Sabtu, 8 Agustus 2026
Agama  

Ponpes Lahirkan Ulama Berpemikiran Cerdas

PALU EKSPRES, PALU – Sistem pendidikan keagamaan di Pondok Pesantren, dinilai harus terus mampu melahirkan para ulama yang memiliki pemikiran-pemikiran cerdas. Pemikiran-pemikiran cerdas tersebut, menurut Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kementerian Agama (Kemenag) Sulteng, H. Abdullah Latopada, adalah pemikiran keagamaan yang dapat menyejukkan dan menyatukan umat beragama, khususnya umat Islam.

“Bukan sebaliknya, yang mengajarkan kebencian kepada sesama, karena adanya agama untuk mengatur bagaimana manusia hidup bermasyarakat, saling kenal mengenal dan mengajarkan kebaikan-kebaikan. Jangan sampai pesantren mengajarkan ajaran-ajaran kebencian dan sejenisnya,” kata Abdullah, dalam arahannya pada Rapat Koordinasi Bidang Pendidikan Agama dan Keagamaan Islam (Pakis) Kanwil Kemenag Sulteng, di salah satu hotel di Kota Palu, Senin 12 Maret 2018.

Olehnya, lanjut Abdullah, pemerintah selalu memberikan perhatian khusus terhadap berlangsungnya pendidikan keagamaan di pesantren. Hal ini karena keberadaan pesantren sebagai lembaga pendidikan tertua di Indonesia, yang bahkan sudah ada sebelum era kemerdekaan.

Ia juga menekankan, bahwa pesantren bisa menjadi mitra pemerintah, khususnya Kementerian Agama, dalam menyebarluaskan ajaran-ajaran Islam yang benar dan menyejukkan.

“Antara ulama yang dilahirkan pesantren dan umara atau pemerintah, harus satu konsep untuk kepentingan bangsa ini,” ujarnya.

Pada Rakor bidang Pakis Kanwil Kemenag yang dilaksanakan selama tiga hari tersebut, Abdullah juga menekankan kepada seluruh stakholder terkait agar dapat bekerja sama, untuk secara bersama-sama memberikan peningkatan kualitas sistam terkait pondok pesantren.

“Tujuan semua ini, adalah untuk mengakomodir semua pendapat, terkait sistem di pondok pesantren. Kami berharap, melalui ini bisa saling memberi masukan tentang hal-hal di pondok pesantren,” katanya.

Rakor Bidang Pakis Kanwil Kemenag Sulteng yang diikuti 30 orang peserta, kata Ketua Panitia Pelaksana, Nasir, secara umum bertujuan untuk mengevaluasi kinerja dan program kerja bidang Pakis Kanwil Kemenag Sulteng pada tahun 2017, serta merumuskan program strategis bidang Pakis pada tahun 2018.

(abr/Palu Ekspres)

Fleksibilitas Baru Dalam Pengelolaan Infrastruktur Dihadirkan Oleh Teknologi Berbasis Cloud
Efisiensi Operasional Meningkat Berkat Teknologi Analitik Modern Dengan Pemantauan Berkelanjutan
Fondasi Baru Untuk Efisiensi Operasional Terbentuk Dari Platform Digital Modern
Adaptasi Terhadap Perubahan Teknologi Dipercepat Melalui Integrasi Kecerdasan Buatan
Pengelolaan Sistem Lebih Efektif Didukung Oleh Teknologi Pemantauan Cerdas
Stabilitas Operasional Terjaga Berkat Teknologi Digital Terintegrasi Dengan Analisis Berkelanjutan
Tantangan Transformasi Digital Dihadapi Secara Efektif Melalui Infrastruktur Modern Berbasis Analitik
Kolaborasi Dan Efisiensi Operasional Diperkuat Oleh Integrasi Teknologi Berbasis Cloud
Akurasi Evaluasi Kinerja Sistem Meningkat Berkat Platform Monitoring Digital
Ketahanan Operasional Di Era Digital Meningkat Melalui Pemanfaatan Analisis Data
Optimalisasi Pola Mahjong Ways Dilakukan melalui Algoritma Probabilistik Cerdas
Dompet Digital Mengubah Kebiasaan Transaksi dalam Ekosistem Monopoly Live
Ancaman Siber Mendorong Industri Permainan Memperkuat Keamanan Infrastruktur Digital
Digitalisasi Administrasi Pangkas Waktu Verifikasi Pengguna Live Blackjack
Perilaku Pemain Modern Dikaji melalui Model Adaptasi Strategis
Media Sosial Memperkuat Hubungan Provider dengan Komunitas Penggemar Gates of Olympus
Mahjong Wins 3 Menunjukkan Pergeseran Tren Hiburan Berbasis Teknologi Modern
Analisis Distribusi Mengungkap Kendala Penayangan Crazy Time di Berbagai Wilayah
Pemetaan Digital Memperkuat Distribusi Server serta Manajemen Trafik Lightning Roulette
Peluang Baru Industri Mahjong Indonesia Muncul dari Pergeseran Perilaku Digital