Sabtu, 8 Agustus 2026

Pemprov Sendiri Mengakui Sulitnya Mengatasi Kemiskinan di Sulteng

“Siapa tau Ibu Mensos punya strategi mengatasi masalah ini,”harapnya. Kegiatan Rakor sendiri menurtnya adalah wujud komitmen Kemensos RI dan jajaran Pemda untuk menyamakan langka mengatasi kemiskinan di Sulteng. Khususnya bagi penerima program keluarga harapan (PKH), miskin dan fakir miskin.

“Sasarannya meningkatkan kualitas hidup dan kesejahteraan. Melalui program bantuan non tunai. Wujud program ini turunkan miskin dan kurangi kesenjangan. Karena itu program ini strategis sebagai solusi,”jelasnya.

Elim berharap Rakor yang dihadiri perwakilan walikota dan bupati itu dapat menghasilkan persiapan matang agar bantuan tepat sasaran.

“Yang paling penting bagaimana kemudian data menjadi akurat agar bantuannya sampai,”demikian Elim.

Rakor BPNT ini dihadir langsung Mensos RI, Khofifah Indar Parawansa, dikonfirmasi wartawan terkait kesulitan Pemprov Sulteng mengatasi kemiskinan menyebut, Kemensos RI punya direktur pemberdayaan komunitas adat terpencil (PKAT).

Solusi yang biasanya dilakukan terkait sulitnya mengintervensi KAT jelas Mensos dilakukan dengan pendekatan pemberian hunian tetap (Huntap). Mensos mengaku butuh waktu lama untuk mengajak KAT mau menempati Huntap yang disediakan. Karena biasanya sebut Mensos, sulit untuk mengubah kebiasaan hidup KAT yang nomaden tersebut.

“Biasanya butuh waktu dua tahun membujuk mereka masuk dihunian baru,”jelasnya. Upaya itu ungkap Mensos pernah dilakukan di beberapa daerah seperti di Kalimantan. Setelah hampir dua tahun disosialisasikan, ada beberapa KAT yang ternyata mau menempati hunian baru.
“Biasanya sampai siap untuk masuk di lokasi hunian baru butuh waktu dua tahun. Supaya mereka tidak berpindah-pindah (nomaden),”jelasnya. Dia menjelaskan, Kemensos melalui Direktur PKAT dapat menyiapkan anggaran honor untuk tenaga pendamping KAT jika ternyata ada Pemda yang berusaha untuk mengalihkan KAT menempati huntap.

“Mengenai adatnya, itu biasanya orang lokal yang lebih faham. Asal siap, Kemensos bisa siapkan anggaran dua orang untuk suport honor sebagai persiapan pendamping KAT,”pungkasnya.

(mdi/Palu Ekspres)

Fleksibilitas Baru Dalam Pengelolaan Infrastruktur Dihadirkan Oleh Teknologi Berbasis Cloud
Efisiensi Operasional Meningkat Berkat Teknologi Analitik Modern Dengan Pemantauan Berkelanjutan
Fondasi Baru Untuk Efisiensi Operasional Terbentuk Dari Platform Digital Modern
Adaptasi Terhadap Perubahan Teknologi Dipercepat Melalui Integrasi Kecerdasan Buatan
Pengelolaan Sistem Lebih Efektif Didukung Oleh Teknologi Pemantauan Cerdas
Stabilitas Operasional Terjaga Berkat Teknologi Digital Terintegrasi Dengan Analisis Berkelanjutan
Tantangan Transformasi Digital Dihadapi Secara Efektif Melalui Infrastruktur Modern Berbasis Analitik
Kolaborasi Dan Efisiensi Operasional Diperkuat Oleh Integrasi Teknologi Berbasis Cloud
Akurasi Evaluasi Kinerja Sistem Meningkat Berkat Platform Monitoring Digital
Ketahanan Operasional Di Era Digital Meningkat Melalui Pemanfaatan Analisis Data
Optimalisasi Pola Mahjong Ways Dilakukan melalui Algoritma Probabilistik Cerdas
Dompet Digital Mengubah Kebiasaan Transaksi dalam Ekosistem Monopoly Live
Ancaman Siber Mendorong Industri Permainan Memperkuat Keamanan Infrastruktur Digital
Digitalisasi Administrasi Pangkas Waktu Verifikasi Pengguna Live Blackjack
Perilaku Pemain Modern Dikaji melalui Model Adaptasi Strategis
Media Sosial Memperkuat Hubungan Provider dengan Komunitas Penggemar Gates of Olympus
Mahjong Wins 3 Menunjukkan Pergeseran Tren Hiburan Berbasis Teknologi Modern
Analisis Distribusi Mengungkap Kendala Penayangan Crazy Time di Berbagai Wilayah
Pemetaan Digital Memperkuat Distribusi Server serta Manajemen Trafik Lightning Roulette
Peluang Baru Industri Mahjong Indonesia Muncul dari Pergeseran Perilaku Digital