Minggu, 9 Agustus 2026
Palu  

Tampilkan Sarjana Pengelola Hasil Copet, Sanggar Seni Lentera Pentaskan ALNI

PALU EKSPRES, PALU – Lampu pertunjukan dinyalakan, seorang aktor yang memerankan sarjana pengangguran masuk diiringi musik pembuka, lalu menyanyikan sebuah lagu tentang perjuangan sarjana mencari pekerjaan. Beberapa adegan setelahnya, serombongan aktor lainnya dalam peran sebagai pencopet berlarian menuju panggung pementasan.

Beberapa potongan adegan tersebut, adalah bagian dari pementasan hari pertama teater musikal dengan judul “Alangkah Lucunya Negeri Ini” (ALNI) karya naskah dari Musfar Yasin dan ditransformasikan oleh Mahbub Qortubi, yang ditampilkan oleh Sanggar Seni Lentera, di gedung pertunjukan Golni Taman Budaya Sulteng, Senin 22 Januari 2018.

Naskah ALNI menceritakan tentang Muluk, seorang sarjana pengangguran yang hampir putus asa mencari pekerjaan. Dalam sebuah kesempatan ia bertemu dengan Komet, seorang anggota kawanan pencopet putus sekolah yang dibawahi oleh Jarot. Pertemuan tersebut menginspirasi Muluk untuk menggunakan ilmu manajemen yang didapatkannya di bangku kuliah. Ia lalu berinisiatif mengajukan diri untuk mengelola keuangan hasil “kerja” para pencopet tersebut, dan memberikan mereka beberapa pengetahuan dasar sebagai pengganti sekolah.

Dipilihnya naskah ALNI yang juga pernah diangkat ke layar lebar oleh Dedi Mizwar tersebut, untuk ditampilkan pada pertunjukan musikal Sanggar Seni Lentera, menurut Sutradara Dili Swarno karena ceritanya masih sangat relevan dengan kondisi sosial masyarakat saat ini, berkaitan dengan pentingnya pendidikan. Beberapa kali dalam pementasan yang berlangsung selama dua jam lebih tersebut, para aktor menampilkan perdebatan terkait pentingnya pendidikan.

“Kita pilih naskah ini, karena bagi saya pendidikan itu penting. Jadi siapapun yang sudah menjadi sarjana, manfaatkan pendidikannya sebaik mungkin, jangan pernah merasa ijazah kalian itu digadai. Paling tidak setelah lulus, ilmu yang kita miliki dapat bermanfaat bagi orang lain. Dengan itu, kita sudah menjadi sarjana yang mabrur atau betul-betul sarjana,” tutur Dili.

Dili juga berharap, pementasan-pementasan teater yang menampilkan naskah-naskah terkait kondisi sosial masyarakat, hendaknya dapat menjadi sebuah alternatif edukasi bagi penonton. Menurutnya, sebuah pertunjukan teater sudah seharusnya dapat menjadi tuntunan, buka hanya sekadar tontonan.

“Paling tidak, teman-teman melihat seni teater itu bukan sekadar sebagai sebuah tontonan belaka, yang menjadi hiburan. Tetapi juga menjadi tuntunan bagi kita, untuk menjadi pribadi yang lebih baik, dan lebih memanusiakan manusia,” ujar alumnus Teknik Penyutradaraan Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta tersebut.

Dalam pementasan yang berlangsung hingga Sabtu 27 Januari 2018 tersebut, Sanggar Seni Lentera turut dibantu oleh beberapa sanggar dan komunitas seni lainnya. Di antaranya Bengkel Teater 45, Teknokrat 12, serta komposer dari Layar Tancap. Lebih dari 70 orang terlibat langsung dalam pementasan ini, mulai dari para pemain hingga tim produksi.

(abr/Palu Ekspres)

Fleksibilitas Baru Dalam Pengelolaan Infrastruktur Dihadirkan Oleh Teknologi Berbasis Cloud
Efisiensi Operasional Meningkat Berkat Teknologi Analitik Modern Dengan Pemantauan Berkelanjutan
Fondasi Baru Untuk Efisiensi Operasional Terbentuk Dari Platform Digital Modern
Adaptasi Terhadap Perubahan Teknologi Dipercepat Melalui Integrasi Kecerdasan Buatan
Pengelolaan Sistem Lebih Efektif Didukung Oleh Teknologi Pemantauan Cerdas
Stabilitas Operasional Terjaga Berkat Teknologi Digital Terintegrasi Dengan Analisis Berkelanjutan
Tantangan Transformasi Digital Dihadapi Secara Efektif Melalui Infrastruktur Modern Berbasis Analitik
Kolaborasi Dan Efisiensi Operasional Diperkuat Oleh Integrasi Teknologi Berbasis Cloud
Akurasi Evaluasi Kinerja Sistem Meningkat Berkat Platform Monitoring Digital
Ketahanan Operasional Di Era Digital Meningkat Melalui Pemanfaatan Analisis Data
Optimalisasi Pola Mahjong Ways Dilakukan melalui Algoritma Probabilistik Cerdas
Dompet Digital Mengubah Kebiasaan Transaksi dalam Ekosistem Monopoly Live
Ancaman Siber Mendorong Industri Permainan Memperkuat Keamanan Infrastruktur Digital
Digitalisasi Administrasi Pangkas Waktu Verifikasi Pengguna Live Blackjack
Perilaku Pemain Modern Dikaji melalui Model Adaptasi Strategis
Media Sosial Memperkuat Hubungan Provider dengan Komunitas Penggemar Gates of Olympus
Mahjong Wins 3 Menunjukkan Pergeseran Tren Hiburan Berbasis Teknologi Modern
Analisis Distribusi Mengungkap Kendala Penayangan Crazy Time di Berbagai Wilayah
Pemetaan Digital Memperkuat Distribusi Server serta Manajemen Trafik Lightning Roulette
Peluang Baru Industri Mahjong Indonesia Muncul dari Pergeseran Perilaku Digital