Sabtu, 8 Agustus 2026
Palu  

Nanti, Warga Palu Dijaga Suro Adat

PALUEKSPRES, PALU – Tak lama lagi Walikota Palu akan melantik dan mengukuhkan pengurus dewan adat tingkat kelurahan se-Kota Palu. Sebelumnya, Walikota telah mengukuhkan dewan adat untuk kecamatan. Yaitu, Kecamatan Palu Utara, Tawaeli, Ulujadi dan Palu Barat. Rencananya, empat kecamatan lain akan menyusul pada tanggal 11 sampai 12 November 2017.

Menurut Sekretaris kota (Sekkot) Palu, Asri dalam satu dewan adat tingkat kelurahan, terdapat dua orang petugas keamanan yang disebut Suro. Layaknya polisi, Suro adat bertugas untuk mendukung seluruh kepentingan penyelenggaraan hukum adat.

“Misalnya kalau ada yang melanggar hukum adat, mereka (suro) ini yang akan diminta menjemput untuk diberi sanksi,”kata Sekkot, Rabu 8 November 2017.

Untuk memaksimalkan tugas-tugasnya, Suro adat, menurutnya akan diikutkan pelatihan di Sekolah Polisi Negara (SPN) Labuan Panimba Polda Sulteng. 92 Suro adat akan mengikuti pelatihan fisik dan materi-materi terkait tugas pengamanan. “Pelatihannya disesuaikan dengan standar operasional prosedur (SOP) yang berlaku di SPN,”jelasnya.

Pelatihan itu agar Suro memiliki keahlian dasar dalam melaksanakan tugas pengamanan. Termasuk sebagai langkah untuk memberdayakan Suro di luar dari tugas pokoknya.

“Ke depan jika kerjasama pelatihan ini berjalan baik, maka kemungkinan para Suro ini bisa direkrut sebagai security di kantor pemerintah atau badan usaha,”sebutnya. Peluang itu tambah Sekkot sangat terbuka lebar.

Ini karena mengingat Polda Sulteng dapat memfasilitasi penyediaan tenaga-tenaga security siap pakai. “Tugas Suro adat itu tidak setiap hari. Dan diantaranya ada yang belum memiliki kerja tetap. Jadi mungkin kedepan bisa diberdayakan pada jalur security itu,”terangnya.

Pelatihan Suro Adat, rencananya mulai dilaksanakan 13 November mendatang. Setelah seluruh dewan adat keluarahan dilantik dan dikukuhkan. Pembentukan dewan adat tingkat kelurahan dilakukan berdasarkan Peraturan daerah (Perda) nomor 9 tahun 2016 tentang kelembagaan adat. Kemudian dijabarkan secara rinci dalam Peraturan Walikota (Perwali) nomor 34 tahun 2017. (mdi)

Fleksibilitas Baru Dalam Pengelolaan Infrastruktur Dihadirkan Oleh Teknologi Berbasis Cloud
Efisiensi Operasional Meningkat Berkat Teknologi Analitik Modern Dengan Pemantauan Berkelanjutan
Fondasi Baru Untuk Efisiensi Operasional Terbentuk Dari Platform Digital Modern
Adaptasi Terhadap Perubahan Teknologi Dipercepat Melalui Integrasi Kecerdasan Buatan
Pengelolaan Sistem Lebih Efektif Didukung Oleh Teknologi Pemantauan Cerdas
Stabilitas Operasional Terjaga Berkat Teknologi Digital Terintegrasi Dengan Analisis Berkelanjutan
Tantangan Transformasi Digital Dihadapi Secara Efektif Melalui Infrastruktur Modern Berbasis Analitik
Kolaborasi Dan Efisiensi Operasional Diperkuat Oleh Integrasi Teknologi Berbasis Cloud
Akurasi Evaluasi Kinerja Sistem Meningkat Berkat Platform Monitoring Digital
Ketahanan Operasional Di Era Digital Meningkat Melalui Pemanfaatan Analisis Data
Optimalisasi Pola Mahjong Ways Dilakukan melalui Algoritma Probabilistik Cerdas
Dompet Digital Mengubah Kebiasaan Transaksi dalam Ekosistem Monopoly Live
Ancaman Siber Mendorong Industri Permainan Memperkuat Keamanan Infrastruktur Digital
Digitalisasi Administrasi Pangkas Waktu Verifikasi Pengguna Live Blackjack
Perilaku Pemain Modern Dikaji melalui Model Adaptasi Strategis
Media Sosial Memperkuat Hubungan Provider dengan Komunitas Penggemar Gates of Olympus
Mahjong Wins 3 Menunjukkan Pergeseran Tren Hiburan Berbasis Teknologi Modern
Analisis Distribusi Mengungkap Kendala Penayangan Crazy Time di Berbagai Wilayah
Pemetaan Digital Memperkuat Distribusi Server serta Manajemen Trafik Lightning Roulette
Peluang Baru Industri Mahjong Indonesia Muncul dari Pergeseran Perilaku Digital