Minggu, 9 Agustus 2026
Palu  

Kok Musrenbang Tingkat Kelurahan Tak Pernah dihadiri Bappeda dan OPD?

PALU EKSPRES, PALU – Penjaringan aspirasi rakyat melalui musyawarah rencana pembangunan (Musrenbang) tingkat kelurahan dinilai tidak berjalan optimal. Pasalnya, setiap kali Musrenbang diselenggarakan tak pernah dihadiri unsur badan perencanaan pembangunan daerah (Bappeda) dan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait.

Wakil Ketua DPRD Palu, Erfandi menyayangkan hal tersebut. Kondisi demikian menurut Erfandi sudah terjadi hampir dua tahun belakangan. Bappeda dan OPD terkait ujar dia harusnya hadir. Menyampaikan program-program yang akan dilaksanakan pada tahun berjalan. Sekaligus menyampaikan kepada masyarakat ditingkat kelurahan mengenai program apa saja yang sudah dilaksanakan tahun sebelumnya.

“Bappeda dan OPD terkait wajib hadir. Karena ada hak masyarakat disana untuk mengetahui apa saja yang sudah dilaksanakan dan apa yang akan dilaksanakan,”sebutnya. Mekanisme itu jelasnya diatur sebagaimana ketentuannya perencanaan dalam Undang-Undang (UU) nomor 25 tahun 2004 tentang sistem perencanaan pembangunan nasional serta peraturan daerah (Perda) nomor 4 tahun 2010 tentang Musrenbang.

“Kalau mekanisme itu tidak berjalan optimal, sama saja hak masyarakat akan informasi pembangunan ditingkat kelurahan dikebiri,”ujarnya. Berbeda halnya lanjut Erfandi tentang kehadiran anggota DPRD untuk Musrenbang tingkat kelurahan. Kata dia, anggota dewan tidak wajib hadir.

“Kalau soal kehadiran dewan di tingkat kelurahan itu tidak diatur. Lain halnya tingkat kecamatan. Kita hanya diatur hadir untuk Musrenbang tingkat kecamatan,”jelasnya. Yang terjadi kurun waktu dua tahun belakangan kata dia, pihak Bappeda dan OPD terkait justru hanya hadir pada Musrenbang tingkat kecamatan. Namun dalam level ini, tak semua unsur masyarakat hadir.

“Tingkat kecamatan itu hanya dihadiri perwakilan. Beda kalau di Kelurahan, dimana semua unsur masyarakat bisa hadir,”sebutnya. Oleh sebab itu, Reo, sapaan akrab Erfandi menyarankan, jika kehadiran Bappeda dan OPD terkait pada Musrenbang tingkat kelurahan dianggap memberatkan, maka Perda Kota Palu tentang Musrenbang sebaiknya direvisi. “Iya, kalau memberatkan Revisi saja perdanya,”demikian Erfandi.

(mdi/Palu Ekspres)

Fleksibilitas Baru Dalam Pengelolaan Infrastruktur Dihadirkan Oleh Teknologi Berbasis Cloud
Efisiensi Operasional Meningkat Berkat Teknologi Analitik Modern Dengan Pemantauan Berkelanjutan
Fondasi Baru Untuk Efisiensi Operasional Terbentuk Dari Platform Digital Modern
Adaptasi Terhadap Perubahan Teknologi Dipercepat Melalui Integrasi Kecerdasan Buatan
Pengelolaan Sistem Lebih Efektif Didukung Oleh Teknologi Pemantauan Cerdas
Stabilitas Operasional Terjaga Berkat Teknologi Digital Terintegrasi Dengan Analisis Berkelanjutan
Tantangan Transformasi Digital Dihadapi Secara Efektif Melalui Infrastruktur Modern Berbasis Analitik
Kolaborasi Dan Efisiensi Operasional Diperkuat Oleh Integrasi Teknologi Berbasis Cloud
Akurasi Evaluasi Kinerja Sistem Meningkat Berkat Platform Monitoring Digital
Ketahanan Operasional Di Era Digital Meningkat Melalui Pemanfaatan Analisis Data
Optimalisasi Pola Mahjong Ways Dilakukan melalui Algoritma Probabilistik Cerdas
Dompet Digital Mengubah Kebiasaan Transaksi dalam Ekosistem Monopoly Live
Ancaman Siber Mendorong Industri Permainan Memperkuat Keamanan Infrastruktur Digital
Digitalisasi Administrasi Pangkas Waktu Verifikasi Pengguna Live Blackjack
Perilaku Pemain Modern Dikaji melalui Model Adaptasi Strategis
Media Sosial Memperkuat Hubungan Provider dengan Komunitas Penggemar Gates of Olympus
Mahjong Wins 3 Menunjukkan Pergeseran Tren Hiburan Berbasis Teknologi Modern
Analisis Distribusi Mengungkap Kendala Penayangan Crazy Time di Berbagai Wilayah
Pemetaan Digital Memperkuat Distribusi Server serta Manajemen Trafik Lightning Roulette
Peluang Baru Industri Mahjong Indonesia Muncul dari Pergeseran Perilaku Digital