Sabtu, 8 Agustus 2026

Sekitar 10 Ribu Guru di Sulteng Butuh Perhatian Serius Pemerintah

PALU EKSPRES, PALU – Kesejahteraan guru masih jauh dari harapan. Namun perjuangan mereka tak pernah putus. Memang menjadi guru adalah panggilan jiwa. Sebab konsekwensinya cukup berat, termasuk harus rela menerima gaji apa adanya bagi para guru yang masih berstatus nonorer.

Di Sulteng kata Ketua PGRI Sulteng, ada sekira 10.000 guru yang masih berstatus honorer. Sebagian besar mereka bekerja hanya berharap pada dana Biaya Operasional Sekolah (BOS).

“Ya sekitar 10.000-anlah. Itu sudah termasuk dari SD hingga SMA. Mereka saat kita wawancara selalu mengeluhkan soal gaji yang rendah,” kata Ketua PGRI Sulteng, Nursalam saat dihubungi usal acara jalan santai dalam rangka peringatan Hari Guru Nasional di Palu, Sabtu (25/11).

Di Sulteng, para guru honorer umumnya hanya digaji dalam kisaran Rp100-200 ribu perbulan. Itu pun diterima dalam tiga bulan sekali. Sedih memang fenomenanya. Tapi bagaimana pun juga, mereka butuh uang, dan mereka dibutuhkan untuk memenuhi kebutuhan pendidikan anak bangsa.

“Jumlahnya bervariasi di setiap sekolah. Ada yang Rp100 ribu, 150 hingga 200 ribu per bulan. Dan ini diterima setiap tiga bulan,” kata Nursalam.

Untuk itu kata dia, perlu ada upaya serius dari pihak pemerintah yang bisa memberi kesejahteraan pada guru. Salah satu cara adalah dengan mengeluarkan regulasi yang mengatur tentang keberadaan guru honorer.

“Kalau di Sulteng, Kabupaten Morowal dan Buol alhamdulillah sudah menganggarkan dana untuk honor guru honorer dari APBD. Daerah lain belum kelihatan,” jelasnya.

Ia berharap para pemimpin daerah bisa mengikuti apa yang telah dilakukan oleh dua daerah tersebut. Atau mengikuti regulasi yang telah ditetapkan pemerintah di level provinsi tentang pungutan di sekolah.

“Di provinsi baru 2017 ini ada pergub yang mengatur soal pungutan di sekolah. Ini menjadi pungutan bagi pihak sekolah untuk menentukan besaran jumlah pungutan. Dan itu untuk membayar honor guru,” tambahnya.

(MS/Palu Ekspres)

Fleksibilitas Baru Dalam Pengelolaan Infrastruktur Dihadirkan Oleh Teknologi Berbasis Cloud
Efisiensi Operasional Meningkat Berkat Teknologi Analitik Modern Dengan Pemantauan Berkelanjutan
Fondasi Baru Untuk Efisiensi Operasional Terbentuk Dari Platform Digital Modern
Adaptasi Terhadap Perubahan Teknologi Dipercepat Melalui Integrasi Kecerdasan Buatan
Pengelolaan Sistem Lebih Efektif Didukung Oleh Teknologi Pemantauan Cerdas
Stabilitas Operasional Terjaga Berkat Teknologi Digital Terintegrasi Dengan Analisis Berkelanjutan
Tantangan Transformasi Digital Dihadapi Secara Efektif Melalui Infrastruktur Modern Berbasis Analitik
Kolaborasi Dan Efisiensi Operasional Diperkuat Oleh Integrasi Teknologi Berbasis Cloud
Akurasi Evaluasi Kinerja Sistem Meningkat Berkat Platform Monitoring Digital
Ketahanan Operasional Di Era Digital Meningkat Melalui Pemanfaatan Analisis Data
Optimalisasi Pola Mahjong Ways Dilakukan melalui Algoritma Probabilistik Cerdas
Dompet Digital Mengubah Kebiasaan Transaksi dalam Ekosistem Monopoly Live
Ancaman Siber Mendorong Industri Permainan Memperkuat Keamanan Infrastruktur Digital
Digitalisasi Administrasi Pangkas Waktu Verifikasi Pengguna Live Blackjack
Perilaku Pemain Modern Dikaji melalui Model Adaptasi Strategis
Media Sosial Memperkuat Hubungan Provider dengan Komunitas Penggemar Gates of Olympus
Mahjong Wins 3 Menunjukkan Pergeseran Tren Hiburan Berbasis Teknologi Modern
Analisis Distribusi Mengungkap Kendala Penayangan Crazy Time di Berbagai Wilayah
Pemetaan Digital Memperkuat Distribusi Server serta Manajemen Trafik Lightning Roulette
Peluang Baru Industri Mahjong Indonesia Muncul dari Pergeseran Perilaku Digital