Rabu, 2 September 2026
Opini  

Harga Beras Naik

(Penyebab dan Solusinya)

Bagian Pertama.

By, Nur SANG ADJI

Kompilasi atas tulisan Saleh Awal dengan judul .. “Kenaikan harga beras dan tantangan perekonomian Indonesia”.

Harga beras meroket tajam. Dari sekitar 8 ribu per liter, menjadi 13 ribu. Kenaikan ini pasti memicu inflasi. Sebab, daya beli masyarakat pasti menurun drastis.

Pertanyaannya, apa penyebab dan solusinya ?

Sejak lama, orang fahami tentang harga. Selalu berkait dengan permintaan (demand) dan persediaan (suplay). Bila permintaan tinggi dan persediaan rendah maka harga naik. Itu hukum ekonomi yang sandaran logikanya adalah untung rugi.

Suplay atau ketersediaan pangan biasanya menggunakan istilah ketahanan. Basisnya adalah produksi atau import. Jika kita bertekad menempatkan ketersediaan akibat produksi sendiri. Maka, istilahnya menjadi kedualatan. Artinya, kita berdaulat menyediakan pangan sendiri. Tidak tergantung pada pihak lain.

Produksi sendiri ini berkait dengan agroekosistem pertanian. Mulai agro klimatologi hingga sarana produksi dan teknologi serta manajemen. Mulai dari benih atau bibit bermutu. Irigasi, pupuk dan pestisida hingga alat-alat mekanisasi dan usaha taninya.

Ada dua hal penting berkaitan dengan produksi yaitu ekstensifikasi dan intensifikasi. Ekstensifikasi adalah perluasan areal untuk berbesar populasi tegakan. Sedangkan intensifikasi berkaitan dengan penggunaan sarana produksi secara optimal. Tujuannya, menaikkan satuan panen per pohon atau per rumpun, dan atau per hektar. Namun kedua pilihan ini punya konsekwensinya masing-masing.

Ekstensifikasi akan memicu pembukaan lahan terutama kawasan hutan. Akibatnya, gangguan daur hidrologi, longsor atau banjir. Di samping itu, terjadi ancaman terhadap biodiversitas.

Sementara intensifikasi akan memaksa petani memakai bahan produksi luar (eksternal input). Ketergantungan petani pada produk luar dengan harga tinggi menjadi persoalan rumit tersendiri. Di samping itu, pemakaian bibit unggul, pupuk an-organik dan pestisida kimia menjadi ancaman ekologi dan keberlanjutan produksi.

Jadi, pembukaan lahan baru mengancam luasan hutan dan daya dukung (carrying Capacity) ketersediaan air. Sedangkan, intensifikasi mengancam produksi pertanian keberlanjutan, sekaligus menaikan biaya produksi, menurunkan daya beli. Dan, menaikan harga beras itu sendiri.

Sementara, hal yang berkaitan dengan permintaan (Demand) akan bersentuhan dengan konsumsi atau pemanfaatan produk. Konsumsi ini berhubungan dengan pangan pokok penduduk, atau kebiasaan makan orang Indonesia. Sesungguhnya tidak semua penduduk Indonesia menjadikan beras sebagai pangan pokok. Ada ubi kayu, sagu dan jagung sebagai contoh.

Persoalannya, kian lama, beras menjadi komoditas andalan penduduk Indonesia. Bahkan di daerah yang dahulu kala tidak mengenal beras sekalipun. Mereka lalu memahatkan anggapan
“belum dianggap makan kalau belum mengkonsumsi nasi”.

Hal ini dapat ditunjukkan pada angka konsumsi perkapita beras penduduk Indonesia yang mencapai 130 an kg perkapita. Bandingkan dengan Jepang yang hanya sekitar 60 an kg saja.

Bersambung ke Bagian ke dua….

Pengalaman Pengguna Game Penghasil Saldo DANA Lebih Cepat Adaptif Dan Efisien Dibawa Oleh Inovasi Teknologi
Pergeseran Mutu Produksi Kosmetik Terdeteksi Lebih Akurat Berkat Aliran Data Langsung
Pengalaman Pengguna Semakin Responsif Adaptif Dan Efisien Berkat Perkembangan Teknologi Modern
Momentum Tetap Terarah Dan Terkendali Dipertahankan Melalui Taktik Mode Pemburu Sic Bo Live
Keputusan Tetap Terukur Dalam Game Online Dipertahankan Melalui Pengelolaan Modal Cerdas
Kapitalisasi Pasar Dan Inovasi Kasino Online Berubah Di Tengah Disrupsi Teknologi Modern
Strategi Baru Untuk Meningkatkan Keunggulan Kompetitif Dibuka Melalui Business Model Canvas Mahjong Ways
Kualitas Sistem Mahjongways Kasino Online Dipahami Melalui Identifikasi Nilai Pembayaran Game Penghasil Saldo DANA
Perspektif Baru Dalam Menganalisis Perkembangan Mahjong Ways Dibuka Melalui Modernisasi Strategi
Kasino Menjadi Studi Sistem Informasi Bagi Mahasiswa Melalui Pelatihan Enterprise Architecture
Mahjongways Kasino Online Dijadikan Acuan Strategi Marketing dalam Lingkungan Pemerintahan
Keamanan Informasi Jadi Fondasi Utama Layanan Konsultasi Kosmetik Berbasis Teknologi
Teknologi Pemantauan Membantu Mengukur Frekuensi Pembayaran secara Lebih Objektif dan Terukur
Kajian Statistik Pola RTP Menyoroti Perkembangan Teknologi Neural Sintetis Regulatoris
Simulasi Statistik Membuka Pendekatan Baru Memahami Mahjong Game Sungai Penuh secara Terukur
Statistik Objektif Membantu Membaca Pola Mahjong Game Sungai Penuh dengan Lebih Rasional
Strategi Mahjong Game Sungai Penuh Makin Terarah melalui Pendekatan Statistik Modern
Pendekatan Data Objektif Membantu Mengkaji Mahjong Game Saldo DANA Sungai Penuh secara Lebih Terstruktur
Mahjong Game Sungai Penuh Dikaji lewat Simulasi Statistik untuk Membaca Pola Aktivitas
Aturan Mahjong Digital dari Dua Kartu Awal hingga Penentuan Rentang Nilai Game Penghasil Saldo DANA
Pendekatan Adaptif MahjongWays Kasino Online Membantu Menjaga Keseimbangan Anggaran Hiburan
Kemunculan Simbol Unik MahjongWays Kasino Online Perlu Dibaca Secara Lebih Rasional
Mahjong Ways Menarik Minat Pemain di Tengah Ketatnya Persaingan Game Digital
Pengaturan Tempo MahjongWays Kasino Online Tidak Menentukan Munculnya Kombinasi Khusus
Starlight Princess Kembali Merebut Perhatian Pemain MBG Berkat Daya Tariknya
Membaca Pola Mahjong Ways dan Tren Permainan Lewat Data Saldo DANA Terbaru
Disiplin Mental MahjongWays Kasino Online Membantu Mencegah Keputusan Finansial yang Terlalu Impulsif
Mengenal Sweet Bonanza sebagai Game Digital Online dengan Tema Manis yang Menarik
Rotasi Awal MahjongWays Kasino Online Bukan Tolok Ukur Kemurahan Sistem Permainan
Menelusuri Strategi Terbaik dalam Bermain Game Penghasil Saldo DANA Secara Lebih Mendalam