Minggu, 30 Agustus 2026

Menristekdikti Akan Persingkat Masa Kuliah S1 sampai S3

PALU EKSPRES, JAKARTA – Masa pendidikan program S1 hingga S3 bagi mahasiswa punya kemampuan di atas rata-rata, akan dipersingkat. Bila selama ini memakan waktu sembilan tahun, mulai sekarang dipangkas dua tahun.

Menteri Riset Teknologi Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir mengungkapkan, normalnya pendidikan S1 delapan semester.

Namun ada mahasiswa yang ternyata bisa menyelesaikan pendidikan S1-nya dalam waktu tiga tahun. Kemudian lanjut S2 empat semester, dan S3 enam semester.

Itu sebabnya Nasir mengaku, tercetus ide untuk mempersingkat waktu kuliah bagi mahasiswa-mahasiswi dengan kemampuan akademik di atas rata-rata.

“Khusus mahasiswa yang nilai akademisnya tinggi bisa mengikuti program pendidikan S1-S3 tujuh tahun,” ujarnya di Jakarta, Kamis (16/11).

Dimulai dari mahasiwa semester tujuh, bisa kuliah S2 semester 1. Semester delapan S1, kuliah semester II S2. Semester I S2 kuliah semester III S2, semester II S2 kuliah semester IV.

Semester III S2 kuliah semester I S3, semeater III S2 kuliah semester II S3 dan seterusnya.

“Jadi nanti S1 hanya tiga tahun, S2 satu tahun, dan S3 tiga tahun. Kalau ini jalan, perguruan tinggi bisa punya doktor-doktor muda, karena dalam usia 23-24 tahun sudah menyelesaikan program doktoral,” terangnya.

(esy/jpnn)

Pengalaman Pengguna Game Penghasil Saldo DANA Lebih Cepat Adaptif Dan Efisien Dibawa Oleh Inovasi Teknologi
Pergeseran Mutu Produksi Kosmetik Terdeteksi Lebih Akurat Berkat Aliran Data Langsung
Pengalaman Pengguna Semakin Responsif Adaptif Dan Efisien Berkat Perkembangan Teknologi Modern
Momentum Tetap Terarah Dan Terkendali Dipertahankan Melalui Taktik Mode Pemburu Sic Bo Live
Keputusan Tetap Terukur Dalam Game Online Dipertahankan Melalui Pengelolaan Modal Cerdas
Kapitalisasi Pasar Dan Inovasi Kasino Online Berubah Di Tengah Disrupsi Teknologi Modern
Strategi Baru Untuk Meningkatkan Keunggulan Kompetitif Dibuka Melalui Business Model Canvas Mahjong Ways
Kualitas Sistem Mahjongways Kasino Online Dipahami Melalui Identifikasi Nilai Pembayaran Game Penghasil Saldo DANA
Perspektif Baru Dalam Menganalisis Perkembangan Mahjong Ways Dibuka Melalui Modernisasi Strategi
Kasino Menjadi Studi Sistem Informasi Bagi Mahasiswa Melalui Pelatihan Enterprise Architecture
Mahjongways Kasino Online Dijadikan Acuan Strategi Marketing dalam Lingkungan Pemerintahan
Keamanan Informasi Jadi Fondasi Utama Layanan Konsultasi Kosmetik Berbasis Teknologi
Teknologi Pemantauan Membantu Mengukur Frekuensi Pembayaran secara Lebih Objektif dan Terukur
Kajian Statistik Pola RTP Menyoroti Perkembangan Teknologi Neural Sintetis Regulatoris
Simulasi Statistik Membuka Pendekatan Baru Memahami Mahjong Game Sungai Penuh secara Terukur
Statistik Objektif Membantu Membaca Pola Mahjong Game Sungai Penuh dengan Lebih Rasional
Strategi Mahjong Game Sungai Penuh Makin Terarah melalui Pendekatan Statistik Modern
Pendekatan Data Objektif Membantu Mengkaji Mahjong Game Saldo DANA Sungai Penuh secara Lebih Terstruktur
Mahjong Game Sungai Penuh Dikaji lewat Simulasi Statistik untuk Membaca Pola Aktivitas
Aturan Mahjong Digital dari Dua Kartu Awal hingga Penentuan Rentang Nilai Game Penghasil Saldo DANA
Pendekatan Adaptif MahjongWays Kasino Online Membantu Menjaga Keseimbangan Anggaran Hiburan
Kemunculan Simbol Unik MahjongWays Kasino Online Perlu Dibaca Secara Lebih Rasional
Mahjong Ways Menarik Minat Pemain di Tengah Ketatnya Persaingan Game Digital
Pengaturan Tempo MahjongWays Kasino Online Tidak Menentukan Munculnya Kombinasi Khusus
Starlight Princess Kembali Merebut Perhatian Pemain MBG Berkat Daya Tariknya
Membaca Pola Mahjong Ways dan Tren Permainan Lewat Data Saldo DANA Terbaru
Disiplin Mental MahjongWays Kasino Online Membantu Mencegah Keputusan Finansial yang Terlalu Impulsif
Mengenal Sweet Bonanza sebagai Game Digital Online dengan Tema Manis yang Menarik
Rotasi Awal MahjongWays Kasino Online Bukan Tolok Ukur Kemurahan Sistem Permainan
Menelusuri Strategi Terbaik dalam Bermain Game Penghasil Saldo DANA Secara Lebih Mendalam