Selasa, 20 Oktober 2026

Setya Novanto Keluarkan Buku Hitam, SBY Panik?

PALU EKSPRES, JAKARTA – Ketua Umum Advokasi Rakyat Untuk Nusantara, Bob Hasan heran dengan sikap Mantan Presiden Susilo Bambang Yudhyono (SBY) dalam menyikapi ‘buku hitam’ Setya Novanto terkait kasus dugaan Korupsi E-KTP.

Pasalnya, Bob sudah pernah menyampaikan bahwa perhitungan dan pemilihan pemenangan pembuatan E- KTP dapat berpotensi merugikan uang negara triliunan rupiah dan judulnya adalah perampokan uang negara Rp6,4 triliun.

“Tahun 2011 saya waktu itu atas nama Jaringan Informatika Indonesia sudah menduga proyek E-KTP akan bermasalah dikarenakan perhitungan dan pemilihan pemenangan pembuatan E- KTP tidak dilakukan secara transparan dan mengabaikan peran BUMN dalam hal ini Peruri,” jelas Bob dalam rilisnya yang dikirim kepada redaksi pojoksatu.id, Rabu (7/2/2018).

Bob yang berprofesi sebagai pengacara itu menjelaskan bahwa, set econding E-KTP yang bekerjasama dengan perusahan asal Malaysia (pemenang lelang) tidak sistematis dan masif manfaatnya, karena pada waktu itu bertujuan terhindarnya dari gerakan teroris serta perhelatan pemilu sebagai data pemilih.

“Tentang set econding itu tidak bisa dibuat dengan cara semabarangan dan pemegang set econding harusnya pemerintah pusat, analoginya sama dengan kartu ATM Bank dimana yang pegang adalah kantor pusat bank walaupun nasabahnya mengurus kartu ATM di Cabang,” kata Bob.

“Bahkan pada saat itu saya menyampaikan nilai pembuatan E-KTP hanya membutuhkan dana sebesar 800M-1,2 T dengan segala uraiannya, artinya tidak sampai Rp6,4 triliun, akhirnya terjadi pembancakan yang luar biasa dengan angka yang sangat fanstatis” tegas Bob.

Terkait dugaan keterlibatan Mantan Presiden SBY sebagaimana yang diungkapan Pengacara Setya Novanto, Firman Wijaya, Bob mengatakan dalam perspektif hukum seharusnya SBY tidak perlu gusar dan melakukan klarifikasi melalui konfrensi pers dengan latar belakang Partai Demokrat.

“Sebagai Presiden pada waktu itu dan selaku pimpinan nasional tidak ubahnya dengan kepala daerah sesungguhnya telah memiliki fasilitas khusus yang disebut sebagai “Diskresi”, atau kebijakan yang diambil di luar peraturan yang berlaku, yang pada akhirnya dapat dimasukan sebagai peraturan mengikat berupa peraturan pemerintah yang tidak dapat dikenakan sanksi pidana” katanya.

Menurut Bob, ada Yurisprudensi Mahkamah Agung terkait kebijakan Diskresi yang tidak dipidana, yaitu perkara pengadaan helikopter untuk kepentingan evakuasi korban Tsunami Aceh yang dilakukan Gubernur Aceh pada maasa itu.

“Gubernur Aceh dibebaskan dari tuntutan pidana karena tidak terbukti bersalah, dimana kebijakan mengambil dan membeli helikopter adalah sebuah diskresi yang tidak dapat dipidana, sementara Kadis Perhubungan tetap dipidana karena sebagai pelaksana langsung pembelian helikopter dengan cara di mark up harganya dan kerugian negara mencapai Rp35 miliar,” ujar Bob.

Berdasarkan Yurisprudensi tersebut, kata Bob, SBY selaku presiden pada waktu itu tidak dapat dipidana.

“Pertanyaanya mengapa SBY begitu gelisah ketika Setya Novanto dengan “buku hitamnya” menyebut nama SBY dan Firman wijaya selaku pengacara Setnov menyampaikan ada yang bermain dan yang paling berkuasa saat itu?, padahal sebagaimana penjelasan saya diatas selaku praktisi hukum, SBY tidak dapat dilibatkan walaupun perlu memberikan informasi kepada penegak hukum,” kata Bob.

(Fajar/pojoksatu)

Pengalaman Pengguna Game Penghasil Saldo DANA Lebih Cepat Adaptif Dan Efisien Dibawa Oleh Inovasi Teknologi
Pergeseran Mutu Produksi Kosmetik Terdeteksi Lebih Akurat Berkat Aliran Data Langsung
Pengalaman Pengguna Semakin Responsif Adaptif Dan Efisien Berkat Perkembangan Teknologi Modern
Momentum Tetap Terarah Dan Terkendali Dipertahankan Melalui Taktik Mode Pemburu Sic Bo Live
Keputusan Tetap Terukur Dalam Game Online Dipertahankan Melalui Pengelolaan Modal Cerdas
Kapitalisasi Pasar Dan Inovasi Kasino Online Berubah Di Tengah Disrupsi Teknologi Modern
Strategi Baru Untuk Meningkatkan Keunggulan Kompetitif Dibuka Melalui Business Model Canvas Mahjong Ways
Kualitas Sistem Mahjongways Kasino Online Dipahami Melalui Identifikasi Nilai Pembayaran Game Penghasil Saldo DANA
Perspektif Baru Dalam Menganalisis Perkembangan Mahjong Ways Dibuka Melalui Modernisasi Strategi
Kasino Menjadi Studi Sistem Informasi Bagi Mahasiswa Melalui Pelatihan Enterprise Architecture
Mahjongways Kasino Online Dijadikan Acuan Strategi Marketing dalam Lingkungan Pemerintahan
Keamanan Informasi Jadi Fondasi Utama Layanan Konsultasi Kosmetik Berbasis Teknologi
Teknologi Pemantauan Membantu Mengukur Frekuensi Pembayaran secara Lebih Objektif dan Terukur
Kajian Statistik Pola RTP Menyoroti Perkembangan Teknologi Neural Sintetis Regulatoris
Simulasi Statistik Membuka Pendekatan Baru Memahami Mahjong Game Sungai Penuh secara Terukur
Statistik Objektif Membantu Membaca Pola Mahjong Game Sungai Penuh dengan Lebih Rasional
Strategi Mahjong Game Sungai Penuh Makin Terarah melalui Pendekatan Statistik Modern
Pendekatan Data Objektif Membantu Mengkaji Mahjong Game Saldo DANA Sungai Penuh secara Lebih Terstruktur
Mahjong Game Sungai Penuh Dikaji lewat Simulasi Statistik untuk Membaca Pola Aktivitas
Aturan Mahjong Digital dari Dua Kartu Awal hingga Penentuan Rentang Nilai Game Penghasil Saldo DANA
Pendekatan Adaptif MahjongWays Kasino Online Membantu Menjaga Keseimbangan Anggaran Hiburan
Kemunculan Simbol Unik MahjongWays Kasino Online Perlu Dibaca Secara Lebih Rasional
Mahjong Ways Menarik Minat Pemain di Tengah Ketatnya Persaingan Game Digital
Pengaturan Tempo MahjongWays Kasino Online Tidak Menentukan Munculnya Kombinasi Khusus
Starlight Princess Kembali Merebut Perhatian Pemain MBG Berkat Daya Tariknya
Membaca Pola Mahjong Ways dan Tren Permainan Lewat Data Saldo DANA Terbaru
Disiplin Mental MahjongWays Kasino Online Membantu Mencegah Keputusan Finansial yang Terlalu Impulsif
Mengenal Sweet Bonanza sebagai Game Digital Online dengan Tema Manis yang Menarik
Rotasi Awal MahjongWays Kasino Online Bukan Tolok Ukur Kemurahan Sistem Permainan
Menelusuri Strategi Terbaik dalam Bermain Game Penghasil Saldo DANA Secara Lebih Mendalam