Sabtu, 8 Agustus 2026

Peningkatan Kapasitas, BI Sulteng Kumpul Wartawan Bahas soal Ekonomi Daerah

PALU EKSPRES, PALU – Kegiatan peningkatan kapasitas bagi wartawan yang digelar Bank Indonesia (BI) Perwakilan Sulteng diikuti puluhan wartawan. Sedikitnya 90 wartawan ikut dalam kegiatan itu. BI Sulteng mengundang sedikitnya 3 wartawan dari setiap redaksi media di Kota Palu Sulteng dari unsur pimpinan redaksi, redaktur ekonomi dan reporter peliput ekonomi.

Kepala Perwakilan BI Sulteng, Miyono yang menjadi narasumber tunggal dalam kegiatan yang digelar di salah satu hotel di Palu, Sabtu 13 April 2018 menjelaskan pentingnya wawasan ekonomi bagi wartawan. Utamanya isu menyangkut pertumbuhan ekonomi dan inflasi. Dua isu yang menurutnya berkaitan erat.

Miyono berhemat, istilah istilah maupun kebijakan ekonomi setiap saat bergerak. Pendapat ekonom pun terkait isu demikian pun kerap berbeda. Karenanya hal itu menurutnya perlu tersosialisasi dengan baik ke masyarakat. “Karenanya wartawan penting mengikuti perkembangan isu isu ekonomi ini,”kata Miyono dalam arahannya.

Saking update nya istilah dan isu ekonomi, kalangan perbankan bahkan didalam lingkup BI sendiri sebutnya terkadang kurang menguasainya baik secara teori dan teknis. Utamanya isu pertumbuhan ekonomi dan inflasi.

“Ini harus saya akui karena begitu rumit dan banyaknya istilah ekonomi yang saling terkait satu sama lain,”sebutnya. Menurutnya penguatan kapasitas wawasan wartawan dalam isu ekonomi, BI berkepentingan untuk itu. Agar kebijakan dan arah ekonomi, serta informasi mengenai kinerja BI dapat terinformasikan kepada masyarakat.

“Karena itu kami berencana menggelar capacity building ini secara rutin dimasa mendatang,”jelasnya. Salahsatu isu yang mengemuka dalam kegiatan itu adalah terkait pertumbuhan ekonomi Sulteng yaitu sekitar 7,14persen. Akan tetapi tidak memberi dampak positif terhadap penurunan angka kemiskinan di daerah ini.

Menurutnya Itu terjadi lantaran trend inflasi juga cenderung tinggi yaitu 4,33 persen. Karena itu kata Miyono, angka pertumbuhan ekonomi Sulteng sebenarnya hanya berkisar 3 persen. “Riilnya ekonomi Sulteng hanya 3persen. Ya, itu tadi karena inflasinya juga termasuk tinggi,”jelas Miyono.

Angka pertumbuhan ekonomi Sulteng juga jelas dia, mayoritas ditopang sektor pertambangan.Sementara masyarakat Sulteng mayoritas adalah bergerak disektor pertanian dan perkebunan.

Idealnya kata dia, pertumbuhan ekonomi sejalan dengan inflasi. Misalnya pertumbuhan ekonomi 5 persen dan inflasinya 3 persen lebih. “Daerah lain ada yang pertumbuhan ekonominya memang hanya 5 persen tapi inflasinya normal 3 persen,”jelasnya. Inflasi 4,33 persen ujar dia sangat tinggi. Bahkan lebih tinggi dari inflasi nasional yaitu 3 persen.

Inflasi tinggi lanjut dia, juga berpengaruh pada suku bunga perbankan yang sulit turun. Orang orang menjadi enggan untuk menabung. Inipun membuat geliat investasi tidak berjalan stabil.
Dia menjelaskan inflasi terjadi antara lain karena tingkat pendapatan naik serta kebijakan pemerintah menaikkan tarif dasar. Seperti tarif dasar listrik dan biaya STNK.

(fit/mdi/Palu Ekspres)

Fleksibilitas Baru Dalam Pengelolaan Infrastruktur Dihadirkan Oleh Teknologi Berbasis Cloud
Efisiensi Operasional Meningkat Berkat Teknologi Analitik Modern Dengan Pemantauan Berkelanjutan
Fondasi Baru Untuk Efisiensi Operasional Terbentuk Dari Platform Digital Modern
Adaptasi Terhadap Perubahan Teknologi Dipercepat Melalui Integrasi Kecerdasan Buatan
Pengelolaan Sistem Lebih Efektif Didukung Oleh Teknologi Pemantauan Cerdas
Stabilitas Operasional Terjaga Berkat Teknologi Digital Terintegrasi Dengan Analisis Berkelanjutan
Tantangan Transformasi Digital Dihadapi Secara Efektif Melalui Infrastruktur Modern Berbasis Analitik
Kolaborasi Dan Efisiensi Operasional Diperkuat Oleh Integrasi Teknologi Berbasis Cloud
Akurasi Evaluasi Kinerja Sistem Meningkat Berkat Platform Monitoring Digital
Ketahanan Operasional Di Era Digital Meningkat Melalui Pemanfaatan Analisis Data
Optimalisasi Pola Mahjong Ways Dilakukan melalui Algoritma Probabilistik Cerdas
Dompet Digital Mengubah Kebiasaan Transaksi dalam Ekosistem Monopoly Live
Ancaman Siber Mendorong Industri Permainan Memperkuat Keamanan Infrastruktur Digital
Digitalisasi Administrasi Pangkas Waktu Verifikasi Pengguna Live Blackjack
Perilaku Pemain Modern Dikaji melalui Model Adaptasi Strategis
Media Sosial Memperkuat Hubungan Provider dengan Komunitas Penggemar Gates of Olympus
Mahjong Wins 3 Menunjukkan Pergeseran Tren Hiburan Berbasis Teknologi Modern
Analisis Distribusi Mengungkap Kendala Penayangan Crazy Time di Berbagai Wilayah
Pemetaan Digital Memperkuat Distribusi Server serta Manajemen Trafik Lightning Roulette
Peluang Baru Industri Mahjong Indonesia Muncul dari Pergeseran Perilaku Digital