Sabtu, 8 Agustus 2026
Palu  

Banggar Soroti Rancangan APBD Palu 2018

PALU EKSPRES, PALU – Anggota badan anggaran (Banggar) DPRD Palu menyorot rancangan APBD Kota Palu tahun 2018 yang diajukan Pemkot Senin 30 Oktober 2017. Mayoritas anggota menilai rancangan APBD belum tuntas karena belum mengakomodir sejumlah kepentingan DPR di dalamnya.

Rapat Banggar awalnya berjalan lancar hingga Sekretaris Kota (Sekkot) Palu membacakan rancangan APBD 2018. Namun belum tuntas dibacakan, anggota Banggar Sophian R Aswin langsung menyelah dan protes angka-angka pendapatan dan belanja dalam rancangan.

Dalam rancangan, Sekkot menyebut estimasi pendapatan daerah tahun 2018 sebesar Rp1,4 trilyun lebih. Sementara estimasi belanja daerah disebut Sekkot terjadi surplus yaitu Rp1,5 trilyun lebih. “Bagaimana mungkin disebut surplus sementara pendapatan hanya 1,4 trilyun dan belanja Rp1,5 trilyun. Harusnya devisit,”selah Sophian.

Hemat Sophian, rancangan sebaiknya dibacakan item per item. Agar pembahasan bisa lebih terperinci. Interupsi Sophian ini ternyata memicu protes anggota Banggar lainnya, meski Ketua Banggar Ishak Cae sudah meminta agar rancangan dibacakan dulu hingga tuntas dan selanjutnya baru ditanggapi bersama.

Interupsi kemudian datang dari Syamsu Alam yang meminta penjelasan Sekkot tentang hak keuangan dan administrasi pimpinan dan anggota DPR yang diamanatkan peraturan pemerintah (PP) nomor 18 tahun 2017. Selanjutnya M Jaruddin Wartabone. Dia juga menyorot soal PP 18 tahun 2017 yang sama sekali belum disinggung dalam APBD 2018. Selebihnya dia mempertanyakan usulan rehabilitasi situs makam-makam raja dan penyebar Islam di Kota Palu.
“Ini belum jelas, kita belum tau apakah PP 18 dan usulan Rehab makam itu terakomodir atau tidak,”kata Jaruddin. Demikian Danawira Asri. Namun Danawira lebih menekankan kedisiplinan kepala OPD untuk rutin hadir dalam rapat Banggar. Hamsir dalam kesempatan itu juga sepakat agar rapat Banggar APBD 2018 ditunda. Alasannya karena pembahasan mitra komisi C belum sepenuhnya tuntas.

“Sebaiknya Banggar kita skor dulu sambil komisi menyelesaikan pembahasannya dengan mitra OPD,”usulnya.

Mendengar protes dan usulan, Ketua DPRD sekaligus ketua Banggar, Ishak Cae memutuskan Rapat Banggar diskor sampai waktu yang tidak ditentukan. “Kalau misalnya sudah di komisi sudah rampung, kami akan kabarkan secepatnya ke TAPD,”kata Ishak menutup sidang.

(mdiPalu Ekspres)

Fleksibilitas Baru Dalam Pengelolaan Infrastruktur Dihadirkan Oleh Teknologi Berbasis Cloud
Efisiensi Operasional Meningkat Berkat Teknologi Analitik Modern Dengan Pemantauan Berkelanjutan
Fondasi Baru Untuk Efisiensi Operasional Terbentuk Dari Platform Digital Modern
Adaptasi Terhadap Perubahan Teknologi Dipercepat Melalui Integrasi Kecerdasan Buatan
Pengelolaan Sistem Lebih Efektif Didukung Oleh Teknologi Pemantauan Cerdas
Stabilitas Operasional Terjaga Berkat Teknologi Digital Terintegrasi Dengan Analisis Berkelanjutan
Tantangan Transformasi Digital Dihadapi Secara Efektif Melalui Infrastruktur Modern Berbasis Analitik
Kolaborasi Dan Efisiensi Operasional Diperkuat Oleh Integrasi Teknologi Berbasis Cloud
Akurasi Evaluasi Kinerja Sistem Meningkat Berkat Platform Monitoring Digital
Ketahanan Operasional Di Era Digital Meningkat Melalui Pemanfaatan Analisis Data
Optimalisasi Pola Mahjong Ways Dilakukan melalui Algoritma Probabilistik Cerdas
Dompet Digital Mengubah Kebiasaan Transaksi dalam Ekosistem Monopoly Live
Ancaman Siber Mendorong Industri Permainan Memperkuat Keamanan Infrastruktur Digital
Digitalisasi Administrasi Pangkas Waktu Verifikasi Pengguna Live Blackjack
Perilaku Pemain Modern Dikaji melalui Model Adaptasi Strategis
Media Sosial Memperkuat Hubungan Provider dengan Komunitas Penggemar Gates of Olympus
Mahjong Wins 3 Menunjukkan Pergeseran Tren Hiburan Berbasis Teknologi Modern
Analisis Distribusi Mengungkap Kendala Penayangan Crazy Time di Berbagai Wilayah
Pemetaan Digital Memperkuat Distribusi Server serta Manajemen Trafik Lightning Roulette
Peluang Baru Industri Mahjong Indonesia Muncul dari Pergeseran Perilaku Digital