Sabtu, 8 Agustus 2026
Daerah  

Tambang Galian C Sebabkan ISPA dan Rusak Terumbu Karang

PALU EKSPRES, PALU – Jaringan Advokasi Tambang (Jatam) Sulteng menilai aktivitas pertambangan Galian C di pesisir Teluk Palu dan Donggala kian mengkhawatirkan. Dampaknya mulai nyata terlihat. Merusak terumbu karang dan menyebabkan infeksi saluran pernafasan (ISPA).

Dalam catatan Jatam Sulteng, sedikitnya 27 perusahaan pemegang Izin usaha pertambangan (IUP) beroperasi di kedua wilayah itu. 10 di Kota Palu dan 17 lainnya di Kabupaten Donggala. Mengeruk material gunung mulai dari Kelurahan Buluri Kota Palu hingga Kecamatan Banawa Kabupaten Donggala.

Material pasir batu dan kerikil (Sirtukil) yang jatuh kelautan dari proses angkut menutupi terumbu karang tempat ikan bertelur. Dampak ini telah dirasakan nelayan khusunya di Kelurahan Buluri, Desa Loli Oge, Loli Tasiburi hingga nelayan di Kecamatan Labuan Kabupaten Donggala.

Ketua Jatam Sulteng, M Taufik menyebut, nelayan di daerah itu kini telah mengeluhkan sulitnya mendapat ikan. Kondisi tersebut diperparah akibat kapal tongkang yang setiap hari hilir mudik. Taufik menyebut kegiatan itu mengusir ikan dari habitatnya.

Masyarakat sekitar lokasi pertambangan menurutnya kini teramat resah akibat debu yang dihasilkan kegiatan tambang. Debu ini dalam catatan Jatam Sulteng dilaporkan telah memapar ratusan masyarakat. Menyebabkan penyakit infeksi saluran pernafasan (ISPA).

“Ini fakta. Bahwa masyarakat hidup dalam semua ancaman itu,”kata Taufik dalam orasinya saat menggelar aksi penentangan spanduk sikap Jatam, Minggu 27 Januari 2018. Setiap bulan 500 orang disepanjang pesisir Teluk Palu dan Donggala dilaporkan terpapar ISPA. Bahkan satu anak di Desa Loli Oge dilaporkan meninggal akibat terjangkit ISPA.

“Jumlah itu sebagaimana data yang kami himpun dari dinas kesehatan Kabupaten Donggala. Parahnya, penderita ISPA didominasi anak-anak,”ungkapnya. Dalam aksi penentangan spanduk yang melibatkan nelayan pesisir Teluk Palu, pengurus Jatam juga bergantian menyoroti carut marutnya pembangunan terminal untuk kepentingan sandiri (TUKS) oleh perusahaan pertambangan. Ini terkait dengan reklamasi tempat pembangunan TUKS.
Reklamasi TUKS di sepanjang pesisir Palu dan Donggala semuanya dilaporkan tidak memiliki izin.

“Keterangan itu sesuai konfirmasi salah satu pakar tata ruang Untad Palu, Amar kepada Ombudsman Sulteng,”sebut Taufik. Aktivitas pertambangan ujarnya kini telah mengepung Kota Palu dari berbagai sisi. Termasuk pertambangan emas di Kelurahan Poboya yang dianggap terus berkontribusi atas pencemaran lingkungan.

Taufik juga mengungkap, kini terdapat 17 perusahaan tambang galian c yang terus mengeruk material di sepanjang sungai di Kecamatan Labuan Kabupaten Donggala. Sikap Jatam ujar Taufik cukup jelas atas permasalahan ini. Yaitu mendesak pemerintah Provinsi Sulteng melakukan evaluasi menyeluruh terhadap semua perusahaan tambang yang beroperasi di kedua wilayah tersebut.

Abdul Muis, seorang nelayan yang ikut dalam aksi Jatam Sulteng membenarkan kondisi dimana mereka kini kesulitan mendapat tangkapan ikan. Menurutnya, kegiatan bongkar muat dan Lalu lintas kapal tongkang menjadi penyebab utamanya. “Kami merasakan betul sulitnya menangkap ikan saat ini. Dulu tidak separah ini,”kata Abdul Muis kepada wartawan.

(mdi/Palu Ekspres)

Fleksibilitas Baru Dalam Pengelolaan Infrastruktur Dihadirkan Oleh Teknologi Berbasis Cloud
Efisiensi Operasional Meningkat Berkat Teknologi Analitik Modern Dengan Pemantauan Berkelanjutan
Fondasi Baru Untuk Efisiensi Operasional Terbentuk Dari Platform Digital Modern
Adaptasi Terhadap Perubahan Teknologi Dipercepat Melalui Integrasi Kecerdasan Buatan
Pengelolaan Sistem Lebih Efektif Didukung Oleh Teknologi Pemantauan Cerdas
Stabilitas Operasional Terjaga Berkat Teknologi Digital Terintegrasi Dengan Analisis Berkelanjutan
Tantangan Transformasi Digital Dihadapi Secara Efektif Melalui Infrastruktur Modern Berbasis Analitik
Kolaborasi Dan Efisiensi Operasional Diperkuat Oleh Integrasi Teknologi Berbasis Cloud
Akurasi Evaluasi Kinerja Sistem Meningkat Berkat Platform Monitoring Digital
Ketahanan Operasional Di Era Digital Meningkat Melalui Pemanfaatan Analisis Data
Optimalisasi Pola Mahjong Ways Dilakukan melalui Algoritma Probabilistik Cerdas
Dompet Digital Mengubah Kebiasaan Transaksi dalam Ekosistem Monopoly Live
Ancaman Siber Mendorong Industri Permainan Memperkuat Keamanan Infrastruktur Digital
Digitalisasi Administrasi Pangkas Waktu Verifikasi Pengguna Live Blackjack
Perilaku Pemain Modern Dikaji melalui Model Adaptasi Strategis
Media Sosial Memperkuat Hubungan Provider dengan Komunitas Penggemar Gates of Olympus
Mahjong Wins 3 Menunjukkan Pergeseran Tren Hiburan Berbasis Teknologi Modern
Analisis Distribusi Mengungkap Kendala Penayangan Crazy Time di Berbagai Wilayah
Pemetaan Digital Memperkuat Distribusi Server serta Manajemen Trafik Lightning Roulette
Peluang Baru Industri Mahjong Indonesia Muncul dari Pergeseran Perilaku Digital