Minggu, 20 September 2026

Wapres : Tingkatkan Pengetahuan Astronomi

”Dulu kita ditakut-takuti karena pengetahuan kita kurang tentang GMT. Kita sampai disuruh sembunyi di bawah kolong meja. Padahal di negara lain mereka tidak apa-apa. Apalagi jaman saya dulu pemerintah masih otoriter, apa yang disuruh ya kita ikuti saja,

Jusuf Kalla
Wapres RI

Suasana Pengamatan GMT di Desa Kotapulu Sigi
PALU, PE – Suara takbir membahana di lapangan Desa Kota Pulu Kecamatan Dolo Kabupaten Sigi saat berlangsung Gerhana Matahari Total (GMT) Rabu 9 Maret 2016. Sekira Pukul 08.39 wita, cuaca di lapangan yang mulanya panas mendadak dingin. Cahaya matahari sirna seketika karena tertutup bulan. Suasana di lapangan Desa Kota Pulu Sigi pun menjadi riuh karena puji-pujian. Ratusan wisatawan manca negara (wisman) yang mengambil lokasi pengamatan di tempat itu larut dalam suka ria bersama pengunjung lainnya. ”Oh my Good, oh my Good soo beautiful,” teriak mereka berulang.

Decak kagum akan karya Tuhan itu memuncak tatkala piringan bulan menutupi seluruh bagian matahari. Tersisa hanya sinar berbentuk cincin yang tidak menyilaukan. Pemandangan itu berlangsung kurang lebih dua menit. Saat puncak GMT terjadi, suhu udara di tempat itu juga menjadi dingin.

Lapangan Desa Kotapulu Kecamatan Dolo Sigi memang menjadi salah satu sentral pengamatan GMT yang dipilih para peneliti manca negara. Di tempat itu, waktu pengamatan GMT lebih panjang sekian detik dari tempat lainnya di Kota Palu dan sekitarnya.  Tempat itu pula yang menjadi pilihan Wakil Presiden (Wapres) RI, Jusuf Kalla bersama Gubernur Sulteng, Longki Djanggola mengamati fenomena alam itu. Rombongan Wapres tiba sekitar pukul 08.00 WITA. Wapres datang bersama sejumlah Menteri Kabinet Kerja di antaranya Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenPAN-RB), Yudi Crisnandi. Anggota DPR RI Muhidin Said juga terlihat dalam rombongan Wapres.

Sebelum menyaksikan puncak GMT, Wapres Jusuf Kalla bersama rombongan menyempatkan diri untuk sholat shunat gerhana secara berjamaah di lapangan desa. Badan Meterologi, Klimatologi dan Geofisika (BMK) Palu menyiapkan dua unit teleskop khusus GMT di sana. Kepala BMKG Palu, Petrus,  tak mau berspekulasi soal cuaca dingin saat GMT di tempat itu saat ditanyai wartawan. Namun kemungkinan besar katanya udara dingin disebabkan karena memang di tempat itu adalah wilayah lembah.  “Di sini memang mungkin dingin karena berada di lembah. Tapi ini akan kami koordinasikan pada pihak kompeten lainnya. Apakah  memang ada pengaruh dari gerhana ini sendiri ,” jelasnya.

Petrus merasa bersyukur pengamatan GMT di Kota Palu termasuk di Desa Kota Pulu tidak tertutup awan. Awalnya kata dia, BMKG memang memprediksi akan ada pergerakan awan pada tanggal 9 Maret 2016 di langit Kota Palu dan sekitarnya. ”Memang pantauan kami berawan. Tapi itu bisa terjadi dalam sehari. Bisa saja pagi, siang ataupun sore. Nah beruntung awan itu tidak muncul pagi ini,”jelas Petrus.

Dia menjelaskan, GMT berdasarkan hasil penelitian ilmuwan dan para astonomi akan terjadi lagi pada tahun 2042 di wilayah Indonesia. Sulteng menurutnya pada tahun 2042 itu kemungkinan akan terkenda dampaknya lagi. Namun lintasan GMT untuk wilayah yang sama baru akan terjadi lagi sekitar 350 tahun.  GMT yang terakhir jelasnya Petrus lagi terjadi tahun 1983.

“1983 itu 33 tahun lalu. Tapi menurut penelitian ilmuwan, akan terjadi lagi 26 tahun berikutnya atau tahun 2042.

Lokasinya diprediksi ada di Pontianak. Kita di Sulteng mungkin hanya kena gerhana parsial,”jelas Petrus.
Wapres RI Jusuf Kalla mengatakan, ia  merasa bersyukur GMT bisa terjadi di Sulteng. Dengan begitu kata Wapres, daerah Sulteng menjadi terkenal di mata dunia. ”Ini fenomena alam yang luar biasa. Kita bersyukur tempat ini nyaman. Yang menarik para ilmuwan pada datang dan mereka memperkenalkan Sulteng,” kata Wapres.
GMT yang melintasi Kota Palu, Poso dan Banggai menurut Wapres adalah suatu peristiwa yang menjadi media perkenalan destinasi pariwisata di Sulteng.

“Memang ini terjadi ratusan tahun lagi. Tapi yang terpenting mereka mengenal daerah Sulteng. Karena bagi kita ini reklame gratis pariwisata yang ada di Sulteng,” ujarnya.

Dia berhrap generasi muda bangsa Indonesia bisa lebih meningkatkan pengetahuan tentang ilmu astrnomi. Pasalnya pengetahuan masyarakat akan fenomena GMT yang terjadi beberapa puluh tahun lalu  masih banyak mengindentikkannya dengan cerita-cerita mitos. Dengan pengetahuan, peristiwa GMT menurutnya sudah bisa diprediksi jauh sebelumnya.   ”Dulu kita ditakut-takuti karena pengetahuan kita kurang tentang GMT. Kita sampai disuruh sembunyi di bawah kolong meja. Padahal di negara lain mereka tidak apa-apa. Apalagi jaman saya dulu pemerintah masih otoriter, apa yang disuruh ya kita ikuti saja,” demikian Wapres. (mdi)

Pengalaman Pengguna Game Penghasil Saldo DANA Lebih Cepat Adaptif Dan Efisien Dibawa Oleh Inovasi Teknologi
Pergeseran Mutu Produksi Kosmetik Terdeteksi Lebih Akurat Berkat Aliran Data Langsung
Pengalaman Pengguna Semakin Responsif Adaptif Dan Efisien Berkat Perkembangan Teknologi Modern
Momentum Tetap Terarah Dan Terkendali Dipertahankan Melalui Taktik Mode Pemburu Sic Bo Live
Keputusan Tetap Terukur Dalam Game Online Dipertahankan Melalui Pengelolaan Modal Cerdas
Kapitalisasi Pasar Dan Inovasi Kasino Online Berubah Di Tengah Disrupsi Teknologi Modern
Strategi Baru Untuk Meningkatkan Keunggulan Kompetitif Dibuka Melalui Business Model Canvas Mahjong Ways
Kualitas Sistem Mahjongways Kasino Online Dipahami Melalui Identifikasi Nilai Pembayaran Game Penghasil Saldo DANA
Perspektif Baru Dalam Menganalisis Perkembangan Mahjong Ways Dibuka Melalui Modernisasi Strategi
Kasino Menjadi Studi Sistem Informasi Bagi Mahasiswa Melalui Pelatihan Enterprise Architecture
Mahjongways Kasino Online Dijadikan Acuan Strategi Marketing dalam Lingkungan Pemerintahan
Keamanan Informasi Jadi Fondasi Utama Layanan Konsultasi Kosmetik Berbasis Teknologi
Teknologi Pemantauan Membantu Mengukur Frekuensi Pembayaran secara Lebih Objektif dan Terukur
Kajian Statistik Pola RTP Menyoroti Perkembangan Teknologi Neural Sintetis Regulatoris
Simulasi Statistik Membuka Pendekatan Baru Memahami Mahjong Game Sungai Penuh secara Terukur
Statistik Objektif Membantu Membaca Pola Mahjong Game Sungai Penuh dengan Lebih Rasional
Strategi Mahjong Game Sungai Penuh Makin Terarah melalui Pendekatan Statistik Modern
Pendekatan Data Objektif Membantu Mengkaji Mahjong Game Saldo DANA Sungai Penuh secara Lebih Terstruktur
Mahjong Game Sungai Penuh Dikaji lewat Simulasi Statistik untuk Membaca Pola Aktivitas
Aturan Mahjong Digital dari Dua Kartu Awal hingga Penentuan Rentang Nilai Game Penghasil Saldo DANA
Pendekatan Adaptif MahjongWays Kasino Online Membantu Menjaga Keseimbangan Anggaran Hiburan
Kemunculan Simbol Unik MahjongWays Kasino Online Perlu Dibaca Secara Lebih Rasional
Mahjong Ways Menarik Minat Pemain di Tengah Ketatnya Persaingan Game Digital
Pengaturan Tempo MahjongWays Kasino Online Tidak Menentukan Munculnya Kombinasi Khusus
Starlight Princess Kembali Merebut Perhatian Pemain MBG Berkat Daya Tariknya
Membaca Pola Mahjong Ways dan Tren Permainan Lewat Data Saldo DANA Terbaru
Disiplin Mental MahjongWays Kasino Online Membantu Mencegah Keputusan Finansial yang Terlalu Impulsif
Mengenal Sweet Bonanza sebagai Game Digital Online dengan Tema Manis yang Menarik
Rotasi Awal MahjongWays Kasino Online Bukan Tolok Ukur Kemurahan Sistem Permainan
Menelusuri Strategi Terbaik dalam Bermain Game Penghasil Saldo DANA Secara Lebih Mendalam