Jumat, 18 September 2026

Hakim Praperadilan Setnov Harus Cermati Jurus KPK Ulur Waktu

PALU EKSPRES, JAKARTA – Pengamat hukum Amin Fahrudin mencium gelagat tak beres pada permintaan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang mencoba mengulur waktu sidang praperadilan Setya Novanto di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (PN Jaksel). Fahrudin yang juga koordinator Komite Pemantau Angket KPK (Kompak) menduga lembaga antirasuah itu tak punya bukti kuat dalam menjerat Novanto sebagai tersangka kasus korupsi e-KTP.

“Ketidaksiapan KPK sangat tampak dari absennya dalam sidang perdana, apalagi sampai meminta penundaan tiga pekan. Ini adalah upaya KPK mengulur waktu untuk mengejar target pelimpahan berkas ke pengadilan atau P-21,” ujar Fahrudin sebagaimana dikutip JawaPos.Com.

Sebelumnya dalam sidang perdana gugatan praperadilan Setya Novanto pekan lalu (30/11), KPK mengirim surat ke majelis hakim PN Jaksel. Isi suratnya adalah permintaan penundaan sidang hingga tiga pekan.

Namun, Hakim Kusno yang menyidangkan gugatan praperadilan Novanto menolak permintaan KPK. Majelis hakim tunggal itu hanya memberi waktu kepada KPK melalui penundaan sidang selama sepekan hingga persidangan selanjutnya yang digelar hari ini (7/12).

Fahrudin menyebut strategi yang dipakai KPK dalam menghadapi Novanto di sidang praperadilan persis ketika komisi pimpinan Agus Rahardjo itu melawan Irman Gusman. Irman yang terjaring operasi tangkap tangan (OTT) KPK juga mengajukan praperadilan.

Namun, KPK mengajukan penundaan persidangan praperadilan Irman hingga dua pekan. Selanjutnya, KPK melimpahkan berkas perkara mantan ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) itu ke Pengadilan Tipikor Jakarta.

“Jadi ini akal-akalan KPK saja. Peluang menangnya Irman dalam sidang praperadilan waktu itu cukup besar, akan tetapi KPK absen dua pekan berturut-turut lalu dalam dua pekan hingga menyerahkan berkas ke pengadilan. Sehingga dalam putusan praperadilan Irman dikalahkan dengan alasan berkas sudah dilimpahkan ke pengadilan,” ulas Fahrudin.

Alumnus Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta itu pun makin yakin bahwa KPK tak punya bukti kuat menjerat Novanto dalam kasus e-KTP. Padahal, KPK sudah pernah menjerat Novanto sebagai tersangka korupsi e-KTP pada Juli 2017.

Namun, Novanto kala itu menang di praperadilan. Tapi, KPK pada 31 Oktober lalu kembali menerbitkan surat perintah penyidikan (sprindik) untuk menjerat ketua umum Golkar itu.

“Jadi sebenarnya kalau waktunya dihitung, sampai saat ini kan sudah hampir lima bulan SN sebagai tersangka kasus e-KTP, tapi mengapa masih juga meminta penundaan sidang? Ini artinya berkas penyidikannya tidak lengkap, alat bukti yang dimiliki tidak cukup sehingga KPK harus mengulur waktu untuk mengejar target.

Karena itu Fahrudin meminta Hakim Kusno mencermati jurus KPK ketika menghadapi gugatan praperadilan. Menurutnya, KPK sebagai lembaga penegak hukum harus bertindak profesional dan tidak sekadar mengumbar sensasi untuk mencari dukungan publik.

“Terlepas dari apa pun nanti hasil putusan praperadilannya, KPK harus bekerja profesional, apalagi ini menyangkut jabatan ketua DPR RI dan ketua umum Partai Golkar. Masyarakat terlanjur dibuat heboh pada saat penangkapan dan penahanan Novanto, jangan sampai sensasinya hanya untuk menutupi kelemahan KPK dalam penyempurnaan alat bukti sehingga peradilan opini masyarakat mendahului dan mendominasi dari peradilan pokok perkaranya,” pungkasnya.

(dms/JPC)

Pengalaman Pengguna Game Penghasil Saldo DANA Lebih Cepat Adaptif Dan Efisien Dibawa Oleh Inovasi Teknologi
Pergeseran Mutu Produksi Kosmetik Terdeteksi Lebih Akurat Berkat Aliran Data Langsung
Pengalaman Pengguna Semakin Responsif Adaptif Dan Efisien Berkat Perkembangan Teknologi Modern
Momentum Tetap Terarah Dan Terkendali Dipertahankan Melalui Taktik Mode Pemburu Sic Bo Live
Keputusan Tetap Terukur Dalam Game Online Dipertahankan Melalui Pengelolaan Modal Cerdas
Kapitalisasi Pasar Dan Inovasi Kasino Online Berubah Di Tengah Disrupsi Teknologi Modern
Strategi Baru Untuk Meningkatkan Keunggulan Kompetitif Dibuka Melalui Business Model Canvas Mahjong Ways
Kualitas Sistem Mahjongways Kasino Online Dipahami Melalui Identifikasi Nilai Pembayaran Game Penghasil Saldo DANA
Perspektif Baru Dalam Menganalisis Perkembangan Mahjong Ways Dibuka Melalui Modernisasi Strategi
Kasino Menjadi Studi Sistem Informasi Bagi Mahasiswa Melalui Pelatihan Enterprise Architecture
Mahjongways Kasino Online Dijadikan Acuan Strategi Marketing dalam Lingkungan Pemerintahan
Keamanan Informasi Jadi Fondasi Utama Layanan Konsultasi Kosmetik Berbasis Teknologi
Teknologi Pemantauan Membantu Mengukur Frekuensi Pembayaran secara Lebih Objektif dan Terukur
Kajian Statistik Pola RTP Menyoroti Perkembangan Teknologi Neural Sintetis Regulatoris
Simulasi Statistik Membuka Pendekatan Baru Memahami Mahjong Game Sungai Penuh secara Terukur
Statistik Objektif Membantu Membaca Pola Mahjong Game Sungai Penuh dengan Lebih Rasional
Strategi Mahjong Game Sungai Penuh Makin Terarah melalui Pendekatan Statistik Modern
Pendekatan Data Objektif Membantu Mengkaji Mahjong Game Saldo DANA Sungai Penuh secara Lebih Terstruktur
Mahjong Game Sungai Penuh Dikaji lewat Simulasi Statistik untuk Membaca Pola Aktivitas
Aturan Mahjong Digital dari Dua Kartu Awal hingga Penentuan Rentang Nilai Game Penghasil Saldo DANA
Pendekatan Adaptif MahjongWays Kasino Online Membantu Menjaga Keseimbangan Anggaran Hiburan
Kemunculan Simbol Unik MahjongWays Kasino Online Perlu Dibaca Secara Lebih Rasional
Mahjong Ways Menarik Minat Pemain di Tengah Ketatnya Persaingan Game Digital
Pengaturan Tempo MahjongWays Kasino Online Tidak Menentukan Munculnya Kombinasi Khusus
Starlight Princess Kembali Merebut Perhatian Pemain MBG Berkat Daya Tariknya
Membaca Pola Mahjong Ways dan Tren Permainan Lewat Data Saldo DANA Terbaru
Disiplin Mental MahjongWays Kasino Online Membantu Mencegah Keputusan Finansial yang Terlalu Impulsif
Mengenal Sweet Bonanza sebagai Game Digital Online dengan Tema Manis yang Menarik
Rotasi Awal MahjongWays Kasino Online Bukan Tolok Ukur Kemurahan Sistem Permainan
Menelusuri Strategi Terbaik dalam Bermain Game Penghasil Saldo DANA Secara Lebih Mendalam