Sabtu, 2 Mei 2026

Kriteria Tim Pakar tak Jelas

Patut Diduga karena Pertemanan
PALU, PE — Direktur Centre and Election Political Party atau Pusat Studi pemilihan dan Partai Politik Universitas Tadulako, Dr Irwan Waris mempertanyakan proses seleksi tim Pakar Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sulteng. Menurutnya, KPU Sulteng sepertinya menetapkan sendiri kriteria tim pakar tersebut. Dia saja yang notabene direktur sebuah lembaga yang berkepentingan dengan pemilu dan parpol tak pernah ditanyai soal ini.
“Patut diduga bahwa pemilihan tim pakar ini karena hasil pertemanan dari komisioner (KPU) saja, ” ujarnya kepada Palu Ekspres Sabtu, 7 November 2015.

Dia sendiri mempertanyakan kriteria dari tim pakar yang seharusnya berasal dari profesional maupun akademisi. Itupun kata dia, tak semua akademisi bisa menjadi tim pakar. “Kriterianya apa dulu? Apakah mereka memahami tentang kepemiluan. Tidak semua akademisi itu pakar dibidangnya,” tandas Irwan Waris.

Seharusnya kata dia, tim pakar ini harus diminta secara kelembagaan. Memang kata dia, soal keberadaan tim pakar sebagai support di KPU tidak ada dalam UU. Namun dosen Untad ini pasti ada panduan dan arahan dari KPU Pusat yang mengambil akademisi dan profesional.

Karena dari awal seleksi terhadap tim pakar tidak transparan maka menurut Irwan, wajar saja menimbulkan pertanyaan publik tentang netralitas para tim pakar tersebut.

Untuk menjawab pertanyaan itu, Bawaslu kata dia harusnya menginvestigasi dari awal ketika tim pakar dibentuk. “Bawaslu harus proaktif untuk menelisik, siapa mereka ini. Apa bisa bersikap netral?”

Sehingga kata dia, perjalanan penyelenggaraan pilgub ini bisa berjalan baik dan benar. “Tim pakar yang membuat pertanyaan itu harus netral, mereka harus seperti konstituen biasa. Meskipun sebagai warga mereka punya hak pilih. Tetapi itu tidak boleh diketahui masyarakat,” ujarnya.

Makanya, pihak-pihak yang menjadi tim pakar sendiri harus jujur. “Kalau mereka sudah diketahui publik dekat dengan kandidat tertentu ya jangan masuk (tim pakar),” tandas Irwan.

KPU sendiri dinilai terkesan menyepelekan pentingnya debat kandidat yang harusnya berjalan itu. Apakah pesan debat itu sampai ke publik atau tidak. Menurut dia ada hak warga yang diabaikan untuk mengetahui, memahami dan akhirnya memilih kandidatnya dari hasil debat itu. “Ini jelas ada unsur kelalaian,” ungkapnya.

Menyoal netralitas tim Pakar maka kata Irwan tentu saja sebagai konstituen para tim pakar ini berhak untuk punya pilihan dari kandidat kada. Namun kata dia mengapa disebut netral karena hanya dirinya dan Tuhan yang tahu siapa yang dipilihnya. “Bukan yang jelas-jelas sudah tampak di publik siapa dia,” ujarnya. (aaa)

gamespools

aceplay99

dewaslot88

slot anti rungkat

ace99play

slot777

Pengamatan Perkembangan Konsumsi Konten Digital yang Menunjukkan Lonjakan Signifikan
Perubahan Pola Online Muncul Seiring Habanero Semakin Sering Terlihat
Struktur Analisis Alur Permainan Mahjong Ways Kasino Online melalui Momentum Sesi dan Aktivitas Gameplay
Elaborasi Sebaran Winrate Dinamis Mahjong Ways Terkait Pola Bermain dan Pergerakan Modal
Eksplorasi Mekanisme RTP Adaptif Mahjong Ways dalam Membentuk Pola Bermain Berdasarkan Jam dan Distribusi Modal
Interaksi Pengguna Mulai Berubah Ketika Mahjong Ways 2 Tampil Lebih Konsisten
Starlight Princess Hadirkan Bonus Bintang Premium dengan Peluang Hadiah Maksimal
Super Scatter Tawarkan Bonus Tambahan melalui Sistem yang Lebih Cepat
Pendalaman Pola Ritme Sesi Mahjong Ways Kasino Online terkait Spin dan Dinamika Permainan
Eksplorasi Sebaran Simbol Tinggi Mahjong Ways Kasino Online dalam Observasi Premium dan Variasi Gameplay
Mahjong Ways Menyajikan Bonus Kombinasi Baru dengan Nilai yang Lebih Tinggi
Studi Pertumbuhan Platform Interaktif dalam Menunjang Hiburan Modern
Kajian Terkini tentang Perubahan Hiburan Digital di Era Mobile First
Eksplorasi Pola Ritme Permainan Mahjong Ways Kasino Online dalam Fase Akhir dan Variasi Gameplay
Interpretasi Sebaran Simbol Tinggi Mahjong Ways Kasino Online melalui Observasi Simbol Premium dan Dinamika Gameplay