Sabtu, 8 Agustus 2026

Gubernur DKI Jakarta Ditunjuk Presiden?

Banjir Jakarta

PALU EKSPRES, JAKARTA – Pemerintah sedang mengevaluasi seluruh undang-undang terkait daerah khusus dan daerah istimewa, di antaranya Undang-Undang Nomor 29/2007 tentang Pemerintahan Provinsi Daerah Khusus Ibu Kota Jakarta.

Salah satu poin yang diusulkan direvisi terkait model pemilihan Gubernur DKI Jakarta.

“Jadi kemarin kami sudah bertemu dengan seluruh kementerian dan Pemerintah DKI Jakarta. Usulannya ada banyak hal yang dinilai perlu direvisi. Misalnya terkait pilkada, dengan dua putaran dipandang tidak efektif. Paling soft itu satu putaran atau pemilihannya lewat DPRD,” ujar Direktur Jenderal Otonomi Daerah (Dirjen Otda) Kemendagri, Sumarsono, di Yogyakarta, Selasa (19/9).

Usulan lain, lanjutnya, Gubernur DKI Jakarta ditunjuk oleh presiden, dengan posisi selevel menteri.

Alasannya, untuk mengantisipasi risiko karena kerusuhan akibat Pilkada DKI dapat berimplikasi pada jalannya pemerintahan pusat, karena letaknya berada di ibu kota negara.

“Ini semua pilihan, nanti akan disampaikan ke Mendagri untuk meminta arahannya. Termasuk wacana kalaupun ada pemilihan, hanya gubernur yang dipilih. Sementara wakil gubernurnya diangkat oleh gubernur terpilih,” ucapnya.

Menurut Sumarsono, usulan wakil gubernur diangkat oleh gubernur untuk menjamin pejabat yang ada sejalan dengan program kerja kepala daerah dalam memimpin DKI Jakarta.

“Kemudian juga ada usulan gubernur satu dengan tiga wakil gubernur. Masing-masing wakil gubernur bidang ekonomi, pembangunan kesejahteraan dan pembangunan fisik. Ini masih satu hal, masih ada hal-hal lain yang dinilai perlu direvisi dari UU DKI,” kata Sumarsono.

Misalnya, pembagian tugas secara jelas mana yang menjadi tanggung jawab Pemprov DKI dan urusan pemerintah pusat di DKI.

Lalu terkait kenyataan, bahwa selama ini satu-satunya undang-undang yang tidak punya aturan pelaksanaan adalah UU DKI.

“Jadi UU DKI itu konyolnya di situ. Tak bisa susun perda apa-apa. Jadi banyak hal yang perlu diatur, karena itu diusulkan untuk direvisi,” pungkas Sumarsono.

(gir/jpnn)

Fleksibilitas Baru Dalam Pengelolaan Infrastruktur Dihadirkan Oleh Teknologi Berbasis Cloud
Efisiensi Operasional Meningkat Berkat Teknologi Analitik Modern Dengan Pemantauan Berkelanjutan
Fondasi Baru Untuk Efisiensi Operasional Terbentuk Dari Platform Digital Modern
Adaptasi Terhadap Perubahan Teknologi Dipercepat Melalui Integrasi Kecerdasan Buatan
Pengelolaan Sistem Lebih Efektif Didukung Oleh Teknologi Pemantauan Cerdas
Stabilitas Operasional Terjaga Berkat Teknologi Digital Terintegrasi Dengan Analisis Berkelanjutan
Tantangan Transformasi Digital Dihadapi Secara Efektif Melalui Infrastruktur Modern Berbasis Analitik
Kolaborasi Dan Efisiensi Operasional Diperkuat Oleh Integrasi Teknologi Berbasis Cloud
Akurasi Evaluasi Kinerja Sistem Meningkat Berkat Platform Monitoring Digital
Ketahanan Operasional Di Era Digital Meningkat Melalui Pemanfaatan Analisis Data
Optimalisasi Pola Mahjong Ways Dilakukan melalui Algoritma Probabilistik Cerdas
Dompet Digital Mengubah Kebiasaan Transaksi dalam Ekosistem Monopoly Live
Ancaman Siber Mendorong Industri Permainan Memperkuat Keamanan Infrastruktur Digital
Digitalisasi Administrasi Pangkas Waktu Verifikasi Pengguna Live Blackjack
Perilaku Pemain Modern Dikaji melalui Model Adaptasi Strategis
Media Sosial Memperkuat Hubungan Provider dengan Komunitas Penggemar Gates of Olympus
Mahjong Wins 3 Menunjukkan Pergeseran Tren Hiburan Berbasis Teknologi Modern
Analisis Distribusi Mengungkap Kendala Penayangan Crazy Time di Berbagai Wilayah
Pemetaan Digital Memperkuat Distribusi Server serta Manajemen Trafik Lightning Roulette
Peluang Baru Industri Mahjong Indonesia Muncul dari Pergeseran Perilaku Digital