Minggu, 9 Agustus 2026

Dishub Keluhkan Utang Perparkiran di Bandara

REMBUG: Kadishub Palu, Ajenkris  bersama Kepala Otoritas Bandara Mutiara Sis Al-Jufrie Palu, Benyamin Noah Apituley saat bermediasi di ruang sidang utama dewan soal utang perparkiran Dishub, Rabu 28 Oktober 2015.

Otoritas Bandara Beri Kelonggaran Hingga 2016
PALU,PE-Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Palu mengeluh ke dewan soal beban utang retribusi perparkiran di Bandara Mutiara Sis Al-Jufrie Palu. Dalam pertemuan dengan pihak otoritas Bandara Mutiara Sis Al-Jufrie Palu yang difasilitasi komisi C Dewan Kota Palu, Rabu 28 Oktober 2015, Kadishub Kota Palu, Ajenkris mengeluh tak bisa membayar beban utang parkir pada pihak bandara.

‘‘Sejak April kami sudah tidak lagi membayar kewajiban kami pada Bandara. Karena ada perubahan biaya sewa tarif yang dikenakan pada kami. Pihak Bandara tidak mau menerima pembayaran sebagaimana yang tertuang dalam kontrak kerjasama pertama,“ curhatnya pada dewan.

Sesuai kontrak kerjasama pertama bersama bandara, besaran biaya sewa lahan parkir berdasarkan tarif yang dikenakan senilai total Rp6 juta pertahun. Namun, dengan adanya perubahan aturan dari pusat terkait Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) dari PP Nomor 9 Tahun 2009 direvisi menjadi PP Nomor 11 Tahun 2015 berdampak pula pada nilai besaran tarif yang disewakan. Yang sebelumnya Rp700 per meter kali luas lahan plus konsensi 5 persen dari penghasilan kotor kini naik menjadi Rp1.160 per meter dikali luas lahan yang disewakan plus konsesnsi 5 persen dari penghasilan kotor. Beban tambahan akibat perubahan aturan inilah yang membuat Dishub kelabakan untuk menunaikan kewajibannya pada pihak bandara.

Sementara alokasi APBD yang disediakan untuk Dishub membayar sewa bandara ditetapkan Rp6 juta per tahun.
Setelah berdiskusi panjang lebar, pihak bandara melalui Kepala Otoritas Bandara Mutiara Sil Al-Jufrie, Benyamin Noach Apituley yang semula berkeras agar pemkot segera melunasi utangnya sebelum menyeberang 2015 akhirnya memberi kelonggaran. Dishub diberi kemudian melunasi hingga 2016 mendatang.

‘‘Kami memberi kesempatan kepada Dishub untuk melunasi yang sisanya pada 2016. Sedangkan yang menjadi pokok pada perjanjian pertama bisa dilunasi pada 2015 ini,“ ujar Benyamin.
Kebijakan otoritas Mutiara Sis Al-Jufrie disambut baik pihak dewan. Dewan pun berjanji akan mendorong alokasi anggaran yang lebih bagi Dishub didasari perubahan aturan PNBP tersebut.

Untuk diketahui saat ini, pemkot menggunakan lahan parkir bandara seluas 8 ribuan meter persegi. Terjadi peningkatan perluasan sewa lahan yang sebelumnya pada saat terminal lama hanya sekitar 2 ribuan meter persegi. Penerimaan daerah melalui sektor ini lumayan menjanjikan. Dalam setahun kata Ajenkris, Dishub bisa menyumbang sekitar Rp600 juta pada kas daerah. (mrs)

Fleksibilitas Baru Dalam Pengelolaan Infrastruktur Dihadirkan Oleh Teknologi Berbasis Cloud
Efisiensi Operasional Meningkat Berkat Teknologi Analitik Modern Dengan Pemantauan Berkelanjutan
Fondasi Baru Untuk Efisiensi Operasional Terbentuk Dari Platform Digital Modern
Adaptasi Terhadap Perubahan Teknologi Dipercepat Melalui Integrasi Kecerdasan Buatan
Pengelolaan Sistem Lebih Efektif Didukung Oleh Teknologi Pemantauan Cerdas
Stabilitas Operasional Terjaga Berkat Teknologi Digital Terintegrasi Dengan Analisis Berkelanjutan
Tantangan Transformasi Digital Dihadapi Secara Efektif Melalui Infrastruktur Modern Berbasis Analitik
Kolaborasi Dan Efisiensi Operasional Diperkuat Oleh Integrasi Teknologi Berbasis Cloud
Akurasi Evaluasi Kinerja Sistem Meningkat Berkat Platform Monitoring Digital
Ketahanan Operasional Di Era Digital Meningkat Melalui Pemanfaatan Analisis Data
Optimalisasi Pola Mahjong Ways Dilakukan melalui Algoritma Probabilistik Cerdas
Dompet Digital Mengubah Kebiasaan Transaksi dalam Ekosistem Monopoly Live
Ancaman Siber Mendorong Industri Permainan Memperkuat Keamanan Infrastruktur Digital
Digitalisasi Administrasi Pangkas Waktu Verifikasi Pengguna Live Blackjack
Perilaku Pemain Modern Dikaji melalui Model Adaptasi Strategis
Media Sosial Memperkuat Hubungan Provider dengan Komunitas Penggemar Gates of Olympus
Mahjong Wins 3 Menunjukkan Pergeseran Tren Hiburan Berbasis Teknologi Modern
Analisis Distribusi Mengungkap Kendala Penayangan Crazy Time di Berbagai Wilayah
Pemetaan Digital Memperkuat Distribusi Server serta Manajemen Trafik Lightning Roulette
Peluang Baru Industri Mahjong Indonesia Muncul dari Pergeseran Perilaku Digital
Pendekatan Baru Dalam Pengelolaan Platform Permainan Daring Modern Terbentuk Dari Blockchain Dan Big Data
Skalabilitas Game Online Di Tengah Pertumbuhan Pengguna Digital Global Didukung Infrastruktur Cloud Native
Transparansi Ekosistem Game Online Berbasis Teknologi Masa Kini Didukung Blockchain Modern Dan Smart Contract
Ekosistem Game Modern Yang Lebih Terhubung Terbentuk Dari Integrasi Internet Of Things Dan Artificial Intelligence
Industri Game Modern Menyesuaikan Layanan Dengan Perubahan Perilaku Digital Berkat AI Berbasis Prediksi
Performa Game Multiplayer Meningkat Melalui Teknologi Edge Computing Dengan Pemrosesan Data Lebih Cepat
Platform Game Multiplayer Mengantisipasi Ancaman Siber Lebih Efektif Berkat Cyber Intelligence Modern
Pengembangan Game Modern Menjadi Lebih Fleksibel Dan Adaptif Berkat Artificial Intelligence Berbasis Cloud
Transformasi Digital Perusahaan Skala Kecil Dan Menengah Dipercepat Melalui Pengembangan Aplikasi Low Code
Visibilitas Konten Pada Google Discover Meningkat Secara Organik Berkat Strategi Search Engine Optimization