Minggu, 9 Agustus 2026

Gemuk di Usia Pertengahan? Ini Dampak Buruknya pada Otak

Ilustrasi

PALU EKSPRES, JAKARTA – Menurut sebuah studi Inggris, obesitas atau kegemukan, khususnya pada pria berusia pertengahan (36-58 tahun), berpotensi sebabkan penyusutan otak dan membuatnya lebih tua 10 tahun dari usia sebenarnya.

Peneliti Lisa Ronan, PhD, dari University of Cambridge di Inggris berpendapat bahwa mereka yang mengalami obesitas pada usia pertengahan, cenderung menunjukan kurangnya materi putih atau ganglia dasar yang banyak mengandung selaput saraf, jika dibandingkan dengan mereka pada usia yang sama dengan berat badan sehat.

Materi putih sendiri berfungsi membantu otak dalam berkomunikasi dengan masing-masing bagian otak yang ada. Kekurangan atau kehilangan akan materi, dapat menyebabkan mundurnya kemampuan seseorang dalam berpikir.

“Materi putih otak dipercaya berperan terhadap demensia (pikun). Kehilangan materi putih secara umum berkaitan dengan buruknya daya ingat,” kata Mike Henne, PhD, selaku jubir American Federation for Aging Research.

Berkurangnya materi putih pada otak, lanjut Henne, biasanya terjadi pada mereka yang memasuki akhir 30an. Tanpa itu, saraf otak tidak akan mampu untuk berkomunikasi satu sama lain.

Akan tetapi, para peneliti yang terlibat dalam studi ini juga menemukan bahwa tidak terlihat adanya perbedaan antara kemampuan berpikir antara mereka dengan berat badan ideal dengan mereka yang mengalami obesitas, kendati adanya perbedaan jumlah materi putih yang dapat dilihat melalui alat pemindai otak.

Sementara menurut studi yang dilakukan di University of Texas Southwestern Medical Center di Amerika Serikat, ditemukan adanya kaitan antara obesitas dan penurunan kemampuan berpikir seseorang, termasuk kaitannya dengan penyakit Alzheimer di usia muda.

(ruf/fajar)

Fleksibilitas Baru Dalam Pengelolaan Infrastruktur Dihadirkan Oleh Teknologi Berbasis Cloud
Efisiensi Operasional Meningkat Berkat Teknologi Analitik Modern Dengan Pemantauan Berkelanjutan
Fondasi Baru Untuk Efisiensi Operasional Terbentuk Dari Platform Digital Modern
Adaptasi Terhadap Perubahan Teknologi Dipercepat Melalui Integrasi Kecerdasan Buatan
Pengelolaan Sistem Lebih Efektif Didukung Oleh Teknologi Pemantauan Cerdas
Stabilitas Operasional Terjaga Berkat Teknologi Digital Terintegrasi Dengan Analisis Berkelanjutan
Tantangan Transformasi Digital Dihadapi Secara Efektif Melalui Infrastruktur Modern Berbasis Analitik
Kolaborasi Dan Efisiensi Operasional Diperkuat Oleh Integrasi Teknologi Berbasis Cloud
Akurasi Evaluasi Kinerja Sistem Meningkat Berkat Platform Monitoring Digital
Ketahanan Operasional Di Era Digital Meningkat Melalui Pemanfaatan Analisis Data
Optimalisasi Pola Mahjong Ways Dilakukan melalui Algoritma Probabilistik Cerdas
Dompet Digital Mengubah Kebiasaan Transaksi dalam Ekosistem Monopoly Live
Ancaman Siber Mendorong Industri Permainan Memperkuat Keamanan Infrastruktur Digital
Digitalisasi Administrasi Pangkas Waktu Verifikasi Pengguna Live Blackjack
Perilaku Pemain Modern Dikaji melalui Model Adaptasi Strategis
Media Sosial Memperkuat Hubungan Provider dengan Komunitas Penggemar Gates of Olympus
Mahjong Wins 3 Menunjukkan Pergeseran Tren Hiburan Berbasis Teknologi Modern
Analisis Distribusi Mengungkap Kendala Penayangan Crazy Time di Berbagai Wilayah
Pemetaan Digital Memperkuat Distribusi Server serta Manajemen Trafik Lightning Roulette
Peluang Baru Industri Mahjong Indonesia Muncul dari Pergeseran Perilaku Digital