Sabtu, 8 Agustus 2026

Reuni Akbar 212 Serukan Pembentukan Kementerian Pesantren

Aksi Bela Islam 212/Foto Istimewa

PALU EKSPRES, JAKARTA – Musyawarah Nasional Alim Ulama dan Konferensi Besar Nahdlatul Ulama di Islamic Center, Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB), Kamis lalu (23/11/2017), mendesak pemerintah membentuk Kementerian Pesantren.

Hal ini juga akan diserukan pada Reuni Akbar 212 yang digelar di Jakarta Pusat, 2 Desember 2017.

Menurut Ketua Progres 98, Faizal Assegaf, yang juga pendiri Presidium Alumni 212 dan salah satu tokoh pemrakarsa Gerakan Aksi Bela Islam, rekomendasi NU tersebut mewakili aspirasi umat Islam, dan wajib direalisasikan secara cepat oleh Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla.

“Kami merespons rekomendasi NU itu sebagai salah satu poin penting untuk digemakan pada Reuni Akbar 212. Sebab, hal itu selaras dengan visi dan sprit perjuangan Aksi Bela Islam,” ujar Faizal Assegaf, Minggu (26/11/2017).

Menurut Faizal, ide pembentukan Kementerian Pesantren sangat dirasakan mendesak dan relevan guna memastikan negara hadir secara konkret untuk melayani kebutuhan umat. Terlebih, pesantren telah berkontribusi besar bagi kehidupan berbangsa dan bernegara. Pesantren adalah elemen strategis dan garda terdepan NKRI.

“Para tokoh NU, Muhammadiyah serta seluruh potensi yang tersedia perlu menyatukan sikap untuk mempercepat kehadiran Kementrian Pesantren,” sambung Faizal.

Terkait pernyataan Wapres Jusuf Kalla bahwa pembentukan kementerian baru terkendala oleh UU Nomor 39 Tahun 2008, hanya membantasi maksimal 34 Kementrian Negara, menurut Faizal, perlu dicarikan solusi.

“Hambatan UU tersebut dapat direvisi, tidak boleh persoalan pesantren diposisikan dalam perangkat Direktorat Jenderal. Hal itu tidak sejalan dengan aspirasi umat,” jelas Faizal.

“Keberadaan Menko Maritim yang terbukti mubazir, membuat gaduh dan menjadi beban negara kok dipertahankan. Mestinya, kementrian abal-abal tersebut dibubarkan saja, ganti dengan Kementrian Pesantren,” tuntasnya.

(*/fajar)

Fleksibilitas Baru Dalam Pengelolaan Infrastruktur Dihadirkan Oleh Teknologi Berbasis Cloud
Efisiensi Operasional Meningkat Berkat Teknologi Analitik Modern Dengan Pemantauan Berkelanjutan
Fondasi Baru Untuk Efisiensi Operasional Terbentuk Dari Platform Digital Modern
Adaptasi Terhadap Perubahan Teknologi Dipercepat Melalui Integrasi Kecerdasan Buatan
Pengelolaan Sistem Lebih Efektif Didukung Oleh Teknologi Pemantauan Cerdas
Stabilitas Operasional Terjaga Berkat Teknologi Digital Terintegrasi Dengan Analisis Berkelanjutan
Tantangan Transformasi Digital Dihadapi Secara Efektif Melalui Infrastruktur Modern Berbasis Analitik
Kolaborasi Dan Efisiensi Operasional Diperkuat Oleh Integrasi Teknologi Berbasis Cloud
Akurasi Evaluasi Kinerja Sistem Meningkat Berkat Platform Monitoring Digital
Ketahanan Operasional Di Era Digital Meningkat Melalui Pemanfaatan Analisis Data
Optimalisasi Pola Mahjong Ways Dilakukan melalui Algoritma Probabilistik Cerdas
Dompet Digital Mengubah Kebiasaan Transaksi dalam Ekosistem Monopoly Live
Ancaman Siber Mendorong Industri Permainan Memperkuat Keamanan Infrastruktur Digital
Digitalisasi Administrasi Pangkas Waktu Verifikasi Pengguna Live Blackjack
Perilaku Pemain Modern Dikaji melalui Model Adaptasi Strategis
Media Sosial Memperkuat Hubungan Provider dengan Komunitas Penggemar Gates of Olympus
Mahjong Wins 3 Menunjukkan Pergeseran Tren Hiburan Berbasis Teknologi Modern
Analisis Distribusi Mengungkap Kendala Penayangan Crazy Time di Berbagai Wilayah
Pemetaan Digital Memperkuat Distribusi Server serta Manajemen Trafik Lightning Roulette
Peluang Baru Industri Mahjong Indonesia Muncul dari Pergeseran Perilaku Digital