Sabtu, 8 Agustus 2026

Lawan Kriminalisasi Guru! Kekerasan di Sekolah Jangan Dipandang dalam Perspektif HAM

PALU EKSPRES, PALU – Kekerasan dalam pendidikan saat ini menjadi topik hangat di kalangan asosiasi guru. Setiap kasus yang menimbulkan konflik antara siswa dan guru, oleh masyarakat selalau diarahkan ke ranah hukum.

Menanggapi hal itu, pengamat pendidikan Sulteng, Asep Mahfudz mengatakan hal itu tidak boleh terjadi. Mestinya jika terjadi masalah, orang tua harus merefleksi apa sebenarnya yang terjadi. Jangan langsung melapor ke polisi.

“Dalam catatan saya, ternyata pandangan masyarakat itu sudah bergeser, melihat pendidikan itu sebagai subordinat dari kehidupan sosial. Sehingga semuanya dilihat dari prospektif hukum. Kalau menyubit sedikit, menegur atau menempeleng, itu dilihatnya dalam prespektif hak asasi manusia. Saya tidak sepakat dengan itu,” kata Asep kepada Palu Ekspres, Jumat (24/11).

Sebab kata dia, proses pendidikan itu adalah berprospektif masa depan. Ada proses pembinaan di dalamnya. Ada pembinaan sumber daya manusia dan harus dilihat dari aspek nilai.

“Jadi disini, pendidikan nilai jangan didikotomikan dengan pendidikan HAM. Nilai, itu dilihat dari prespektif diri, perpspektif komunitas masyarakat dan prespektif bangsa. Sementara HAM dilihatnya hanya individu,” tambahnya.

Ia menegaskan, mestinya masyarakat melihat pendidikan itu tidak dalam prespektif hukum atau prespektif politik. “Masyarakat banyak melihat bahwa pendidikan itu hanya skrup kecil saja dari kehidupan. Padahal tidak begitu.”

Makanya kata Asep, saat ini PGRI dan kelompok pemerhati pendidikan tengah memperjuangkan secara legal formal aturan soal kekerasan di sekolah. Sehingga nantinya, kalau terjadi masalah yang berbau kekerasan di sekolah, masyarakat tidak bisa langsung melapor ke pihak berwajib. Tapi harus diselesaikan secara internal, secara profesi.

“Ini sudah masuk tahapan uji publik. Semoga bisa segera disahkan. Jadi kalau ada masalah, prosesnya bukan ke ranah pidana. Ada aturan khusus,” tambahnya.

Untuk diketahui, di Sulawesi Tengah sendiri kasus kekerasan dalam dunia pendidikan tidak sedikit terjadi. Bahkan sudah masuk ke ranah pidana.

“Saya menyayangkan itu. Di Parimo kemarin ada. Yang terbaru di Sigi. Saya dengar sudah ditangani polisi,” tutupnya.

(MS/Palu Ekspres)

Fleksibilitas Baru Dalam Pengelolaan Infrastruktur Dihadirkan Oleh Teknologi Berbasis Cloud
Efisiensi Operasional Meningkat Berkat Teknologi Analitik Modern Dengan Pemantauan Berkelanjutan
Fondasi Baru Untuk Efisiensi Operasional Terbentuk Dari Platform Digital Modern
Adaptasi Terhadap Perubahan Teknologi Dipercepat Melalui Integrasi Kecerdasan Buatan
Pengelolaan Sistem Lebih Efektif Didukung Oleh Teknologi Pemantauan Cerdas
Stabilitas Operasional Terjaga Berkat Teknologi Digital Terintegrasi Dengan Analisis Berkelanjutan
Tantangan Transformasi Digital Dihadapi Secara Efektif Melalui Infrastruktur Modern Berbasis Analitik
Kolaborasi Dan Efisiensi Operasional Diperkuat Oleh Integrasi Teknologi Berbasis Cloud
Akurasi Evaluasi Kinerja Sistem Meningkat Berkat Platform Monitoring Digital
Ketahanan Operasional Di Era Digital Meningkat Melalui Pemanfaatan Analisis Data
Optimalisasi Pola Mahjong Ways Dilakukan melalui Algoritma Probabilistik Cerdas
Dompet Digital Mengubah Kebiasaan Transaksi dalam Ekosistem Monopoly Live
Ancaman Siber Mendorong Industri Permainan Memperkuat Keamanan Infrastruktur Digital
Digitalisasi Administrasi Pangkas Waktu Verifikasi Pengguna Live Blackjack
Perilaku Pemain Modern Dikaji melalui Model Adaptasi Strategis
Media Sosial Memperkuat Hubungan Provider dengan Komunitas Penggemar Gates of Olympus
Mahjong Wins 3 Menunjukkan Pergeseran Tren Hiburan Berbasis Teknologi Modern
Analisis Distribusi Mengungkap Kendala Penayangan Crazy Time di Berbagai Wilayah
Pemetaan Digital Memperkuat Distribusi Server serta Manajemen Trafik Lightning Roulette
Peluang Baru Industri Mahjong Indonesia Muncul dari Pergeseran Perilaku Digital