Sabtu, 8 Agustus 2026
Palu  

Tambah Tunjangan DPRD, Pemkot Kaji Kemampuan PAD

Walikota Palu, Hidayat

PALU EKSPRES, PALU – Walikota Palu Hidayat belum menandatangani peraturan daerah (Perda) tentang hak administrasi dan keuangan pimpinan dan anggota DPRD Palu. Perda itu untuk mengimplementasikan Peraturan Pemerintah (PP) nomor 18 tahun 2017.

Hidayat mengaku pihaknya saat ini sedang memerintahkan Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) beserta tim anggaran pemerintah daerah (TPAD) untuk mengkaji kemampuan anggaran khususnya pendapatan asli daerah (PAD).

“Saya berpikir ini harus kita diskusikan dan bicarakan lagi dulu,”kata Hidayat, Selasa 31 Oktober 2017. Menurutnya, dalam waktu dua atau tiga hari kedepan kajian itu akan dilaksanakan. Setelah itu barulah terang Hidayat Perda tersebut bisa. ditandatangani.

“Itu sudah selesai tinggal ditandatangan saja. Cuma kita akan diskusikan lagi,”ujarnya. Hidayat menyatakan, pihaknya saat ini sangat berorientasi pada upaya pembangunan di Kota Palu dengan keterbatasan waktu yang hanya lima tahun saja.

“Saya ingin Palu ini menjadi kota yang nyaman. Semuanya bidang tertata rapi. Saat ini saja, waktu saya tinggal dua tahun lebih,”katanya. Semua program yang diluncurkan menurutnya bertujuan mengejar ketertinggalan Palu dari daerah lainnya.

“Kenapa Bandung bisa maju. Mereka fokus biayai pembangunan. Dan hasil pembangunan betul-betul bisa dinikmati masyarakatnya,”ucap Hidayat. Berbicara soal tunjangan, Hidayat mengaku, tunjangan yang melekat pada dirinya sebagai walikota, terkadang ia pangkas sendiri karena nominbalnya terlalu besar. Begitupun tunjangan kinerja daerah (TKD) Kota Palu dan tunjangan TAPD.

Menurutnya, TKD dan tunjangan TAPD pun ia turunkan jika ada yang tidak maksimal bekerja.
“Jangankan itu, baju dinas sayapun saya potong karena terlalu besar,”pungkasnya. Sebagaimana diketahui, PP 18 tahun 2017 mengatur dan memerintahkan penambahan tunjangan-tunjangan anggota DPRD. Selanjutnya mengenai angka-angka tambahan tunjangan juga sudah diatur lebih jauh dalam Perda.

(mdi/Palu Ekspres)

Fleksibilitas Baru Dalam Pengelolaan Infrastruktur Dihadirkan Oleh Teknologi Berbasis Cloud
Efisiensi Operasional Meningkat Berkat Teknologi Analitik Modern Dengan Pemantauan Berkelanjutan
Fondasi Baru Untuk Efisiensi Operasional Terbentuk Dari Platform Digital Modern
Adaptasi Terhadap Perubahan Teknologi Dipercepat Melalui Integrasi Kecerdasan Buatan
Pengelolaan Sistem Lebih Efektif Didukung Oleh Teknologi Pemantauan Cerdas
Stabilitas Operasional Terjaga Berkat Teknologi Digital Terintegrasi Dengan Analisis Berkelanjutan
Tantangan Transformasi Digital Dihadapi Secara Efektif Melalui Infrastruktur Modern Berbasis Analitik
Kolaborasi Dan Efisiensi Operasional Diperkuat Oleh Integrasi Teknologi Berbasis Cloud
Akurasi Evaluasi Kinerja Sistem Meningkat Berkat Platform Monitoring Digital
Ketahanan Operasional Di Era Digital Meningkat Melalui Pemanfaatan Analisis Data
Optimalisasi Pola Mahjong Ways Dilakukan melalui Algoritma Probabilistik Cerdas
Dompet Digital Mengubah Kebiasaan Transaksi dalam Ekosistem Monopoly Live
Ancaman Siber Mendorong Industri Permainan Memperkuat Keamanan Infrastruktur Digital
Digitalisasi Administrasi Pangkas Waktu Verifikasi Pengguna Live Blackjack
Perilaku Pemain Modern Dikaji melalui Model Adaptasi Strategis
Media Sosial Memperkuat Hubungan Provider dengan Komunitas Penggemar Gates of Olympus
Mahjong Wins 3 Menunjukkan Pergeseran Tren Hiburan Berbasis Teknologi Modern
Analisis Distribusi Mengungkap Kendala Penayangan Crazy Time di Berbagai Wilayah
Pemetaan Digital Memperkuat Distribusi Server serta Manajemen Trafik Lightning Roulette
Peluang Baru Industri Mahjong Indonesia Muncul dari Pergeseran Perilaku Digital