atlet senior sampai junior. Dalam menjalankan aksinya, ada yang standby di lampu merah. Juga ada barisan drumband memeriahkan aksi galang dana itu. Mereka membawa spanduk dan bakul purun tempat sumbangan.

“Malu saya sebagai putra daerah Kotabaru melihat ini. Jujur, miris. Aku yang biasa tanding balap, paham apa yang dirasakan kawan-kawan atlet, harga diri. Mundur saja lah kalau tidak bisa selesaikan ini,” ujar Tajerian Noor atlet balap offroad kelahiran Kotabaru mengomentari aksi itu, dilansir dari Radar Banjarmasin(Jawa Pos Group) Kamis(7/9).

Selain atlet, aksi penggalangan dana ini juga ditanggapi emosional oleh warga Kotabaru. “Nangis saya, jujur. Ini baru sekali ini kejadian begini, kasian mereka mau berangkat bawa nama baik Kotabaru,” ujar alumni STKIP Paris Barantai Kotabaru, Randy Rafsanjani.

Sementara itu, para atlet Kotabaru dengan raut wajah tegar, terus mengulurkan bakul purun kepada pengguna jalan. Mereka juga mendatangi kios-kios, pasar dan tempat umum lainnya. “Seadanya Pak, kami kekurangan dana ke Tabalong,” ujar Rahmadi atlet binaraga.

Dan ketika seorang anak kecil mendatangi atlet menyerahkan uang receh, ramai warga bersorak. Para atlet berbadan tegap tersenyum. “Kami terpaksa minta sumbangan. Mau bagaimana lagi,” ucap atlet senior panjat tebing, Ancah.

Menanggapi ratusan atlet yang mengemis ini, Ketua KONI Kotabaru Zulkipli AR menjelaskan, aksi itu atas kesepakatan 30 Cabor di Kotabaru. “Dan biar juga aksi ini jadi sejarah baru, apakah Pemkab Kotabaru merasa malu atau tidak,” ucapnya.

Menurutnya, untuk membiayai para atlet ini untuk ikut di ajang Porprov Oktober mendatang, butuh biaya yang tak sedikit. Sehingga tak mungkin tertutupi dengan hanya meminta sumbangan ke masyarakat.

“Gak mungkin mereka bisa dapat miliaran dari sumbangan warga di jalan. Tapi kita ambil saja, misalnya satu atlet perlu Rp700 ribu minimal sekali berangkat PP, dan tidur di langgar atau masjid saja, alat pakai alat tahun lalu, makan seadanya hitung saja. Jadi yang mau silakan berangkat, itulah kondisinya,” ucapnya getir.

Terpisah, ketika diminta tanggapannya perihal masalah ini, Sekda Kotabaru Said Akhmad mengklaim, anggaran Porprov sudah memerintahkan instansi terkait untuk menyelesaikan masalah itu.

“Saya perintahkan Dinas Pemuda dan Olahraga, Bappeda untuk mengakomodir keperluan KONI dan membuat RKA keperluan atlet berangkat. Dan untuk keperluan dana sudah tersedia di APBD Perubahan (APBDP),” katanya.

Namun terkait anggaran APBDP yang belum diparipurnakan, dia mengatakan sudah meminta instansi terkait mengadakan dulu keperluan atlet. “Sudah memerintahkan dinas untuk melakukan pengadaan barang untuk keperluan kebutuhan atlet lebih awal. Sambil jalan, sambil menunggu proses perubahan yang informasi DPRD segera mungkin disampaikan,” tambahnya.

Dilain pihak Wakil Ketua DPRD Kotabaru M Arif menegaskan, pihaknya belum bisa memastikan kapan paripurna APBDP dilakukan. Hal ini karena masih ada pembahasan yang harus dilakukan oleh Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TPAD) dan DPRD Kotabaru. Dia juga membenarkan, kalau DPRD mendukung penyertaan anggaran Porprov pada APBDP sebesar Rp8,6 miliar.

Diberitakan, pada Selasa (5/9) kemarin, DPRD menggelar rapat khusus bersama Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora), serta KONI Kotabaru. Saat itu mereka mencari solusi kekurangan anggaran keberangkatan 550 orang kontingen ke Tabalong yang mewakili 27 Cabor.

Namun rapat itu berjalan buntu. KONI meminta jaminan tertulis bahwa mereka bisa berangkat, tapi tidak ada pejabat yang berani memberikan jaminan.

Permasalahannya sederhana. Anggaran keberangkatan dan alat tanding para atlet belum ada sama sekali. Sementara pertandingan digelar 8 Oktober nanti, kecuali dayung yang akan digelar pada akhir September ini.

Sedangkan anggaran baru dibahas di APBDP 2017, dan dalam prosedurnya baru bisa digunakan ketika APBDP sudah diparipurnakan. Pemkab melalui Sekda memberikan solusi, pengadaan alat tanding di PL (Penunjukan Langsung), sehingga tidak memakai lelang yang memakan waktu.

Saat itu Sekda mengatakan, PL sudah bisa dijalankan karena pada esensinya anggaran Rp8,6 miliar sudah disetujui. Dan saat KONI meminta pernyataan ini dijaminkan secara tertulis, tidak ada satu pun pejabat Dispora yang berani.

Masalah ini menurut KONI tidak akan terjadi jika dari awal semua keperluan Porprov dimasukkan pada APBDP murni. Sehingga para atlet sudah ada dana, dan mereka tinggal fokus latihan. Untuk kasus ini, Sekda mengaku tidak tahu kenapa anggaran Porprov tidak dialokasikan semua di awal.

Sekadar diketahui, pada APBD 2017 dana Porprov ada Rp4 miliar. Namun pada programnya di Dispora dibagi dalam dua kegiatan umum, persiapan Porprov dan pembinaan prestasi atlet. Sehingga di APBD 2017, persiapan Porprov hanya Rp 2 miliar.

(wnd/jpg/JPC)

Studi Kasus Mahjong Ways Menunjukkan Perubahan Cara Pemain Membaca Susunan Simbol Akibat Baris Tambahan
Sering Terjadi Kesalahpahaman Bahwa Transformasi Simbol Emas Mahjong Ways Menandakan Hasil Putaran Berikutnya
Perbandingan Tampilan Antara Mahjong Ways Dan Sekuelnya Dalam Menyajikan Informasi Fitur Di Layar Seluler Modern
Direkapitulasi Perjalanan Mahjong Ways Dari Tema Tradisional Menuju Industri Game Digital Modern
Tanpa Mencampurkan Dengan Peran Wild, Fungsi Scatter Mahjong Ways Dapat Dikenali Dalam Susunan Kemenangan
Penyelaman Mengungkap Perubahan Dan Makna Baru Dunia Baccarat Di Era Digital
Media Gaming Mengungkap Perjalanan Mahjong Ways 2 Dalam Menghadapi Perubahan Tren Industri Hiburan Digital
Baccarat Ditampilkan Dalam Catatan Perubahan Platform Media Gaming Masa Kini Yang Mengubah Cara Bermain
Pergeseran Media Modern Menjadikan Wacana Kasino Online Sebagai Sorotan Baru Masyarakat
Perubahan Gaya Platform Membawa Bakarat Digital Menjadi Sorotan Baru Dalam Percakapan Modern
Perkembangan Komunitas Mahjong Ways Digital Dorong Kebangkitan Popularitas di Indonesia
Tren Mahjong Ways Mobile Gaming Terbaru Hadirkan Kebangkitan Jadi Sorotan Utama
Kenapa Mahjong Ways Tetap Viral? Alasan Ini Bikin Kaget!
Fenomena Game Bertema Oriental Bangkit Kembali, Mahjong Ways Jadi Sorotan Utama
Strategi Mahjong Ways Tetap Digemari Di Tengah Persaingan Game Online Diungkap Media Digital
Transformasi Industri Mahjong Ways Digital Perjalanan Panjang Menuju Inovasi
Kebangkitan Platform Game Mahjong Ways dalam Era Perkembangan Digital
Meski Zaman Berubah, Mahjong Ways Tetap Favorit! Ini Rahasianya
Mahjong Ways Masih Jadi Perbincangan Hangat! Komunitas Gaming Ungkap Alasannya
Evolusi Mahjong Ways Dari Masa Ke Masa Yang Bikin Penasaran Diungkap Laporan Industri
Mahjong Ways Tetap Eksis! Ini Rahasia Bertahan di Tengah Persaingan Industri Game Ketat
Identitas Visual Mahjong Ways Bikin Penggemar Terpikat! Media Online Soroti Konsistensinya
Tren Digital Menggairahkan Lagi! Game Penghasil Uang Cepat Jadi Sorotan Publik
Kenapa Game Penghasil Uang Cepat Menarik Minat Pemain Indonesia? Ini Alasannya!
Benarkah Game Penghasil Uang Cepat Makin Diminati? Faktanya Mengejutkan!
Majestic Treasures Menarik Perhatian Komunitas Game Digital Lewat Pesona Khas dan Ragam Strategi Menarik
Mahjong Ways 2 Ramai Dibahas Lagi! Ini Dampak Besar pada Industri Game Digital Indonesia
Mahjongways Kasino Online Viral di Komunitas Game dan Mulai Disebut sebagai Sumber Penghasilan Baru
Mahjong Ways Kembali Jadi Sorotan! Penggemar Game Penghasil Uang di Indonesia Serbu
Game Penghasil Uang Mulai Dilirik Media Game Mobile di Tengah Pergeseran Tren Global