Sabtu, 8 Agustus 2026
Daerah  

Pokoknya Guru Honor harus Jadi PNS, Titik!

PALU EKSPRES, TASIKMALAYA – Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kabupaten Tasikmalaya tidak setuju jika guru honorer diarahkan pemerintah pusat menjadi pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (P3K). Namun, mereka harus diangkat menjadi pegawai negeri sipil (PNS).

Kepala Bidang Data Perencanaan dan Pengendalian Pegawai BKD Kabupaten Tasikmalaya Ari Fitriadi menjelaskan, pihaknya tidak setuju rencana pemerintah pusat dengan mendorong guru honorer menjadi P3K. Guru, kata Ari, adalah yang menyelenggarakan tugas-tugas vital sebagai ujung tombak penyelenggaraan pendidikan.

”Jadi harus jelas statusnya guru honorer ini. Sebisa mungkin mereka itu harus pegawai negeri sipil (PNS),” kata Ari saat dihubungi Radar Tasikmalaya, kemarin (21/11).

Menurut Ari, guru itu walaupun tenaga honorer ideologinya harus PNS. Berebeda dengan back office atau tenaga suporting atau ahli IT komputer masih bisa ditoleransi dengan dikontrak kerjakan oleh pemerintah. ”Tapi kalau guru honorer termasuk tenaga kesehatan mereka itu harus ideologi aparatur. Harus disumpah harus PNS,” ungkap Ari.

BKD meminta pemerintah pusat lebih bijaksana supaya para guru honorer bisa menjadi PNS. ”Orang yang tidak punya ideologi PNS tidak akan all out untuk melaksanakan tugas di bidang pendidikan dan kesehatan,” terang Ari.

Dalam wawancara terpisah, Ketua Forum Honorer Kategori 2 Indonesia (FHK2I) Kabupaten Tasikmalaya Nasihin setuju-setuju saja jika guru honorer di bawah usia 33 tahun atau di luar K2 didorong menjadi P3K. ”Jadi jangan guru honorer K2 yang usianya di atas 35 tahun yang diarahkan ke P3K. Kami tidak setuju dari dulu juga,” kata Nasihin.

Menurut Nasihin, syarat untuk masuk P3K itu sangat susah. Koutanya juga sedikit kemudin harus dites dan mempunyai sertifikat Pendidikan Profesi Guru (PPG). ”Kemudian kinerjanya dievaluasi setahun sekali. Jadi kalau selama setahun kinerjanya jelek akan dibuang, mau dikemanakan?” ungkapnya.

Saat ini, kata dia, informasi yang didapatkan FHK2I guru honorer yang usianya di bawah 33 tahun dan berstatus S1 ada sekitar 4.000 honorer. Mereka mengajar di sekolah negeri dan swasta di Kabupaten Tasikmalaya. ”Jadi itu guru honorer yang di luar kategori 2,” jelasnya.

(yuz/jpg/JPC)

Fleksibilitas Baru Dalam Pengelolaan Infrastruktur Dihadirkan Oleh Teknologi Berbasis Cloud
Efisiensi Operasional Meningkat Berkat Teknologi Analitik Modern Dengan Pemantauan Berkelanjutan
Fondasi Baru Untuk Efisiensi Operasional Terbentuk Dari Platform Digital Modern
Adaptasi Terhadap Perubahan Teknologi Dipercepat Melalui Integrasi Kecerdasan Buatan
Pengelolaan Sistem Lebih Efektif Didukung Oleh Teknologi Pemantauan Cerdas
Stabilitas Operasional Terjaga Berkat Teknologi Digital Terintegrasi Dengan Analisis Berkelanjutan
Tantangan Transformasi Digital Dihadapi Secara Efektif Melalui Infrastruktur Modern Berbasis Analitik
Kolaborasi Dan Efisiensi Operasional Diperkuat Oleh Integrasi Teknologi Berbasis Cloud
Akurasi Evaluasi Kinerja Sistem Meningkat Berkat Platform Monitoring Digital
Ketahanan Operasional Di Era Digital Meningkat Melalui Pemanfaatan Analisis Data
Optimalisasi Pola Mahjong Ways Dilakukan melalui Algoritma Probabilistik Cerdas
Dompet Digital Mengubah Kebiasaan Transaksi dalam Ekosistem Monopoly Live
Ancaman Siber Mendorong Industri Permainan Memperkuat Keamanan Infrastruktur Digital
Digitalisasi Administrasi Pangkas Waktu Verifikasi Pengguna Live Blackjack
Perilaku Pemain Modern Dikaji melalui Model Adaptasi Strategis
Media Sosial Memperkuat Hubungan Provider dengan Komunitas Penggemar Gates of Olympus
Mahjong Wins 3 Menunjukkan Pergeseran Tren Hiburan Berbasis Teknologi Modern
Analisis Distribusi Mengungkap Kendala Penayangan Crazy Time di Berbagai Wilayah
Pemetaan Digital Memperkuat Distribusi Server serta Manajemen Trafik Lightning Roulette
Peluang Baru Industri Mahjong Indonesia Muncul dari Pergeseran Perilaku Digital