Minggu, 9 Agustus 2026

Bahaya! 218,2 Juta Penduduk Tinggal di Daerah Rawan Bencana

PALU EKSPRES, PALU – Berbagai ancaman bencana yang disebakan faktor alam maupun nonalam masih terus mengintai Indonesia. Dari tahun ketahun jumlahnya bahkan cendrung mengalami peningkatan.

Tahun 2003 tercatat 468 kejadian, tahun 2016 naik menjadi 1.835 kejadian. 97persen kejadian itu merupakan bencana hidrometeorologi. Sebanyak 218,2 juta rakyat tinggal di daerah rawan bencana. Di Indonesia potensi bencana dimulai dari gempa bumi, tsunami, banjir, tanah longsor serta kebakaran hutan dan lahan.

Di masa mendatang, ancaman bencana akan semakin meningkat disebabkan perubahan iklim global, penurunan kualitas lingkungan, kondisi geografis, kemiskinan. Rendahnya tingkat kesiapan masyarakat, pendidikan rendah, urbanisasi dan pertumbuhan penduduk.

Asisten Administrasi Umum dan Organisasi, Mulyono, mewakili Gubernur Sulteng memebebrkan persoalan itu dihadapan 53 aparatur sipil negara (ASN) yang menjadi peserta Diklat dasar managemen penanggulangan bencana tahun 2017 di Aula Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Sulteng, Selasa (24/10).

Berkaitan itu, pemerintah kata Mulyono memandang penting peningkatan kapasitas SDM. Agar setiap penanggulangan bencana lebih memahami situasi di tempat masing-masing. OPD diharapkan menjadi kunci bagi keberhasilan penanggulangan bencana di Indonesia.

Pusdiklat PB BNPB menurutnya telah menyusun berbagai kurikulum dan modul pelatihan penanggulangan bencana guna mencapai standar kompetensi yang sama bagi peserta. meski diselenggarakan di daerah berbeda oleh pelatih dan fasilitator yang berbeda pula.

Pelatihan dasar manajemen bencana yang diselenggarakan selama lima hari, merupakan bagian dari upaya peningkatan kapasitas sumber daya manusia dalam penanggulang bencana. Ini dikhususkan bagi ASN yang berada di level manajerial di lingkungan Pemprov Sulteng,

“Harapannya mereka memiliki kapasitas yang semakin baik dalam pengambilan keputusan dan pengelolaan penanggulangan di unit kerja masing-masing,”tutup Mulyono.

(mdi/Palu Ekspres)

Fleksibilitas Baru Dalam Pengelolaan Infrastruktur Dihadirkan Oleh Teknologi Berbasis Cloud
Efisiensi Operasional Meningkat Berkat Teknologi Analitik Modern Dengan Pemantauan Berkelanjutan
Fondasi Baru Untuk Efisiensi Operasional Terbentuk Dari Platform Digital Modern
Adaptasi Terhadap Perubahan Teknologi Dipercepat Melalui Integrasi Kecerdasan Buatan
Pengelolaan Sistem Lebih Efektif Didukung Oleh Teknologi Pemantauan Cerdas
Stabilitas Operasional Terjaga Berkat Teknologi Digital Terintegrasi Dengan Analisis Berkelanjutan
Tantangan Transformasi Digital Dihadapi Secara Efektif Melalui Infrastruktur Modern Berbasis Analitik
Kolaborasi Dan Efisiensi Operasional Diperkuat Oleh Integrasi Teknologi Berbasis Cloud
Akurasi Evaluasi Kinerja Sistem Meningkat Berkat Platform Monitoring Digital
Ketahanan Operasional Di Era Digital Meningkat Melalui Pemanfaatan Analisis Data
Optimalisasi Pola Mahjong Ways Dilakukan melalui Algoritma Probabilistik Cerdas
Dompet Digital Mengubah Kebiasaan Transaksi dalam Ekosistem Monopoly Live
Ancaman Siber Mendorong Industri Permainan Memperkuat Keamanan Infrastruktur Digital
Digitalisasi Administrasi Pangkas Waktu Verifikasi Pengguna Live Blackjack
Perilaku Pemain Modern Dikaji melalui Model Adaptasi Strategis
Media Sosial Memperkuat Hubungan Provider dengan Komunitas Penggemar Gates of Olympus
Mahjong Wins 3 Menunjukkan Pergeseran Tren Hiburan Berbasis Teknologi Modern
Analisis Distribusi Mengungkap Kendala Penayangan Crazy Time di Berbagai Wilayah
Pemetaan Digital Memperkuat Distribusi Server serta Manajemen Trafik Lightning Roulette
Peluang Baru Industri Mahjong Indonesia Muncul dari Pergeseran Perilaku Digital