Sabtu, 8 Agustus 2026

Jelang Pilrek Untad, Panitia Buka Peluang Figur Non Untad

PALU EKSPRES, PALU – Proses pemilihan Rektor Universitas Tadulako (Untad) periode 2019-2023 saat ini sudah masuk dalam tahapan sosialisasi terbuka, terkait tahapan pelaksanaan dan persyaratan bakal calon Rektor. Dalam tahapan ini, pihak panitia penjaringan bakal calon Rektor Untad, telah menyebar beberapa baliho dan banner di beberapa titik di sekitar lingkungan kampus.

Ketua Panitia Penjaringan Bakal Calon Rektor Untad periode 2019-2023, Prof. Dr Sutarman Yodo menyebutkan, dalam pemilihan Rektor Untad kali ini pihaknya juga membuka ruang seluas-luasnya bagi siapapun figur yang ingin mendaftar. Termasuk bagi para dosen yang berasal dari perguruan tinggi negeri lainnya di luar Untad. “Jadi ini terbuka untuk umum, tidak terbatas hanya pada dosen Untad. Kita di panitia itu gembira, makin banyak yang mendaftar makin bagus,” jelas Prof. Sutarman, saat ditemui baru-baru ini.

Ia menegaskan, siapapun figur yang ingin mendaftarkan diri menjadi bakal calon Rektor Untad, harus memenuhi persyaratan yang telah ditentukan oleh panitia. “Dosen yang ada di perguruan tinggi negeri lainnya bisa juga mendaftar. Misalnya yang dari Unhas mendaftar jadi rektor di sini ya silakan, yang penting dia memenuhi syarat,” tegasnya.

Beberapa syarat yang ditentukan oleh panitia penjaringan, di antaranya adalah PNS dengan pengalaman jabatan sebagai dosen dengan jenjang akademik paling rendah Lektor Kepala, berusia paling tinggi 60 tahun pada saat berakhirnya masa jabatan Rektor yang sedang menjabat.

Syarat lainnya, antara lain memiliki pengalaman manajerial paling rendah sebagai Ketua Jurusan atau yang setara, atau Ketua Lembaga paling singkat 2 tahun di perguruan tinggi negeri, atau paling rendah sebagai Pimpinan Tinggi Pratama atau pejabat eselon II.a di lingkungan instansi pemerintah. Selain itu, pendaftar harus berpendidikan Doktor (S3), yang diperoleh dari perguruan tinggi dalam dan luar negeri yang diakui oleh Kementerian.

Prof. Sutarman juga mengungkapkan, proses penjaringan oleh panitia nantinya ditargetkan menghasilkan empat nama, yang akan disodorkan ke Senat Untad untuk dilakukan penyaringan menjadi tiga nama, yang akan dipilih oleh Senat bersama Menristekdikti. Jika pada proses penjaringan belum mendapatkan minimal empat nama, maka akan diberikan perpanjangan waktu hingga mendapatkan minimal empat nama hasil penjaringan.

“Jadi jika sudah selesai masa penjaringannya, lalu belum cukup minimal empat orang, maka diperpanjang lagi masa penjaringannya,” jelasnya. Proses sosialisasi terbuka tahapan pelaksanaan dan persyaratan bakal calon Rektor Untad akan berakhir pada 9 Maret 2018.

Selanjutnya, mulai 19 Maret 2018 hingga 5 April 2018 masuk pada tahapan penerimaan pendaftaran bakal calon Rektor Untad, dan akan diumumkan pada 18 April 2018. Sedangkan pemilihan Rektor Untad oleh Senat Untad dan Meristekdikti dijadwalkan akan dilaksanakan pada 19 September 2018 mendatang.

Terkait nama-nama yang akan mengajukan diri menjadi bakal calon Rektor Untad, Prof. Sutarman mengaku saat ini belum ada yang mencuat, karena memang pendaftaran belum dibuka oleh panita. “Nanti dimulai proses pendaftaran baru bisa kelihatan, siapa saja yang mendaftar nantinya,” pungkasnya.

(abr/Palu Ekspres)

Fleksibilitas Baru Dalam Pengelolaan Infrastruktur Dihadirkan Oleh Teknologi Berbasis Cloud
Efisiensi Operasional Meningkat Berkat Teknologi Analitik Modern Dengan Pemantauan Berkelanjutan
Fondasi Baru Untuk Efisiensi Operasional Terbentuk Dari Platform Digital Modern
Adaptasi Terhadap Perubahan Teknologi Dipercepat Melalui Integrasi Kecerdasan Buatan
Pengelolaan Sistem Lebih Efektif Didukung Oleh Teknologi Pemantauan Cerdas
Stabilitas Operasional Terjaga Berkat Teknologi Digital Terintegrasi Dengan Analisis Berkelanjutan
Tantangan Transformasi Digital Dihadapi Secara Efektif Melalui Infrastruktur Modern Berbasis Analitik
Kolaborasi Dan Efisiensi Operasional Diperkuat Oleh Integrasi Teknologi Berbasis Cloud
Akurasi Evaluasi Kinerja Sistem Meningkat Berkat Platform Monitoring Digital
Ketahanan Operasional Di Era Digital Meningkat Melalui Pemanfaatan Analisis Data
Optimalisasi Pola Mahjong Ways Dilakukan melalui Algoritma Probabilistik Cerdas
Dompet Digital Mengubah Kebiasaan Transaksi dalam Ekosistem Monopoly Live
Ancaman Siber Mendorong Industri Permainan Memperkuat Keamanan Infrastruktur Digital
Digitalisasi Administrasi Pangkas Waktu Verifikasi Pengguna Live Blackjack
Perilaku Pemain Modern Dikaji melalui Model Adaptasi Strategis
Media Sosial Memperkuat Hubungan Provider dengan Komunitas Penggemar Gates of Olympus
Mahjong Wins 3 Menunjukkan Pergeseran Tren Hiburan Berbasis Teknologi Modern
Analisis Distribusi Mengungkap Kendala Penayangan Crazy Time di Berbagai Wilayah
Pemetaan Digital Memperkuat Distribusi Server serta Manajemen Trafik Lightning Roulette
Peluang Baru Industri Mahjong Indonesia Muncul dari Pergeseran Perilaku Digital