Rabu, 12 Agustus 2026
Opini  

Harga Beras Naik

(Penyebab dan Solusinya)

Bagian Pertama.

By, Nur SANG ADJI

Kompilasi atas tulisan Saleh Awal dengan judul .. “Kenaikan harga beras dan tantangan perekonomian Indonesia”.

Harga beras meroket tajam. Dari sekitar 8 ribu per liter, menjadi 13 ribu. Kenaikan ini pasti memicu inflasi. Sebab, daya beli masyarakat pasti menurun drastis.

Pertanyaannya, apa penyebab dan solusinya ?

Sejak lama, orang fahami tentang harga. Selalu berkait dengan permintaan (demand) dan persediaan (suplay). Bila permintaan tinggi dan persediaan rendah maka harga naik. Itu hukum ekonomi yang sandaran logikanya adalah untung rugi.

Suplay atau ketersediaan pangan biasanya menggunakan istilah ketahanan. Basisnya adalah produksi atau import. Jika kita bertekad menempatkan ketersediaan akibat produksi sendiri. Maka, istilahnya menjadi kedualatan. Artinya, kita berdaulat menyediakan pangan sendiri. Tidak tergantung pada pihak lain.

Produksi sendiri ini berkait dengan agroekosistem pertanian. Mulai agro klimatologi hingga sarana produksi dan teknologi serta manajemen. Mulai dari benih atau bibit bermutu. Irigasi, pupuk dan pestisida hingga alat-alat mekanisasi dan usaha taninya.

Ada dua hal penting berkaitan dengan produksi yaitu ekstensifikasi dan intensifikasi. Ekstensifikasi adalah perluasan areal untuk berbesar populasi tegakan. Sedangkan intensifikasi berkaitan dengan penggunaan sarana produksi secara optimal. Tujuannya, menaikkan satuan panen per pohon atau per rumpun, dan atau per hektar. Namun kedua pilihan ini punya konsekwensinya masing-masing.

Ekstensifikasi akan memicu pembukaan lahan terutama kawasan hutan. Akibatnya, gangguan daur hidrologi, longsor atau banjir. Di samping itu, terjadi ancaman terhadap biodiversitas.

Sementara intensifikasi akan memaksa petani memakai bahan produksi luar (eksternal input). Ketergantungan petani pada produk luar dengan harga tinggi menjadi persoalan rumit tersendiri. Di samping itu, pemakaian bibit unggul, pupuk an-organik dan pestisida kimia menjadi ancaman ekologi dan keberlanjutan produksi.

Jadi, pembukaan lahan baru mengancam luasan hutan dan daya dukung (carrying Capacity) ketersediaan air. Sedangkan, intensifikasi mengancam produksi pertanian keberlanjutan, sekaligus menaikan biaya produksi, menurunkan daya beli. Dan, menaikan harga beras itu sendiri.

Sementara, hal yang berkaitan dengan permintaan (Demand) akan bersentuhan dengan konsumsi atau pemanfaatan produk. Konsumsi ini berhubungan dengan pangan pokok penduduk, atau kebiasaan makan orang Indonesia. Sesungguhnya tidak semua penduduk Indonesia menjadikan beras sebagai pangan pokok. Ada ubi kayu, sagu dan jagung sebagai contoh.

Persoalannya, kian lama, beras menjadi komoditas andalan penduduk Indonesia. Bahkan di daerah yang dahulu kala tidak mengenal beras sekalipun. Mereka lalu memahatkan anggapan
“belum dianggap makan kalau belum mengkonsumsi nasi”.

Hal ini dapat ditunjukkan pada angka konsumsi perkapita beras penduduk Indonesia yang mencapai 130 an kg perkapita. Bandingkan dengan Jepang yang hanya sekitar 60 an kg saja.

Bersambung ke Bagian ke dua….

Fleksibilitas Baru Dalam Pengelolaan Infrastruktur Dihadirkan Oleh Teknologi Berbasis Cloud
Efisiensi Operasional Meningkat Berkat Teknologi Analitik Modern Dengan Pemantauan Berkelanjutan
Fondasi Baru Untuk Efisiensi Operasional Terbentuk Dari Platform Digital Modern
Adaptasi Terhadap Perubahan Teknologi Dipercepat Melalui Integrasi Kecerdasan Buatan
Pengelolaan Sistem Lebih Efektif Didukung Oleh Teknologi Pemantauan Cerdas
Stabilitas Operasional Terjaga Berkat Teknologi Digital Terintegrasi Dengan Analisis Berkelanjutan
Tantangan Transformasi Digital Dihadapi Secara Efektif Melalui Infrastruktur Modern Berbasis Analitik
Kolaborasi Dan Efisiensi Operasional Diperkuat Oleh Integrasi Teknologi Berbasis Cloud
Akurasi Evaluasi Kinerja Sistem Meningkat Berkat Platform Monitoring Digital
Ketahanan Operasional Di Era Digital Meningkat Melalui Pemanfaatan Analisis Data
Optimalisasi Pola Mahjong Ways Dilakukan melalui Algoritma Probabilistik Cerdas
Dompet Digital Mengubah Kebiasaan Transaksi dalam Ekosistem Monopoly Live
Ancaman Siber Mendorong Industri Permainan Memperkuat Keamanan Infrastruktur Digital
Digitalisasi Administrasi Pangkas Waktu Verifikasi Pengguna Live Blackjack
Perilaku Pemain Modern Dikaji melalui Model Adaptasi Strategis
Media Sosial Memperkuat Hubungan Provider dengan Komunitas Penggemar Gates of Olympus
Mahjong Wins 3 Menunjukkan Pergeseran Tren Hiburan Berbasis Teknologi Modern
Analisis Distribusi Mengungkap Kendala Penayangan Crazy Time di Berbagai Wilayah
Pemetaan Digital Memperkuat Distribusi Server serta Manajemen Trafik Lightning Roulette
Peluang Baru Industri Mahjong Indonesia Muncul dari Pergeseran Perilaku Digital
Pendekatan Baru Dalam Pengelolaan Platform Permainan Daring Modern Terbentuk Dari Blockchain Dan Big Data
Skalabilitas Game Online Di Tengah Pertumbuhan Pengguna Digital Global Didukung Infrastruktur Cloud Native
Transparansi Ekosistem Game Online Berbasis Teknologi Masa Kini Didukung Blockchain Modern Dan Smart Contract
Ekosistem Game Modern Yang Lebih Terhubung Terbentuk Dari Integrasi Internet Of Things Dan Artificial Intelligence
Industri Game Modern Menyesuaikan Layanan Dengan Perubahan Perilaku Digital Berkat AI Berbasis Prediksi
Performa Game Multiplayer Meningkat Melalui Teknologi Edge Computing Dengan Pemrosesan Data Lebih Cepat
Platform Game Multiplayer Mengantisipasi Ancaman Siber Lebih Efektif Berkat Cyber Intelligence Modern
Pengembangan Game Modern Menjadi Lebih Fleksibel Dan Adaptif Berkat Artificial Intelligence Berbasis Cloud
Transformasi Digital Perusahaan Skala Kecil Dan Menengah Dipercepat Melalui Pengembangan Aplikasi Low Code
Visibilitas Konten Pada Google Discover Meningkat Secara Organik Berkat Strategi Search Engine Optimization
Menekan Spin Delay Is The Key Dengan Irama Tidak Teratur 2 Detik, 5 Detik, 8 Detik Bisa Membingungkan Randomizer Atau Hanya Ritual Ocd Saja
Masa Depan Hiburan Digital Interaktif Dibahas Melalui Perpaduan Teknologi Dan Narasi Pada Wild Bounty Showdown
Inovasi Seotda Baccarat Dari Pragmatic Play Menggabungkan Budaya Korea Dan Format Baccarat Modern Di Tahun 2026
Infrastruktur Game Digital Lebih Siap Menghadapi Gangguan Berkat Cyber Resilience Architecture
RTP Mahjong Scatter Hitam Pragmatic Play Hadir Nonstop 24 Jam Berkat Inovasi Teknologi AI Terbaru
Mahjong Ways Dioptimalkan Dengan Grafis Engine HTML5 Dan Kecepatan Respons Antarmuka Pengguna
Mahjong Ways Menjelaskan Mekanisme Perhitungan Kombinasi Kemenangan Dari Kiri Ke Kanan
Infrastruktur Digital Menjaga Stabilitas Performa Meskipun Beban Sistem Terus Meningkat
Data Historis Menjadi Dasar Pengembangan Algoritma Prediktif Generasi Terbaru
Literasi Risiko Menjadi Penting Seiring Pertumbuhan Investor Pasar Modal Indonesia