Sabtu, 8 Agustus 2026
Seleb  

Mengolok-olok Rina Nose, Ustad Somad kena Semprot Ketua GP Ansor

PALU EKSPRES, JAKARTA – Ketua Umum GP Ansor Yaqut Cholil Qaumas alias Gus Yaqut, meminta Ustad Abdul Somad untuk santun dalam berceramah. Permintaan Gus Yaqut itu, buntut dari salah satu ceraman Ustad Abdul Somad yang dinilai menghina Rina Nose.

Awalnya, sebuah video tersebar di jagat maya, Ustad Abdul Somad dalam ceramahnya menjawab salah satu pertanyaan jamaahnya soal Rina Nose.

“Rina Nose ini siapa? artis? yang pesek itu? saya kalu artis jelek kurang minat saya, apa kelebihannya, pesek, buruk,” kata ustad jebolan Universitas Al Azhar Maroko itu disambut tertawa jamaah yang hadir.

Menanggapi itu Gus Yaqut ikut bersuara. Melalui akun twitternya, Gus Yaqut meminta Ustad Abdul Somad agar lebih santun dalam berceramah. Menurut Gus Yaqut, menghina fisik seseorang sama halnya dengan menghina ciptaan Allah.

“Masya Allah.. Ustadz lupa yaa, memperolok manusia itu sama saja menghina penciptanya? Dakwahlah yg santun, stadz.. mbok yaa jangan karena sudah tenar, sampean kehilangan kesantunan.” Tulis Gus Yaqut melalui twitternya, Minggu (19/11/2017).

Ketum GP Ansor itu juga menyertakan sebuah kisah Nabi Nuh yang pernah menghina seekor anjing, namun balasan anjing tersebut sungguh di luar dugaan.

“Suatu hari Nabi Nuh berjumpa dengan seekor anjing kudisan yang bermata empat. “Sudah anjing, sudah kudisan, bermata empat pula,” kata Nabi Nuh, seperti berbisik, seakan berhadapan dengan produk gagal dari ciptaanNya.” Tulis Gus Yaqut.

“Seketika itu juga Tuhan semesta alam berikan kecerdasan kepada si anjing itu. “Kau bilang apa tentang diriku?” kata si anjing dgn tandas. “Ketahuilah aku tdk terlibat sama sekali dlm penciptaanku. Krn itu, celaanmu tentang rupaku berhadapan langsung dg Pencipta alam raya ini.” Imbuhnya lagi.

Sebelumnya, dalam ceramahnya di Jakarta Utara Rawa Badak Selatan pada Minggu (19/11/2017) kemarin, Ustad Abdul Somad membantah telah menghina Rina Nose. Namun Ia justru menuding Rina Nose telah mengejek Islam.

“Itu bukan saya mengejak itu orang, tapi orang itu sudah mengejek agama Allah. Kalau tidak perlu beragama, Kalau tidak perlu bertuhan bisa baik, kenapa cari tuhan? sombong kepada orang yang sombong adalah sadaqah.” Tegas Abdul Somad disambut teriakan takbir jamaah.

(dal/fajar)

Fleksibilitas Baru Dalam Pengelolaan Infrastruktur Dihadirkan Oleh Teknologi Berbasis Cloud
Efisiensi Operasional Meningkat Berkat Teknologi Analitik Modern Dengan Pemantauan Berkelanjutan
Fondasi Baru Untuk Efisiensi Operasional Terbentuk Dari Platform Digital Modern
Adaptasi Terhadap Perubahan Teknologi Dipercepat Melalui Integrasi Kecerdasan Buatan
Pengelolaan Sistem Lebih Efektif Didukung Oleh Teknologi Pemantauan Cerdas
Stabilitas Operasional Terjaga Berkat Teknologi Digital Terintegrasi Dengan Analisis Berkelanjutan
Tantangan Transformasi Digital Dihadapi Secara Efektif Melalui Infrastruktur Modern Berbasis Analitik
Kolaborasi Dan Efisiensi Operasional Diperkuat Oleh Integrasi Teknologi Berbasis Cloud
Akurasi Evaluasi Kinerja Sistem Meningkat Berkat Platform Monitoring Digital
Ketahanan Operasional Di Era Digital Meningkat Melalui Pemanfaatan Analisis Data
Optimalisasi Pola Mahjong Ways Dilakukan melalui Algoritma Probabilistik Cerdas
Dompet Digital Mengubah Kebiasaan Transaksi dalam Ekosistem Monopoly Live
Ancaman Siber Mendorong Industri Permainan Memperkuat Keamanan Infrastruktur Digital
Digitalisasi Administrasi Pangkas Waktu Verifikasi Pengguna Live Blackjack
Perilaku Pemain Modern Dikaji melalui Model Adaptasi Strategis
Media Sosial Memperkuat Hubungan Provider dengan Komunitas Penggemar Gates of Olympus
Mahjong Wins 3 Menunjukkan Pergeseran Tren Hiburan Berbasis Teknologi Modern
Analisis Distribusi Mengungkap Kendala Penayangan Crazy Time di Berbagai Wilayah
Pemetaan Digital Memperkuat Distribusi Server serta Manajemen Trafik Lightning Roulette
Peluang Baru Industri Mahjong Indonesia Muncul dari Pergeseran Perilaku Digital