Sabtu, 8 Agustus 2026
Daerah  

Sulteng Dianggap Pantas jadi Pionir Sistem Logistik Ikan

PALU EKSPRES, PALU – Pengolahan bandeng bebas duri (Baberi) yang dilaksanakan oleh Dinas Kelautan dan Prikanan (DKP) Provinsi Sulawesi Tengah dengan melibatkan puluhan warga sekitar, dianggap sebagai pionir sistem logistik ikan secara nasional.

Sebab, perlakuannya mulai dari hulu ke hilir, telah menggunakan sistem rantai pendingin. Sehingga kemanfaatan nilai gizinya tetap terpelihara bagus hingga ke konsumen.

“Kita optimis dimulai dari Provinsi Sulteng melalui Dinas Keluatan dan Perikanan, luar biasa inovasi ini (sistem pengolahan bandeng) dan akan ditularkan virus positif ini secara nasional, kami optimis akan dijadikan model untuk pangan pokok,” kata Direktur Logistik Kementerian Kelautan dan Perikanan Ir. Sadullah Muhdi MBA, usai meninjau pengolahan bandeng bebas duri (Baberi) yang berlokasi di kawasan kantor DKP Sulteng, Rabu (24/1).

Dilihat dari berbagai aspek, pengolahan pangan protein ini dengan menggunakan sistem rantai pendingin, dianggap sangat strategis. Dan, DKP Sulteng mampu memanfaatkan momentum yang ada.

“Nah, Kebetulan bandeng ini sudah ditetapkan sebagai salah satu pangan pokok dan momentumnya saat ini sangat tepat karena pemerintah sedang konsern terhadap peningkatan gizi masyarakat,” ujar Sadullah.

Ia menuturkan, model yang dilakukan oleh DKP Sulteng ini juga dianggap sebagai langkah terobosan yang telah memotong mata rantai distribusi sebagai upaya keterjangkauan secara fisik, mudah diperoleh dan terjangkau secara ekonomi.

Sementara itu, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Sulteng, Dr. Hasanuddin Atjo mengungkapkan, sesuai hasil kajian yang dilakukan oleh DKP Sulteng menunjukkan bahwa kesejahteraan masyarakat khususnya nelayan pembudidaya, sangat ditentukan oleh sistem rantai distribusi, terutama hilirnya.

Sebab, ada efisiensi perlakuan terhadap produksi untuk sampai ke hilir. “Kalau ini (sistem logistik ikan), kita bisa buat efisien, maka efisien itu bisa kita berikan kepada hulu,” sebutnya.

Sebagai contoh, sistem logistik ikan di Kabupaten Banggai Laut dan Kabupaten Donggala yang merupakan bantuan dari Kementerian Kelautan dan Perikanan, sebelum ada sistem logistik ikan, harga ikan pada saat musim ikan (musim limbah), maksimal harga ikan Rp2.000 per kilogram.

Tapi setelah ada sistem logistik ini, harga ikan minimal Rp6.000 per kilogram. Berarti ada tambahan pendapatan bagi nelayan sebesar Rp4.000 per kilogram, sehingga ada jaminan harga bagi nelayan.

Begitu juga di Donggala, harga ikan Cakalang saat musim ikan maksimal Rp6-7 ribu per kg. Setelah ada sistem rantai dingin, telah menciptakan efisiensi, termasuk untuk bandeng. “Jadi berbicara mengenai kesejahteraan, berarti perbaiki hilirnya,” imbuh Atjo.

(fit/Palu Ekspres)

Fleksibilitas Baru Dalam Pengelolaan Infrastruktur Dihadirkan Oleh Teknologi Berbasis Cloud
Efisiensi Operasional Meningkat Berkat Teknologi Analitik Modern Dengan Pemantauan Berkelanjutan
Fondasi Baru Untuk Efisiensi Operasional Terbentuk Dari Platform Digital Modern
Adaptasi Terhadap Perubahan Teknologi Dipercepat Melalui Integrasi Kecerdasan Buatan
Pengelolaan Sistem Lebih Efektif Didukung Oleh Teknologi Pemantauan Cerdas
Stabilitas Operasional Terjaga Berkat Teknologi Digital Terintegrasi Dengan Analisis Berkelanjutan
Tantangan Transformasi Digital Dihadapi Secara Efektif Melalui Infrastruktur Modern Berbasis Analitik
Kolaborasi Dan Efisiensi Operasional Diperkuat Oleh Integrasi Teknologi Berbasis Cloud
Akurasi Evaluasi Kinerja Sistem Meningkat Berkat Platform Monitoring Digital
Ketahanan Operasional Di Era Digital Meningkat Melalui Pemanfaatan Analisis Data
Optimalisasi Pola Mahjong Ways Dilakukan melalui Algoritma Probabilistik Cerdas
Dompet Digital Mengubah Kebiasaan Transaksi dalam Ekosistem Monopoly Live
Ancaman Siber Mendorong Industri Permainan Memperkuat Keamanan Infrastruktur Digital
Digitalisasi Administrasi Pangkas Waktu Verifikasi Pengguna Live Blackjack
Perilaku Pemain Modern Dikaji melalui Model Adaptasi Strategis
Media Sosial Memperkuat Hubungan Provider dengan Komunitas Penggemar Gates of Olympus
Mahjong Wins 3 Menunjukkan Pergeseran Tren Hiburan Berbasis Teknologi Modern
Analisis Distribusi Mengungkap Kendala Penayangan Crazy Time di Berbagai Wilayah
Pemetaan Digital Memperkuat Distribusi Server serta Manajemen Trafik Lightning Roulette
Peluang Baru Industri Mahjong Indonesia Muncul dari Pergeseran Perilaku Digital