Sabtu, 8 Agustus 2026

Setya Novanto Tetap Terima Tunjangan

PALU EKSPRES, JAKARTA – Meskipun telah ditahan di Rutan KPK karena tersandung kasus korupsi e-KTP, Setya Novanto masih menerima tunjangan selaku Ketua DPR.

Menurut mantan Sekjen DPR RI, Nining Indra Saleh, berdasarkan aturan dan ketentuan yang berlaku, seorang pimpinan maupun anggota dewan masih berhak menerima sejumlah tunjangan dan gaji walau hanya diberhentikan sementara.

“Kalau sebelum diberhentikan ya tetap. Kalau diberhentikan sementara masih berhak menerima tunjangan-tunjangan. Tapi kalau sudah diberhentikan secara formal, baru dihentikan,” tuturnya di Gedung KPK, Kuningan, Jakarta, Kamis (23/11/2017).

Katanya, ketentuan tersebut sesuai dengan UU MPR, DPR, DPD, dan DPRD (UU MD3). “UU MD3 menyatakan begitu,” ucap dia.

Soal apakah biaya pengobatan Novanto kemarin juga dibiayai Kesetjenan DPR, dia tidak mengetahui pasti. Sebab, dirinya sudah tidak lagi menjadi sekjen sejak 2013 lalu. “Nah, itu tanya sama sekjen yang sekarang,” imbuhnya.

Adapun Nining merupakan Sekjen DPR dari 2008-2013. Hari ini dia diperiksa penyidik sebagai saksi dalam kasus korupsi e-KTP dengan tersangka Novanto.

Saat diperiksa, dia mengaku lebih banyak ditanya terkait administrasi. “Masalah administratif saja. Masalah SK (surat keputusan) dan sebagainya,” sebutnya.

Diketahui, KPK menahan Novanto pada Minggu malam (19/11). Sehari sebelumnya, dia mengalami kecelakaan tunggal di Kawasan Permata Hijau.

Kecelakaan itu terjadi di tengah penyidik KPK tengah mencarinya. Sebab, Novanto menghilang sejak penyidik menyambangi kediamannya di Jalan Wijaya XIII, Kebayoran Baru, untuk melakukan penjemputan paksa.

Pasalnya, selaku anggota DPR periode 2009-2014 Novanto bersama-sama Anang Sugiana Sudihardjo, Andi Agustinus alias Andi Narogong, Irman selaku Dirjen Dukcapil dan Sugiharto sebagai pejabat di lingkup Kementerian Dalam Negeri, diduga menguntungkan diri sendiri atau orang lain atau koorporasi, menyalahgunakan wewenang atau jabatan yang ada padanya saat itu.

Sehingga diduga merugikan perekonomian negara sejumlah Rp 2,3 triliun dengan nilai paket pengadaan Rp 5,9 triliun dalam pengadaan paket KTP elektronik 2011-2012 pada Kemendagri.

Atas dasar itu, Novanto disangka melanggar Pasal 2 ayat 1 subsider Pasal 3 UU Nomor 31 Tahun 2009 tentang Tipikor sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001, jo Pasal 55 ayat 1 KUHP.

(fajar/dna/JPC)

Fleksibilitas Baru Dalam Pengelolaan Infrastruktur Dihadirkan Oleh Teknologi Berbasis Cloud
Efisiensi Operasional Meningkat Berkat Teknologi Analitik Modern Dengan Pemantauan Berkelanjutan
Fondasi Baru Untuk Efisiensi Operasional Terbentuk Dari Platform Digital Modern
Adaptasi Terhadap Perubahan Teknologi Dipercepat Melalui Integrasi Kecerdasan Buatan
Pengelolaan Sistem Lebih Efektif Didukung Oleh Teknologi Pemantauan Cerdas
Stabilitas Operasional Terjaga Berkat Teknologi Digital Terintegrasi Dengan Analisis Berkelanjutan
Tantangan Transformasi Digital Dihadapi Secara Efektif Melalui Infrastruktur Modern Berbasis Analitik
Kolaborasi Dan Efisiensi Operasional Diperkuat Oleh Integrasi Teknologi Berbasis Cloud
Akurasi Evaluasi Kinerja Sistem Meningkat Berkat Platform Monitoring Digital
Ketahanan Operasional Di Era Digital Meningkat Melalui Pemanfaatan Analisis Data
Optimalisasi Pola Mahjong Ways Dilakukan melalui Algoritma Probabilistik Cerdas
Dompet Digital Mengubah Kebiasaan Transaksi dalam Ekosistem Monopoly Live
Ancaman Siber Mendorong Industri Permainan Memperkuat Keamanan Infrastruktur Digital
Digitalisasi Administrasi Pangkas Waktu Verifikasi Pengguna Live Blackjack
Perilaku Pemain Modern Dikaji melalui Model Adaptasi Strategis
Media Sosial Memperkuat Hubungan Provider dengan Komunitas Penggemar Gates of Olympus
Mahjong Wins 3 Menunjukkan Pergeseran Tren Hiburan Berbasis Teknologi Modern
Analisis Distribusi Mengungkap Kendala Penayangan Crazy Time di Berbagai Wilayah
Pemetaan Digital Memperkuat Distribusi Server serta Manajemen Trafik Lightning Roulette
Peluang Baru Industri Mahjong Indonesia Muncul dari Pergeseran Perilaku Digital