Sabtu, 8 Agustus 2026
Daerah  

Netizen Protes Penggantian Nama Lapangan H Hayyun jadi Bantilan

PALU EKSPRES, PALU – Penggantian nama lapangan H Hayun di Kabupaten Tolitoli Sulteng menjadi Gaukan Muhammad Bantilan, diprotes masyarakat setempat. Penggantian rencananya dilakukan dalam rangkaian HUT Kabupaten Tolitoli ke 57, Minggu 10 Desember 2017.

H Hayun merupakan sosok pejuang asal Desa Salumpaga Kecamatan Tolitoli Utara. Namanya tercatat dalam sejarah lantaran menjadi motor penggerak perlawanan terhadap penjajah Belanda tahun 1919.‎

Penggantian nama lapangan merupakan inisiasi Bupati Tolitoli, M Saleh Bantilan. Sebelumnya nama Bandara Udara Lalos, di Kecamatan Galang juga diganti dengan Sultan Bantilan. Setelah itu sebuah lapangan di Kelurahan Nopi Kecamatan Baolan juga diberi nama Matanggauk Sultan Bantilan.

Ratusan komentar sebagai reaksi masyarakat Tolitoli atas penggantian nama H Hayyun itu tumpah dalam sebuah group facebook, Tolitoli Bicara part two. Adalah pemilik akun bernama Aco Amir yang mempost sebuah halaman surat kabar dengan kolom judul’ Bupati dikukuhkan jadi raja, nama lapangan diganti, Senin Desember 2017.‎

Akun bernama Farizki Ahmad menyebut kebijakan itu cacat sejarah. Menghilangkan nilai histori. Apalagi sebelumnya nama bandara juga sudah menggunakan Sultan Bantilan.

“Kalau belum puas, nama pelabuhan dede juga diganti sekalian,”sindir Farizky.

Kemudian akun dengan nama Ullah Iskandar yang mempertanyakan histori kedua sosok, Sultan Bantilan dengan H Hayyun.

“Luruskan sejarah hehehehe, siapa yang sebenarnya pro rakyat waktu itu. Raja atau H Hayun,”tulis Ullah.

Komentar Ullah disahuti Akun Usman Hasan yang menyarankan untuk membedah lebih jauh sejarah di balik kedua sosok tersebut.

“Kalau mau luruskan sejarah, ya undang sejarawan. Diskusikan berdasarkan data, berembug, meneliti. Pokonya dilakukan secara ilmiah, bukan oleh orang awam,”balas Usman Hasan.

Berikutnya akun dengan nama Tau Mokosua yang menyebut kebijakan itu cendrung serakah.‎

“Raja dikukuhkan, nama lapangan diganti. Penguasan jaman now. Save H Hayun,”tulisnya.

Namun akun Om Lingayan Scout sedikit berbeda. Dia bertanya apakah orang lain saat ini tidak bisa mengukir sejarah.

“Kong so nda bisakah kalau sy,dia, dorang,kitorang beking sejarah.. untuk dikenang,”tuisnya.

Komentar Om Lingayan Scout ini langsung dibalas pemilik akun Tau Mokosua.

“Biasalah om lingayan Scout. Justru kitorang harus bikin sejarah. Bukan mengganti sejarah yang sudah ada, Mirisss,”kata Tau Mokosua.

Akun Sitti Masita Semantick dalam komentarnya berpendapat, penggantian nama H Hayun adalah bentuk pengaburan sejarah.

“Sudah tidak ada lagi yang akan mengingat jasa pahlawan Tolitoli. Anak2 akan sudah mengenal dan menghargai jasa pahlawan daerahnya. Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai jasa pahlawannya,”tulis Sitti.

‎Banyak lagi warganet yang memprotes kebijakan Bupati Tolitoli dengan nama sapaan Om Aleks tersebut.

(mdi/Palu Ekspres)‎

Fleksibilitas Baru Dalam Pengelolaan Infrastruktur Dihadirkan Oleh Teknologi Berbasis Cloud
Efisiensi Operasional Meningkat Berkat Teknologi Analitik Modern Dengan Pemantauan Berkelanjutan
Fondasi Baru Untuk Efisiensi Operasional Terbentuk Dari Platform Digital Modern
Adaptasi Terhadap Perubahan Teknologi Dipercepat Melalui Integrasi Kecerdasan Buatan
Pengelolaan Sistem Lebih Efektif Didukung Oleh Teknologi Pemantauan Cerdas
Stabilitas Operasional Terjaga Berkat Teknologi Digital Terintegrasi Dengan Analisis Berkelanjutan
Tantangan Transformasi Digital Dihadapi Secara Efektif Melalui Infrastruktur Modern Berbasis Analitik
Kolaborasi Dan Efisiensi Operasional Diperkuat Oleh Integrasi Teknologi Berbasis Cloud
Akurasi Evaluasi Kinerja Sistem Meningkat Berkat Platform Monitoring Digital
Ketahanan Operasional Di Era Digital Meningkat Melalui Pemanfaatan Analisis Data
Optimalisasi Pola Mahjong Ways Dilakukan melalui Algoritma Probabilistik Cerdas
Dompet Digital Mengubah Kebiasaan Transaksi dalam Ekosistem Monopoly Live
Ancaman Siber Mendorong Industri Permainan Memperkuat Keamanan Infrastruktur Digital
Digitalisasi Administrasi Pangkas Waktu Verifikasi Pengguna Live Blackjack
Perilaku Pemain Modern Dikaji melalui Model Adaptasi Strategis
Media Sosial Memperkuat Hubungan Provider dengan Komunitas Penggemar Gates of Olympus
Mahjong Wins 3 Menunjukkan Pergeseran Tren Hiburan Berbasis Teknologi Modern
Analisis Distribusi Mengungkap Kendala Penayangan Crazy Time di Berbagai Wilayah
Pemetaan Digital Memperkuat Distribusi Server serta Manajemen Trafik Lightning Roulette
Peluang Baru Industri Mahjong Indonesia Muncul dari Pergeseran Perilaku Digital